Gadis Monochrome

Gadis Monochrome
Episode 16


__ADS_3

"Aku pernah satu kelas dengan nya semasa SMA. Pada saat itu ada kejadian di mana Elena memberi pelajaran kepada seorang siswa satu kelas dengan kami yang menolak perintahnya. Siswa itu berakhir di keluarkan dari sekolah karena insiden video tidak baik. Dan semua itu adalah kelakukan Elena. Orang yang memiliki bukti bahwa itu adalah kerjaan Elena tidak memiliki keberanian untuk memberitahukan kepada semua orang. Banyak diantara kami hanya bisa tutup mulut melihat kejadian itu walaupun hati kami memberontak." Ucap Fiona yang menjelaskan dengan singkat tentang kejadian 2 tahun yang lalu saat ia masih satu kelas bersama dengan Elena.


"Aku hanya tidak ingin kau juga mengalami hal yang sama seperti teman kelasku dulu." Jawab Fiona.


"Kenapa?" tanya Queen.


"Karena aku sudah menganggap mu sebagai teman ku?" Jawab Fiona.


"Dasar wanita aneh." Jawab Queen dalam hati.


"Teman?" Tanya Queen lagi.


"Tentu, bolehkah aku berteman denganmu? Lagian aku sudah masuk kampus selama seminggu namun tidak dapat berbaur dengan yang lainnya. Mereka juga sudah memiliki grup masing-masing. Dan lagian kau juga baru masuk hari ini sehingga tidak memiliki teman." Jawab Fiona.


"Oh." Jawab Queen yang meninggalkan Viona begitu saja setelah mendengarkan penjelasan nya.


"Queen jangan pergi. Kau harus jadi teman ku." Jawab Fiona dengan merangkul tangan kanan Queen dengan tangan kirinya saat Queen berjalan meninggalkannya.


"Lepaskan." Jawab Queen yang tidak menyukai hal itu.


"Ayolah Queen. Lagian aku dengar bahwa kau juga mengalami kecelakaan sehingga kamu harus membutuhkan teman yang menjagamu di sini. Aku bersedia menjadi teman mu. Ya ya ya." Jawab Fiona dengan memasang muka melas dan merengek sambil memeluk tangan Queen dan tidak ingin melepaskannya.


"Terserah." Jawab Queen.


"Yes berhasil." Jawab Fiona.


Queen yang melirik tangan Fiona agar melepaskan dirinya.

__ADS_1


"Baiklah aku lepaskan. Sampai jumpa besok. Jangan lupa berhati-hatilah dan jauhi Elena." Jawab Fiona yang berjalan dengan bahagia meninggalkanku ini sambil melambaikan tangan.


"Dasar wanita aneh." Jawab Queen dalam hati lalu melanjutkan perjalannya.


Queen berjalan mengelilingi sekolah untuk bisa melihat kondisi sekolah dengan cermat. Dalam waktu 2 jam Queen sudah dapat mengingat semua tempat yang penting untuk digunakan olehnya selama perkuliahan. Sampai tiba, Queen di kantin kampus untuk menikmati makanan. Tapi sayangnya, lagi-lagi bertemu dengan Elena.


Queen yang sedang membawa makanan dari tempat antrian mencari meja dan tempat duduk yang kosong. Saat sudah menemukannya, Queen yang berjalan tiba-tiba kaki Elena menghalangi Queen. Bukan membuat Queen terjatuh tetapi membuat kaki Elena di pijak oleh Queen sehingga membuatnya kesakitan.


"......" Queen hanya tersenyum melihat Elena yang sedang kesakitan lalu pergi meninggalkan Queen.


"Queen." Panggil Elena yang berusaha berdiri ingin memarahi Queen di depan umum.


"Kenapa?" tanya Queen yang berjalan mendekati Queen lalu membisikkan nya " Mau melakukan sesuatu di depan umum? Yakin?"


"Kau?"


"Fikirkan reputasi mu jika kau ingin mencari gara-gara denganku di depan umum." Jawab Queen yang tersenyum sambil melirik ke kanan dan ke kiri bahwa banyak mata yang sedang memandang mereka.


"Terserah." Jawab Queen pergi meninggalkan Elena begitu saja.


Elena yang masih membara emosinya langsung pergi meninggalkan kantin di ikuti Yosi dan mengambil ponselnya dari tas.


"Aku ingin kalian menculik seseorang dan bawa ke markas." Ucap Elena dalam telepon.


"Siapa yang sedang kau telepon Elena?" tanya Yosi.


"Tidak ada. Ayo pulang." Jawab Elena.

__ADS_1


"Ternyata dia di sana."Queen yang terlihat oleh Al dari kejauhan.


Al yang baru saja keluar dari kelas bergegas menuju mengikuti tujuan yang sumber dari kampus. Queen pergi meninggalkan kampus dengan berjalan kaki. Karena terbiasa untuk berjalan kaki di desa maka begitu pula di kota. Saat ini dari pada menggunakan transportasi lebih baik berjalan kaki. Oleh karena itu Queen saat ini juga melakukan hal kebiasaan itu di kota.


Saat Queen baru saja keluar dari gerbang kampus beberapa meter, tiba-tiba sebuah mobil hitam berhenti di sampingku Queen. Dua orang laki-laki yang badannya besar dan berotot keluar dari mobil langsung menangkap Queen. Queen yang tidak menyadari hal itu tidak dapat melawan sehingga membuatnya masuk ke dalam mobil.


Al yang melihat hal itu langsung menggunakan sepeda motor yang sudah disediakan oleh anak buahnya di parkiran. Al mengikuti mobil itu yang berjalan melaju membawa Queen.


Sementara di dalam mobil yang melihat situasi bahwa dirinya sedang diculik oleh orang lain hanya tersenyum. Queen yang sudah melihat situasi saat ini berpikir bahwa mungkin ini adalah ulah dari Elena. Karena tidak ada alasan lainnya lagi selain dari hal itu secara logika.


"Kenapa kau tersenyum?"


"Kalian orang suruhan?" tanya Queen.


"Jika iya kenapa?"


"Elena yang memerintah kalian?" tanya Queen.


Wajah mereka sangat terkejut melihat Queen yang sudah mengetahui siapa bos mereka. Queen yang melihat ekspresi mereka yang menunjukkan bahwa yang dikatakan olehnya itu adalah benar.


"Tidak ada alasan lagi untuk membuang waktu ku " Jawab Queen dalam hati yang langsung bertindak.


Queen yang berada di tengah antara dua penculik yang duduk di sisi kanan dan kiri. Queen menggunakan siku tangan kanan dan kiri untuk memberikan pukulan kepada dua laki-laki yang berada di sampingnya dengan target titik vital dada. Lalu memberikan pukulan ke kiri dengan target kepalanya. Melanjutkan memberi pukulan ke kanan dengan target kepalanya juga.


Queen menarik leher keduanya untuk ke arah punggung kursi depan dengan menghentakkan. Mereka berdua dengan mudahnya pingsan. Lalu sopir yang sedang menyetir Di depan berhenti melihat kejadian itu. Saat mobil sudah berhenti langsung memberi serangan kepada supir dengan mematahkan lehernya ke sebelah kiri dari belakang kursi. Queen dengan cepat mengalahkan tiga orang itu.


Sedangkan Al yang mengejar mobil itu melihat, mobil yang berhenti secara tiba-tiba dan mobilnya bergoyang. Lalu tiba-tiba pintu belakang mobil terbuka dan Queen turun dari mobil itu. Dengan santainya Queen keluar dari mobil dan berjalan meninggalkan mobil itu. Al yang mendekat dan berhenti.

__ADS_1


Al melihat sosok Queen yang tidak terluka sedikitpun lalu melihat pemandangan yang ada di belakang Queen. Sebuah mobil yang di dalamnya terdapat beberapa orang yang tidak sadarkan diri. Satu orang sudah pingsan di depan. Dua orang yang pingsan di belakang dan seperti orang yang tertidur. Al yang melihat itu hanya tersenyum dibalik helm yang dipakai olehnya.


Sementara Queen yang terkejut melihat seseorang yang sedang berkendara menggunakan sepeda motor berhenti di depannya. Queen sudah berpikir negatif saja bahwa laki-laki ini juga merupakan salah satu dari orang suruhan Elena. Tapi Al sudah berhenti namun hanya berdiam diri di atas kereta sambil memandangi Queen yang berdiri di depannya.


__ADS_2