Gadis Monochrome

Gadis Monochrome
Episode 161


__ADS_3

Duh, ternyata liburannya sudah berakhir dan kembali bekerja pada dunia nyata wkwkwkwk.


Setelah nekat Healing beberapa waktu lalu. Tetap aja tau bahwa setelah healing juga akan sinting wkwkwkwwk


"Nekat Healing Walaupun pulang-pulang tetap sinting" 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣


Selamat Membaca 🔥


"Lalau bagaimana kita harus memulai penyelidikan jika sudah ada petunjuk seperti ini?" tanya Lelaki itu lagi.


"Bermula dari sketsa wajah yang sudah kau berikan. Cepat atau lambat kita akan menemukan mereka." Jawab Eldon.


"Baik tuan." Jawabnya.


"Gunakan taktik dalam pencarian orang hilang pada situs internet." Jawab Eldon.


"Kenapa harus seperti itu?"


"Lebih banyak orang yang melihat lebih banyak orang akan membantu kita dalam menemukannya dengan segera." Jawab Eldon.


"Ide yang bagus. Baik tuan, saya akan melakukan apa yang anda perintahkan." Jawabnya.


"Bagus. Sampai di sini dulu penyelidikan kita." Jawab Eldon.


"Baik tuan." jawab mereka berdua dan saling memberikan hormat kepada Eldon sebelum mereka pergi. Mereka berpisah di cafe itu setelah membicarakan rencana mereka untuk mengetahui siapa sebenarnya 2 orang yang telat melakukan hal ini kepada mereka. Dan itu hanya sebuah hipotesis saja. Untuk kebenaran serta motif ap yang sebenarnya mereka belum bisa menyimpulkannya.


Di sisi lain, Queen yang sudah membawakan susu hangat kepada Al sekaligus membawa secangkir teh madu untuknya sendiri. Queen meletakkan susu hangat itu di samping Al yang masih fokus dengan laptopnya.


"Ternyata kau juga suka cerita sharlock Holmes dan detektif Conan. Jika itu tidak ada mungkin aku bingung harus membaca apa." Jawab Queen ketika meletakkan segelas susu hangat itu.


"Baguslah jika ada koleksi yang kau sukai." Jawab Al yang tidak melihat Queen saat berbicara namun lebih fokus kepada laptop ya.


Queen kembali ke kursi balkon dan membaca bukunya kembali hingga ia tertidur. Al yang baru siap mengerjakan tugasnya dan sudah menghabiskan susu hangatnya menutup laptop dan berdiri dari kursi kerja menuju ke tempat Queen.


"Dia tertidur di sini." Jawab Al yang melihat Queen sudah tertidur di kursi balkon. Al memperhatikan Queen yang sedang tertidur pulas di kursi panjang yang terlihat tubuh Queen terbaring di atas kursi itu.

__ADS_1


Al mengambil buku yang di peluk oleh Queen lalu meletakkannya ke tempat kosong yang tidak di tiduri oleh Queen pada kursi. Al yang mencium kening Queen lalu berdiri untuk mengangkat Queen dari kursi.


Al yang mengangkat Queen menuju ke kamar. Dengan perlahan-lahan Al meletakkan tubuh Queen di atas kasur. Al takut membangunkan Queen sehingga ia dengan sangat hati-hati meletakkan bantal di kepala Queen. Setelah itu Al menyelimuti tubuh Queen dan memberikan kiss kembali lalu pergi meninggal Queen di dalam kamar.


Al yang terbiasa untuk berolahraga di malam hari lalu mandi sebelum tidur. Al melakukan rutinitasnya lalu bergegas untuk tidur.


Pagi hari, Queen yang terbangun lebih dulu di bandingkan dengan Al.


"Al mengangkat aku ke tempat tidur?" tanya Queen dalam hati saat melihat dirinya sudah berada di dalam kamar.


Queen turun dari kasur dan berjalan keluar mencari keberadaan Al. Al yang masih tertidur pulas di atas kasur yang berada di luar. Queen dengan berbaik hati memberikan selimut kepadanya.


"Kebiasaan tidak memakai selimut ketika tidur." Jawab Queen yang akan menyelimuti Al namun terhenti dengan melihat perut sixpack Al yang seperti roti sobek.


Queen menghentikan tangannya untuk menutupi tubuh Al. Meletakkan selimut itu begitu saja dan mulai tergoda untuk menyentuh perut sixpack Al.


"Lagi-lagi saat melihat luka yang begitu banyak di tubuhnya ini membuat ku sedang berfikir apa yang sebenarnya terjadi pada dirinya hingga mendapatkan begitu banyak luka." Ucap Queen sambil menyentuh beberapa bekas luka yang ada di tubuh Al.


Al yang sudah terbangun namun berpura-pura untuk tetap tertidur. Al mendengarkan apa yang di katakan oleh Queen sejak tadi.


"Kalau kau terus menyentuhnya aku tidak akan tahan." Ucap Al yang mengejutkan Queen.


"Apakah sebegitu menariknya bekas luka yang ada di tubuh ku?" tanya Al kepada Queen dengan dirinya yang duduk di atas sofa dan menarik Queen juga duduk di samping ya.


"Apa yang kau lakukan?" tanya Queen yang tubuhnya menyandarkan ke sofa.


"Kau bertanya apa yang telah terjadi sehingga aku mendapatkan banyak luka ini?" tanya Al.


"Kau sudah bangun sejak tadi?" tanya Queen yang berfikir bahwa Al sejak tadi sudah bangun sehingga ia mengetahui apa yang di katakan oleh Queen tadi.


"Tentu saja. Sejak kau ingin menyelimuti ku." Jawab Al.


"Kenapa kau berpura-pura tidur?" tanya Queen yang memukul tubuh dada Al yang ada di hadapannya.


"Tentu saja untuk melihat mu menyentuh tubuh ku." Jawab Al.

__ADS_1


"Menyingkirkan Al!" bentak Queen karena Al terlalu dekat dengan wajahnya.


"Aku tidak akan memaksa mu hingga kau sendiri yang akan datang padaku." Jawab Al kepada Queen lalu menyingkirkan dirinya dan duduk di samping Queen.


"Luka ini kau juga tau karena kau yang mengobatinya. Dan luka ini juga sudah aku ceritakan yang lalu ( Lihat episode sebelumnya) . Tapi kalau luka lainnya seperti luka yang ada di punggung ini adalah luka hasil dari misi dan juga latihan. Tidak ada yang istimewa dan juga harus di kenang." Jawab Al.


"Siapa yang ingin mengetahui penjelas itu." Jawab Queen yang sudah malu.


"Aku hanya ingin cerita." Jawab Al.


"Sudahlah pergi mandi dan bersiap-siap. Ikut aku ke kantor. Temani aku ke sana." Jawab Al dengan melemparkan bantal ke pangkuan Queen. Al berdiri dan meninggalkan Queen di ruang tamu.


"Sial. Ini sungguh memalukan." Jawab Queen dengan memeluk bantal itu.


Queen berjalan ke kamar dan mandi. Begitu juga dengan Al yang bersiap-siap untuk pergi ke kantor. Mereka berdua pergi bersama ke kantor Al.


"Kenapa aku harus ikut?" tanya Queen.


"Hanya menemani ku." Jawab Al.


"Kenapa harus?" tanya Queen lagi.


"Untuk menjadi vitamin ku ketika lelah dan bosan. Queen hanya cukup duduk manis di dekat ku." Jawab Al.


"Seperti patung yang ada di samping mu?" tanya Queen.


"Tidak juga. Kau bisa berjalan-jalan di kantor nanti. Ada cafe dan taman di sekitar kantor. Jadi bisa membuat mu sedikit hiburan agar fikiran jauh lebih baik. Dengan begitu kau juga akan cepat pulih." Jawab Al.


"Hmmm."


"Bagaimana dengan obatnya? Apakah tadi sudah memakainya ?" tanya Al kepada Queen.


"Sudah." Jawab Queen.


"Bagaimana dengan yang tidak bisa di jangkau?" tanya Al yang menggoda Queen lagi.

__ADS_1


"Sudah aku lakukan dengan arobik di depan kaca." Jawab Queen dengan kesal.


"Lain kali katakan pada ku untuk ku bantu. " Jawab Al dengan mengelus kepala Queen dengan tangan satu sambil menyetir mobil.


__ADS_2