Gadis Monochrome

Gadis Monochrome
Episode 13


__ADS_3

Queen yang hampir tiba di ruangan administrasi jurusan sastra. Namun, saat ia ingin masuk. Tiba-tiba sekelompok mahasiswi yang berbondong-bondong lari ke arah ruangan administrasi.


"Wanita-wanita ini kenapa?" tanya Queen dalam hati yang dirinya pun terdorong karena wanita-wanita yang berlari ke arah ruangan jurusan.


"Ayo kita lihat dosen baru dari luar negeri itu. Katanya dia tampan walaupun dengan kaca mata bulatnya seperti lelaki culun itu." Ucap seseorang yang berjalan dengan temannya sedang berbincang.


"Bisakah kalian beri saya jalan untuk masuk?" tanya Queen yang melihat pintu ruangan administrasi terhalang oleh berlapis-lapis wanita yang berdiri di depannya.


"Berisikan, kau kira kau saja yang ingin masuk. kami juga." Jawab mereka satu persatu yang berada di barisan belakang dekat Queen berdiri


"Aish merepotkan saja." Jawab Queen dalam hati yang membalikkan badannya kemudian duduk di kursi tunggu.


Sedangkan di dalam ruangan. Dekan sedang memberikan informasi kepada dosen lainnya bahwa mereka kedatangan dosen baru. Dosen yang dimaksud adalah Al. Namun ia menyamar menjadi seorang bernama Azlan.


"Saya perkenalkan kepada kalian semua bahwa kita hari ini kedatangan seorang profesor yang bernama Azlan. Semua pasti pernah mendengar bahwa ada seorang penulis draf film muda terkenal di seluruh dunia yang tidak di ketahui banyak orang. Namun kali ini kita kedatangan dirinya. Jadi saya harap semuanya dapat merasakan hal ini kepada siswa dan yang lainnya." Ucap Dekan


Semua orang yang mendengarkan hal itu terkejut dan juga tidak percaya bahwa mereka bertemu dengan orang yang selalu diidolakan banyak produser dan juga dosen-dosen lainnya di bidang kesastraan.


"Bisa saya perkenalkan diri pak?" tanya Al.


"Tentu." Jawab Dekan.


"Perkenalkan saya Azlan yang biasa dikenal banyak orang dengan panggilan Azl. Mohan bantuannya untuk merahasiakan identitas saya sebenarnya kepada mahasiswa maupun orang lain selain dari ruangan ini." Jawab Al.


"Baik-baik. Kami akan lakukan." Jawab Semua orang yang ada di dalam ruangan itu.


"Terima kasih, Semoga kita semua bisa berteman dengan baik." Jawab Al tersenyum.


"Azlan ini kursi mu. Maaf saya tidak bisa memberikan yang lebih dari ini karena saya sangat kaget mendengar tentang kedatangan anda secara tiba-tiba. Tapi dalam seminggu saya akan memberikan ruangan yang sesuai dengan permintaan anda." Jawab Dekan.


"Tidak apa-apa pak. Terima kasih sambutannya." Jawab Al.


Rambut panjang yang bisa diikat. Poni yang menutupi dahi dan pinggiran wajah dan kacamata bulat yang di pakainya. Walaupun terlihat culun, tetap saja wajah tampan yang tidak bisa disembunyikan dari hal itu.


"Apakah dia benar-benar Azl itu?"


"Iya, dia seperti orang yang cerdas saja."


"Tapi menurut ku dia menyembunyikan dirinya sendiri dari penampilannya."


"Sudahlah, siapapun dia. Jika dia benar penulis itu kita harus mendapatkan ilmu yang banyak kepadanya. Jika tidak, kita juga bisa mendapatkan ilmu darinya karena dia sudah bergelar profesor dengan umur yang sangat muda saat ini."

__ADS_1


"Menarik."


Semua orang yang ada di dalam ruangan dosen itu sedang berbincang satu sama lain menggosipkan tentang kehadiran Al. Sementara Al yang duduk dengan tenang dan berpikir untuk tidak sabar lagi bertemu dengan Queen.


Dekan yang keluar dari ruangan dosen itu, melihat para mahasiswi yang berkumpul di depan pintu.


"Apa yang kalian lakukan di depan pintu dosen?" tanya Dekan


"Pak kami ingin berkenalan dengan dosen baru itu." Jawab Mereka.


"Kalian akan bertemu dengan saat di kelas nanti." Jawab Dekan.


"Bapak itu mengajar mata kuliah apa pak?" tanya mereka lagi.


"Kalian akan mengetahui itu." Jawab Dekan.


"Ada apa ini pak?" tanya Al.


"Ini Azlan, mereka ingin berkenalan dengan mu. " Jawab Dekan.


"Kalian akan berkenalan dengan saya. Sekarang masuklah ke jam kuliah kalian dan jangan mengganggu dosen lainnya karena kalian berkumpul di sini." Jawab Al tersenyum.


"Ahhh baik pak." Jawab Mereka.


"Iya, penampilannya norak sekali."


"Iya benar. Penampilan culunnya."


"Tapi aku malah melihat karena dia terlalu tampan sehingga berpenampilan seperti itu untuk menutupinya."


"Aku lebih tidak peduli dengan penampilannya karena aku dengar bahwa dia itu adalah orang genius. Karena aku lebih suka lelaki pintar "


"Aku lebih suka dengan kalimat sopan nya tadi. Kalian dengar kan dia mengusir kita dengan kalimat lembut dan juga sangat baik."


"Iya, jarang-jarang ada dosen yang tidak galak seperti itu."


Semua wanita itu bergosip sambil pergi berjalan menjauhi ruangan dosen yang bersatu dengan ruangan administrasi itu.


"Akhirnya mereka pergi juga."Jawab Queen dalam hati kemudian berjalan ingin masuk.


"Bisa saya masuk pak?" tanya Queen yang belum melihat wajah orang yang berdiri di depannya namun berkata dengan sopan.

__ADS_1


"Kamu siapa?" tanya Dekan.


"Saya mahasiswi baru yang terlambat masuk pak." Jawab Queen lalu melihat dua orang yang berdiri menutupi pintu.


"Oh, laporan saja ke bidang admistrasi." Jawab Dekan.


"Baik pak."


"Selamat bergabung dan bekerja di kampus ini ya pak Azlan." memberi salam kepada Al lalu pergi meninggalkan.


"Akhirnya kita bertemu." Jawab Al dalam hatim


"Bisa bapak pinggir? saya ingin masuk." Jawab Queen.


"Oh iya, maaf. Silahkan." Jawab Al dengan tersenyum lalu bergerak menjauh dari pintu.


"Gara-gara dosen baru ini aku jadi harus menunggu." Ucap Queen dalam hati ketika melewati pintu dan Al dari tempat itu.


Al yang duduk ke kursinya lalu memperhatikan Queen yang mendatangi pihak administrasi.


"Maaf pak saya lup mendaftar ulang." Jawab Queen yang menyerahkan dokumen data dirinya kepada Pihak Administrasi yang ada di depannya.


"Oh kau mahasiswi yang mengalami kecelakaan pesawat itu?" tanyanya.


"Iya pak." Jawab Queen.


"Bagaimana keadaan mu?" tanyanya lagi sambil memeriksa kelengkapan dokumen yang di berikan oleh Queen.


"Jauh lebih baik dari sebelumnya walaupun saya belum mengingat semua hal." Jawab Queen.


"Jadi benar yang di katakan oleh orangtua mu bahwa kau mengalami amnesia ringan?" tanyanya lagi


"Begitulah pak. Mohon bimbingannya pak." Jawab Queen memberikan hormat.


"Dokumen mu sudah saya terima dan ini jadwal perkuliahan mu. Sella Queen sudah bisa masuk mulai hari ini. Dan saya akan memberi informasi kepada para dosen tentang kondisi mu. Jadi buatlah senyaman mungkin kampus ini. Dan ingatlah untuk berusaha lebih keras karena beasiswa mu di tempat ini bisa saja terputus karena sebuah nilai." Jawabnya memberikan jadwal perkuliahan kepada Queen.


"Baik pak, terima kasih banyak." Jawab Queen.


"Bu Grace bisa bantu saya untuk menunjukkan kelas mahasiswi ini dan lingkungan sekitar. Sekalian membawa pak Azlan untuk melihatnya ?" tanyanya.


"Tentu dengan senang hati." Jawab Grace.

__ADS_1


"Queen silahkan ikut Bu Grace. Pak Azlan silahkan ikut Bu Grace. Bu Grace akan memandu kalian melihat lingkungan sekitar. Dan kelas yang akan kalian." Jawab administrasi.


"Keberuntungan awal." Jawab Al dalam hati melihat situasi


__ADS_2