
"Gadis ini benar-benar tidak dapat ditebak." Jawab Al dalam hati.
"Siapa sebenarnya gadis ini?" tanya Paz dalam hati.
"Wanita ini benar-benar keren." Jawab Sam dalam hati.
"Dengan adanya video ini sudah membuktikan bahwa tuan Sam tidak bersalah. Dan tidak perlu untuk mendapatkan bukti apa-apa lagi." Jawab ketua polisi cabang.
"Tapi aku meminta sebuah permintaan. Jika kalian menggunakan video ini sebagai bukti maka samarkan wajah ku. Aku tidak ingin terkenal oleh publik karena aku hanya seorang mahasiswi." Jawab Queen.
"Jadi kalian tau apa yang harus di lakukan?" tanya Al.
"Joy beritahu mereka dan tugas akhir ini aku perintahkan untuk mu. Dan lakukan apa yang di minta oleh Queen." Jawab Al menepuk pundak kanan Joy.
"Baik tuan." Jawab Joy.
"Sam ambil kunci mobil, kita pergi." Jawab Al memerintahkan Sam mengambil kunci mobil dari Joy.
"Kau ikut aku." Jawab Al menarik Queen untuk keluar ruangan dan melewati Fiona begitu saja.
"Queen!" panggil Fiona namun Queen terus di tarik Al pergi keluar dari kantor.
"Ayo ikuti mereka." Jawab Sam dengan menarik Fiona.
Sam papan tombol kunci mobil untuk membuka mobil. Al langsung menyuruh Queen untuk masuk ke dalam mobil. Dan ia juga masuk ke dalam mobil. Mereka berdua duduk di kursi belakang.
Sam membukakan pintu depan untuk Fiona lalu ia masuk ke dalam mobil di kursi supir.
"Jalan!" perintah Al dan membuka topengnya.
"Kenapa kau menarik ku?" tanya Queen namun tidak ada jawaban dari Al
"Queen, terima kasih telah membebaskan ku." Jawab Sam yang sedang menghidupkan mobil dan melaju.
"Jadi benar? Queen bisa membebaskan Kakak?" tanya Fiona.
"Tentu...." Saat Sam ingin menceritakan tiba-tiba Queen memotong.
"Aku hanya sebagai saksi saja. Beberapa kata untuk bukti kepada polisi dan mereka mempercayainya." Jawab Queen memotong pembicaraan.
"Benarkah Kakak? Lalu bagaimana kalian bisa bertemu?" tanya Fiona.
"Hanya kebetulan saja. Saat itu Aku sedang berlibur ke pantai dan menginap di hotel yang dikelola oleh Sam." Jawab Queen.
"Jadi seperti itu. Queen ada di tempat kejadian sehingga dapat menjadi saksi?" tanya Fiona.
__ADS_1
"Iya seperti itu lah." Jawab Queen.
"Queen...." Fiona yang ingin berbicara lagi namun dipotong oleh Sam.
"Bukannya tadi kakak berjanji untuk mentraktirmu makan malam? Bagaimana jika ajak mereka juga?" jawab Sam yang sedikit menoleh ke belakang untuk mengalihkan pembicaraan.
"Aku setuju." Jawab Al.
"Boleh." Jawab Queen.
"Baguslah. Kita akan ke restoran hotel saja. Sekalian menikmati suasana pantai di malam hari. Bukankah itu bagus?" tanya Sam.
"Benarkah? Aku sudah lama tidak liburan?" tanya Fiona.
"Tentu saja." Jawab Sam dengan mengelus kepala Fiona.
"Sepertinya dia memang sangat dekat dengan Sam." Jawab Queen.
"Kita menginap saja. Besok juga hari Sabtu, weekend." Jawab Al.
"Benarkah boleh begitu bos?" tanya Sam.
"Iya." Jawab Al.
"Bos?" tanya Fiona.
"Tapi ingat jangan bilang kepada media atau orang lain tentang rahasia ini. Jika tersebar akan gawat." Jawab Sam dengan menatap Fiona sekilas.
"Jadi dia bos yang Kakak bilang dan dia benar-benar raja pembisnis di negara Boyalia ini?" tanya Fiona.
"Tentu. Jadi bisa kita rahasiakan?" tanya Sam.
"Tentu. Aku beruntung bisa bertemu dengan bos misterius yang selalu dibicarakan di dunia bisnis itu." Jawab Fiona.
"Berarti Queen dan Aku harus menjaga rahasia nya?" tanya Fiona dengan polosnya.
"Iya. Jadi kita harus menjaga satu sama lain. Jika tidak, akan sangat repot jika berurusan dengan orang-orang seperti mereka." Jawab Queen.
"Maksud perkataan mu?" tanya Al dengan menolehkan wajahnya ke arah Queen.
"Sudah-sudah, kita telah sampai. Jadi bisa kita keluar sekarang?" tanya Sam.
Mereka berempat keluar dari mobil masuk ke dalam hotel. Berjalan bar Cafe Hotel untuk menikmati makan malam. Keheningan antara Queen dan Al tetap berlanjut. Sedangkan Sam dan Fiona menikmati suasana makan malam sambil bercanda gurau.
Setelah selesai, Sam langsung memberikan kunci kamar hotel kepada Fiona dan Queen.
__ADS_1
"Kalian ingin satu kamar atau terpisah?" tanya Sam.
"Bersama." Jawab Fiona
"Terpisah."Jawab Queen
"Yang mana?" tanya Sam ketika mendengar mereka menjawab waktu bersamaan namun berbeda pendapat.
"Ayolah Queen, kapan lagi kita bisa tidur satu kamar dan saat ini liburan?" tanya Fiona dengan merengek kepada Queen.
"Baiklah." Jawab Queen.
Mereka berdua pergi ke kamar mereka begitu juga dengan Al dan Sam.
Disisi lain, Joy langsung memberikan perintah rencana untuk membalas video yang sedang viral.
"Aku membutuhkan waktu beberapa menit untuk mengedit sedikit video yang diberikan oleh Queen." Jawab Joy yang duduk di kursi dan laptop yang sudah terhubung dengan flashdisk Queen.
Setelah beberapa saat, Joy langsung membuat sebuah akun anonim untuk menyebarkan 2 video itu sebagai klarifikasi publik.
"Anda memposting ya?" tanya Paz
"Tentu, aku sudah memerintahkan beberapa anggota untuk mengkomentari sesuai dengan alur yang dinginkan. Dan kalian tinggal menunggu sampai video ini menjadi lebih viral dari sebelumnya." Jawab Joy.
"Kenapa begitu?" tanya Ketua itu.
"Tentu saja untuk mengubah opini publik terhadap video sebelumnya. Dengan mengunggah video ini dengan menggunakan akun anonim seperti video sebelumnya. Publik akan berpikir bahwa mereka hanya ingin bermain-main dengan apa yang mereka berita kan. "
"Sementara itu kalian hanya memerlukan beberapa bukti yang akurat yang didapatkan dari hasil Forensik dan juga CCTV hotel. Kalian yang akan melakukan penyelidikan atas nama hukum dan akan menyebarkan klarifikasi di depan publik. Kalian akan meminta maaf karena tidak menyelidiki dengan jelas dan langsung menangkap tuan Sam. Hal ini akan memberikan dampak yang bagus untuk publik agar tidak mudah percaya dengan sebuah video tanpa identitas tersebar di internet." Jawab Joy.
"Jadi kalian sudah mengerti konsep dari apa yang sudah aku jelaskan?" tanya Joy.
"Aku mengerti. Jadi itulah rencana tuan besar?" tanya Paz.
"Iya. Awalnya hanya ingin untuk melakukan klarifikasi yang dilakukan oleh kalian langsung namun karena ada video dari Queen, itu mempermudah kita mempercepat klarifikasi." Jawab Joy.
"Jadi awal rencanannya adalah menjadikan hukum sebagai saksi yang akan membantu penyelidikan kami?" tanya Paz.
"Iya, itu rencana awalnya. Tapi karena sudah seperti ini maka rencana berubah seketika sesuai kondisi." Jawab Joy.
"Baiklah aku mengerti." Jawab Paz.
"Aku juga sudah mengerti. Lihat, komentar terus bermunculan. Padahal baru 10 menit di post, namun sudah mendapatkan ratusan komentar yang terus bertambah saat ini."Jawab ketua itu mengecek posting video yang dilakukan oleh Joy.
Mereka menyelesaikan persoalan itu, sementara di sisi lain.
__ADS_1
Ketika Sam dan Fiona yang lebih dulu tidur. Al dan Queen yang belum bisa tidur, mereka keluar mencari udara di tepi pantai.