
John dan Zaki yang mendengar kalimat yang diucapkan oleh Queen sangat terkejut karena kalimat itu sangat ambigu. Mereka tidak mengerti apa yang dimaksud oleh Queen pada kalimat pernyataan yang telah diberikan olehnya kepada mereka.
"Bersembunyi kembali?" tanya John dan Zaki bersamaan untuk merespon secara langsung setelah Queen mengatakan hal itu.
"Bukan kah kalian selama ini telah melakukan pengintaian secara diam-diam untuk membunuh Princess dan juga Mirza agar tidak kembali kepada keluarga Abraham. Karena Mereka berdua adalah Aib yang harus ditutupi dari keluarga Abraham." Jawab Queen.
"Princess? Mirza? Jadi kau mengetahui siapa mereka?" tanya John dan Zaki juga.
"Tentu aku mengetahui mereka. Kalian berpikir bahwa aku akan memanfaatkan kalian sehingga tidak dapat percaya bahwa hasil tes DNA ini menyatakan kebenaran tentang identitas diriku yang sebenarnya." Jawab Queen.
"Jadi benar kau adalah cucuku ?" tanya John yang begitu senang mendengar pernyataan secara tidak langsung dari Queen yang memberikan pernyataan.
"Jika kalian bertanya tentang apa kemauan ku saat ini adalah jangan mengganggu keluarga kami. Jika tidak ada hal lain yang ingin di bicarakan aku pergi dahulu." Jawab Queen yang berdiri ingin meninggalkan tempat.
Melihat respond Queen yang seperti itu membuat jantung John mendadak sesak sehingga membuatnya kesakitan.
"Tuan John." Ucap Zaki yang langsung mendekat John untuk membantunya.
"Nona tolong bantu saya membawa tuan John ke rumah sakit. Saya mohon." Jawab Zaki.
"Merepotkan saja. Baiklah." Jawab Queen dengan mendorong John yang memegang dadanya seperti sedang kesakitan. Sedangkan Zaki berjalan keluar dari ruangan menuju ke mobil untuk membukakan pintu mobil dan membantu John masuk ke dalam mobil.
"Nona ikutlah dengan ku kerumah sakit." Jawab Zaki.
Queen yang tidak mungkin meninggalkan begitu saja mereka yang sepertinya membutuhkan pertolongan, ikut dengan merek masuk ke dalam mobil dan menuju ke rumah sakit.
Sampai di rumah sakit, John langsung di tangani oleh dokter pribadi yang berada di rumah sakit itu. Saat John dibawa masuk ke dalam ruangan untuk diperiksa. Zaki mulai berbicara kepada Queen tentang John.
"Nona bisakah saya berbicara dengan Anda?" tanya Zaki.
"Saya sudah mengantarkan kalian. Jadi apa lagi yang harus di bicarakan?" tanya Queen.
"Saya mohon." Jawab Zaki.
__ADS_1
Queen menghentikan langkahnya dan duduk di kursi tunggu yang berada di di samping depan kamar pasien.
"Sebenarnya apa yang terjadi dengan nona selama ini? Hingga tuan John tidak mengetahui keberadaan Anda? Karena saat ia mengetahui bahwa tes DNA ini adalah cocok. Ia sangat senang Tapi ya salah bimbang karena takut kalau seperti ini terjadi. Tuan John takut jika anda tidak mengakui dirinya sebagai keluarga. Padahal tuan John bilang mungkin ini sudah waktunya untuk menebus kesalahan yang terjadi 20 tahun yang lalu. Keadaan saat ini mungkin hanya terkejut saja dan ingin anda tetap berada di sisinya. Dia tidak pernah tahu apa yang sudah anda alami selama ini namun ia menginginkan penebusan dosa yang telah tidak diketahui olehnya selama ini. Jika anda bisa memaafkan Tuan, aku harap anda akan datang malam ini di acara pesta ulang tahun."
"Tidak ada hal lain lagi yang ingin aku katakan. Karena sudah aku katakan semuanya bahwa tuan John sangat berharap kehadiran mu dan pengakuan dari Queen." Jawab John.
Zaki yang baru saja membujuk Queen dengan menceritakan sedikit kalimat tentang John. Dokter keluar dari kamar John.
"Bagaimana keadaan ya?" tanya Zaki.
"Tuan John tidak kenapa-kenapa. Dia hanya syok jadi jantungnya berdetak dengan cepat. Namun untung saja tidak menjadi serangan jantung. Jadi aku harap dia akan tetap bahagia. Salah satunya mendengarkan hal-hal bahagia dan mengurangi kegiatan tuan John." Jawab Dokter.
"Terima kasih Dok. Apakah aku sudah bisa melihatnya?" tanya Zaki.
"Lebih baik, biarkan tuan John istirahat untuk beberapa jam saat ini karena saya telah memberikan obat tidur untuk menenangkan dirinya." Jawab dokter.
"Baiklah terima kasih Dok." Jawab Zaki.
Queen musik dan mendengarkan hal itu langsung pergi meninggalkan rumah sakit. Queen sedang memikirkan tindakan apa yang harus dilakukan ketika sudah mengetahui bahwa John telah melakukan tes DNA terhadap dirinya.
Sementara di tempat lain,
"Anda tidak kenapa-kenapa?" tanya Zaki yang melihat bahwa John saat ini terlihat baik-baik saja dan tidak tertidur seperti apa yang dikatakan oleh dokter.
"Iya aku baik-baik saja. Tadi aku hanya berakting. Dimana dia?" tanya John.
"Sudah pergi. Jadi apa yang harus kita lakukan saat ini?" tanya Zaki.
"Bagaimana dengan respond setelah kau mengatakan untuk datang di pesta ku malam ini?" tanya John.
"Aku sudah memberitahukan dan sedikit membujuk dirinya untuk hadir pada malam hari ini semoga dia akan datang." Jawab Zaki.
"Sepertinya dia bukanlah orang yang gampang untuk mengubah pendiriannya. Sifatnya yang sama seperti putriku. Sepertinya kita harus menggunakan cara lain untuk membuatnya datang pada malam hari ini." Jawab John.
__ADS_1
"Maksud tuan?" tanya Zaki.
"Gunakan Fiona dan keluarganya untuk membuat Queen datang pada malam hari ini." Jawab John.
"Maksud anda...."
"Iya. Pergilah ke sana dan meminta tolong kepada mereka. Setelah itu baru kembali lagi menjemput ku. Aku ingin istirahat di sini saja." Jawab John
"Baik tuan." Jawab Zaki.
Zaki pergi ke rumah Fiona.
"Tuan Zaki?" tanya Serli yang membuka pintu rumahnya dengan terkejut melihat Zaki yang menjadi tamu rumahnya.
"Maaf menganggu. Bisa saya masuk dan bertemu dengan tuan Samuel?" tanya Zaki.
"Boleh, suatu kehormatan bagi kami kedatangan Tuan Zaki ke rumah." Jawab Serli dengan membuka pintu dan mempersilahkan Zaki masuk ke dalam rumahnya.
"Terima kasih." Jawab Zaki yang masuk.
"Tuan silahkan duduk," Jawab Serli kemudian pergi ke kamar untuk memanggil Samuel yang sedang berada di meja kerja miliknya.
"Sayang, tuan Zaki ada di ruang tamu. Dia ingin bertemu denganmu." Jawab Serli.
"Tuan Zaki? Tangan kanan John Abraham?" tanya Samuel yang terkejut dengan berita yang dibawa oleh Serli kepada dirinya.
"Iya." Jawab Serli.
"Ada apa?" tanya Samuel yang sedang berpikir tentang maksud dan kedatangan Tuan Zaki ke rumahnya.
"Entahlah, lebih baik keluar dan temui saja. Aku akan pergi ke kamar Fiona." Jawab Serli.
Samuel menyimpan data di laptop yang telah dikerjakan olehnya lalu menyusun beberapa dokumen yang dibuka olehnya. Selesai itu, Samuel langsung keluar dari kamar dan menemui Zaki yang sudah menunggu di ruang tamu.
__ADS_1
Serli masuk ke dalam kamar Fiona dan meminta bantuan Fiona Untuk mengantarkan beberapa cemilan dan minuman ke meja tamu sebagai suguhan untuk Zaki.