Gadis Monochrome

Gadis Monochrome
Episode 166


__ADS_3

"Dan jangan kamu berharap lebih kepada orang lain selagi kamu mampu berdiri sendiri."


Anggun yang sedang melihat hasil CCTV yang telah ditunjukkan oleh Joy. Anggun melihat bahwa Eldon dengan mengeluarkan kata-kata yang tidak baik untuk mencaci-maki Anggun.


"Masih saja menjadi sekertaris sudah berlagak sok suci. Dan membuat ku harus memohon dengan merendahkan diri di hadapannya. Sial sekali." Ucap Eldon pada video itu.


"Benar-benar manusia munafik yang dihadapkan sangat ramah dan baik namun di belakang mencaci-maki hingga sampai seperti ini." Jawab Anggun.


"Hahaah. Jangan emosi. Cukup kembali ke sana dan katakan padanya untuk tidak datang lagi. Karena semua keputusan sudah di tentukan oleh pemilik saham terbesar." Jawab Joy.


"Baik tuan. Saya akan kesana kembali dan mengatakan apa yang anda sampaikan tadi." Jawab Anggun.


"Oke. Ingat! paksa dia untuk pergi. Setelah itu kau kembali. Karena masih banyak pekerjaan yang harus kita bereskan dengan cepat atas permintaan dari tuan Al." Jawab Joy.


"Baik tuan. Saya permisi." Jawab Anggun yang memberi hormat dengan membungkukan badannya lalu berjalan meninggalkan ruangan Joy.


Anggun membuka ruang tunggu di mana Eldon ada di dalam. Anggun baru saja membuka pintu terdengar dan terlihat oleh Eldon. Eldon langsung berdiri dan berjalan kearah Anggun.


"Bagaimana?" tanya Eldon.


"Maaf tuan, Tuan Joy tidak dapat bertemu denganmu. Tapi saya sudah menyampaikan kepadanya atas keluhan yang anda katakan tadi. Dan beliau mengatakan bahwa dia tidak bisa berbuat apa-apa karena semua sudah keputusan dari pemilik perusahaan." Jawab Anggun.


"Apa? Kenapa sampai dewan direksi pemilik perusahaan juga terlibat dengan kerjasama dengan perusahaan kecil ku?" tanya Eldon yang heran.


"Untuk itu saya tidak tahu." Jawab Anggun.


"Apakah saya bisa mendapatkan jadwal tuan Joy esok hari dan kedepannya?" tanya Eldon.


"Maaf tuan, hal ini adalah jadwal pribadi tuan Eldon. Tidak sembarang orang bisa mengetahui bahkan ini adalah hal yang sangat rahasia." Jawab Anggun.

__ADS_1


"Apakah anda tidak bisa membantu saya? Saya hanya ingin mengetahui kapan jadwal tuan Joy bisa di temui oleh saya." Jawab Eldon yang kasar dengan nada tinggi dan mengeluarkan emosi wajahnya yang mendominasi.


"Tuan masih ingat saat tadi meminta bantuan ku? Jika anda tidak bisa bertemu dengan tuan Joy itu bukan salah saya, saya sudah melakukan dengan baik untuk melayani Anda. Tapi jika anda berbicara kasar seperti ini lebih baik sekarang keluar dari tempat ini." Jawab Anggun.


"Dasar sekertaris tidak berguna yang bisa bisanya mengusirku. Kau tidak paham siapa aku?" tanya Eldon yang sudah tidak memiliki kesabaran dan mengeluarkan sifat aslinya.


"Security tolong usir orang ini keluar dari perusahaan dan jangan lupa untuk masuk kembali ke dalam perusahaan." Panggil Anggun yang keluar dari ruangan dan memanggil penjaga untuk datang.


Dua penjaga datang menghampiri Anggun dan Eldon juga keluar dari ruangan karena ingin menghentikan Eldon. Karyawan yang bekerja sebagai pusat informasi di pintu masuk perusahaan melihat kejadian ini.


"Kalian harus ingat wajah laki-laki ini, dia masuk ke dalam daftar buku hitam dan jangan biarkan untuk masuk ke dalam perusahaan lagi." Jawab Anggun kepada dua wanita yang menjadi karyawan informasi itu.


"Silahkan ikut kami tuan." Ucap dua penjaga itu dengan memegang tangan Eldon pada kedua sisi kanan dan kiri. Mereka menyeret Eldon begitu saja keluar dari perusahaan. Eldon yang ingin memberontak tapi tidak bisa. Karena kedua security yang menjadi penjaga perusahaan itu berbadan kekar dan juga memiliki tenaga yang kuat.


"Siap! Kenapa kekuatan mereka sekuat ini? Aku tidak bisa lepas." Ucap Eldon saat diseret untuk keluar dari pintu perusahaan menuju ke halaman luar perusahaan.


"Baik nona." Jawab mereka.


Setelah Anggun selesai mengurus masalah ini, ia kembali pergi menuju ke ruangan Joy. Mereka menyiapkan beberapa pekerjaan yang harus dikerjakan dengan cepat. Di tempat lain, Al yang masuk ke dalam ruangannya melihat Queen yang tertidur di atas ranjang kamar yang berada di dalam ruangan. Queen begitu nyenyak dalam tidurnya sehingga kalau tidak tega untuk membangunkannya.


"Tidak dengan mudah tanpa berjaga-jaga." Jawab Al dalam hati.


Al membuka tas Queen untuk mengambil salep obat untuk mengobati luka-luka yang belum kering dan luka lebam yang ada di tubuh Queen. Al membuka baju Queen dengan perlahan mengoleskan salep itu. Dengan perlahan Al melakukan itu tanpa membangunkan Queen.


"Perempuan ini bisa-bisanya tidak terbangun walaupun sedang di obati." Jawab Al dalam hati setelah selesai mengobati. Al kembali mengancing baju Queen dan menyelimuti Queen.


Al pergi meninggalkan Queen yang tertidur dan kembali bekerja. Al, Joy dan Anggun bekerjasama untuk menyelesaikan beberapa pekerjaan yang harus segera di urus untuk 10 hari kedepan. Karena Al ingin mengambil liburan.


"Tuan Al belum makan singa?" tanya Joy kepada Anggun.

__ADS_1


"Tidak tahu." Jawab Anggun.


"Belikan makan siang beserta makan siang ku juga. Jika kau juga belum makan maka beli sekalian." Jawab Joy memerintahkan untuk membawa makan siang karena Jam sudah menunjukkan pukul 13.00 Wib.


"Apa yang terjadi?" tanya Al yang baru saja masuk ke dalam ruangan Joy.


"Aku memerintahkan Anggun untuk membeli makanan. Kita kan belum makan siang." Jawab Joy kepada Al.


"Oke. Jadi bagaimana dengan kelakuan dia tadi yang tidak bisa bertemu dengan mu?" tanya Al.


"Tuan bisa melihatnya langsung dari rekaman ini." Jawab Joy yang memberikan laptopnya kepada Al. Layar laptop yang menampilkan rekaman CCTV saat Eldon berada di dalam ruangan.


"Ini belum seberapa. Lihat saja nanti." Jawab Al.


"Apa perintah selanjutnya?" tanya Joy.


"Kita hanya butuh bukti yang kuat untuk melaporkan segal kegiatan ilegal miliknya kepada pihak pemerintah. Aku juga ingin mengetahui siapa dalang di balik semua ini. kemungkinan dia adalah orang yang besar." Jawab Al.


"Orang yang memiliki pengaruh di negara ini?" tanya Joy.


"Iya. Jika tidak, mana mungkin mereka berani untuk memiliki banyak cabang kegiatan yang begitu menjengkelkan." Jawab Al.


"Masuk akal juga. Lihatlah, tidak adanya sopan santun mereka dalam bersosialisasi pada orang sekitar." Jawab Joy kepada Al setelah berpikir bahwa apa yang dilihat olehnya mengatakan hal yang sama seperti pemikiran dari Al.


"Lalu apa yang akan kita lanjutkan?" tanya Joy lagi.


"Tidak ada. Untuk sementara waktu biarkan dulu dia untuk melakukan apa yang ingin dilakukan olehnya. Kita hanya perlu mengumpulkan bukti dan melihat bagaimana iya bisa bangkit kembali dari kesulitan ini." Jawab Al.


"Iya juga, seseorang tidak akan menyadari sekuat apa dirinya sebelum dia mengalami keterpurukan yang dalam." Jawab Joy

__ADS_1


__ADS_2