Gadis Monochrome

Gadis Monochrome
Episode 168


__ADS_3

"Tidak ada pasangan yang benar-benar cocok yang ada hanyalah pasangan yang hatinya begitu luas untuk menerima ketidakcocokan." ~Wichan~


Queen mulai berfikir untuk bisa menerima keberadaan Al sebagai pelindung bagi dirinya. Karena selama ini dia sudah merasa bahwa Al selalu datang pada waktu yang tepat.


"Perjanjian setahun menikah itu sepertinya harus di ubah pada masa depannya." Jawab Queen dalam hati saat menutup kancing kopernya.


"Di dunia ini tidak ada pasangan yang benar-benar cocok kecuali keduanya saling menerima kekurangan masing-masing." Jawab Queen yang meletakkan kopernya di samping lemari pakaian.


"Baiklah Queen, kau harus bisa menurunkan ego mu dan mencoba untuk menerima Al." Jawab Queen yang mulai berjalan untuk keluar dari kamarnya.


Queen pergi menemui salah satu pelayan yang menjadi kepala pelayan yang telah bekerja dengan Al selama ini.


"Maaf bisa aku bertanya siapakah yang sering melayani tuan Al?" tanya Queen pada salah satu pelayan yang sedang membersihkan debu di berbagai artefak hiasan di rumah.


"Oh itu nona, nona langsung saja bertemu dengan pak Xi yang telah menjadi kepala pelayan selama ini." Jawab seorang pelayan perempuan itu.


"Dimana?" tanya Queen.


"Biasanya dia berada di kebun," Jawab pelayan itu.


"Oke terimakasih." Jawab Queen dan pergi menuju ke taman. Queen mencari keberadaan tuan Xi yang berada di taman. Saat Queen melihat seorang lelaki yang cukup tua sekitar berumur 50 tahun sedang memotong beberapa bunga mawar yang berada di taman.


"Tuan Xi." panggil Queen. Seseorang itu menoleh kebelakang dan melihat sosok Queen berdiri.


"Iya nona," jawab Tuan Xi.


"Ada yang ingin aku tanyakan. Bisa kita berbicara di sana." Jawab Queen yang menunjuk ke arah tempat duduk yang berada di taman. Posisinya di sebelah kanan dari mereka berdiri.


"Tentu saja boleh nona. Sebentar, saya meletakkan ini dulu dan cuci tangan." Jawab Xi kepada Queen.


Xi berjalan untuk meletakkan sarung tangan, topi dan gunting kebun. Xi juga mencuci tangannya lalu berjalan ke arah Queen.

__ADS_1


"Ada apa nona?" tanya Xi yang berdiri di depan Queen.


"Duduk lah!" perintah Queen untuk duduk di kursi yang berada di depannya.


"Maaf nona, itu tidak akan sopan jika aku duduk bersama dengan mu. Biarkan saja saya berdiri." Jawab Xi.


"Tidak apa-apa. Mungkin ini membutuhkan waktu yang lama, paman akan lelah jika berdiri saja." Jawab Queen kepada Xi.


"Duduklah!" perintah Queen kembali karena Xi masih banyak berfikir dalam pertimbangan untuk melakukan hal itu.


"Jangan takut. Jika paman tidak ingin duduk maka aku juga akan berdiri." Jawab Queen yang mempersilahkan Xi untuk duduk di hadapannya lagi.


"Baiklah jika nona memaksa." Jawab Xi yang tidak enak melihat Queen berdiri dari tempat duduknya. Xi berfikir untuk bisa membuatnya majikannya bersikeras atas kemauannya, Xi mengalah.


"Terima kasih." Jawab Queen yang duduk kembali ke kursinya.


"Jadi nona ingin bertanya tentang apa?" tanya Xi kepada Queen setelah duduk di hadapan Queen.


"Ha? Maksud nona ingin mengetahui tentang tuan Al?" tanya Xi lagi yang terkejut dengan pernyataan Queen.


"Tentu saja. Mungkin bisa berawal dari makanan kesukaannya, warna, hal-hal lain lah yang paman ketahui maka katakan saja." Jawab Queen.


"Oh. Baiklah nona, catat dengan benar yang saya katakan." Jawab Xi.


"Oke." Jawab Queen.


Mereka berdua yang berada di taman bunga dari pukul 09.00 Wib hingga 12.00 Wib baru selesai berbincang di taman bunga. Xi yang menceritakan hal-hal yang di ketahui olehnya tentang Al. Sedangkan Queen mulai mendengarkan dengan baik dan juga mencatat hal-hal penting yang tulis olehnya di buku.


"Itu saja yang bisa saya katakan kepada Nona. Itu sudah memenuhi semua yang saya ketahui tentang tuan Al selama ini." Jawab Xi.


"Oke. Terima kasih paman Xi. Hal ini sangat membantu ku." Jawab Queen.

__ADS_1


"Membantu anda menjadi sebuah kehormatan bagi saya nona. Saya sangat senang bisa membantu nona." Jawab Xi kepada Queen yang sudah menutup buku catatan miliknya.


"Nona ini sudah siang, jika ada pertanyaan lain bisa mencari saya kembali. Tapi ini sudah hampir masuk siang hari. Saya harus mengecek semua pekerjaan pelayan yang bekerja hari ini. Saya harus memastikan bahwa setiap tugas kerja yang di perintahkan untuk merek selesai tepat waktu." Jawab Xi kepada Queen.


"Oh iya. Maaf paman Xi sudah mengganggu n bekerja mu. Paman bisa kembali ke pekerjaan tuan semula. Terima kasih atas bantuannya hari ini. " Jawab Queen yang tersenyum kepada Xi.


"Tidak perlu sungkan tuan. saya juga pasti ingin membantu ini." Jawab Xi.


"Sekali lagi terima kasih paman Xi, maaf sudah menganggu pekerjaan tuan Xi seperti biasanya." Jawab Queen.


"Sama-sama nona. Jika kita terus mengucapkan hal-hal yang sudah di ucapkan maka kita tidak akan berhenti." Jawab Xi.


"Hahaha. ia juga. Paman kembali lah lebih dulu." Jawab Queen.


"Baik nona." Jawab Xi yang berdiri dan membungkukkan badannya untuk memberikan penghormatan kepada Queen sebelum berpisah.


Xi pergi meninggalkan taman, sedangkan Queen tetap duduk di tempat itu. Queen membaca kembali tulisan yang di catat oleh ya. Hingga seorang pelayan datang membawa jus semangka kepada Queen.


"Nona silahkan di minum lebih dulu karena cuaca hari ini begitu terik hingga mau terbakar ini wajah dan kulit." Jawab Seoenah pelayan yang datang itu.


"Terima kasih." Jawab Queen yang masih membaca buku catatan itu dan mulai menambah dan juga mencoret tulis yang di buat oleh ya.


Pelayan itu hanya datang membawa jus semangka kepada Queen setelah itu kembali lagi pergi. Queen yang terdiam dan hanya memberikan balasan ucapan pelayanan perempuan itu. Queen langsug fokus dengan tulisannya lagi yang di baca kembali.


Sedangkan di sisi lain, Xi yang terkejut dengan tingkat Queen yang baru di lihat oleh ya pertama kali ini langsung melaporkan kepada Al. Xi menelpon Al untuk membuat sebuah laporan tentang orang yang sudah di ken mereka berdua.


"Ada apa paman Xi?" tanya Al yang mengangkat telpon dari Xi.


"Tuan, ada yang ingin aku laporkan siang ini." Jawab Xi.


"Oke. Katakan saja." Jawab Al yang membuat pengeras pada ponselnya. Meletakkan di pinggir meja dan tangan Al. Al yang nelpon berhenti sambil memberikan tanda tangan pada berkas yang di periksa olehnya itu di atas meja kerja.

__ADS_1


__ADS_2