Gadis Monochrome

Gadis Monochrome
Episode 11


__ADS_3

"Syukurlah kita selamat." Ucap pramugari para penumpang dan juga kopilot.


Mereka semua sangat tenang ketika sudah mendarat dengan baik di bandara negara Boyalia. Kopilot yang melihat seseorang yang berada di sampingnya dengan tersenyum.


"Terima kasih telah menyelamatkan semua orang di pesawat." Jawab Kopilot.


"Kerja bagus." Jawab Al yang memakai maskernya kembali dan topinya sambil menepuk pundak kopilot yang masih duduk. Al berdiri berjalan keluar dari ruang pengemudi dan ingin segera melihat Queen. Namun, saat ia keluar Queen sudah tidak ada.


"Di mana dia?" tanya Al kepada pramugari yang masih bersama dengan pilot.


"Dia sudah berjalan ke kursi penumpang." Jawab Pramugari.


Al langsung mengejar Queen yang berada di kursi penumpang. Dilihat Al, Queen yang sedang membantu seorang kakek yang sulit berjalan untuk turun ke tangga pesawat.


Al tetap melakukan hal yang sama seperti tadi, mengikuti arti Queen dari belakang menelusuri tangga untuk turun ke bandara. Ambulance sudah tiba di bandara. Orang-orang yang syok termasuk pilot dibawa ke ambulance dan di periksa. Sedangkan yang lainnya di antar seperti penumpang lainnya.


Queen yang sudah membantu kakek itu, keluar dan mengambil koper miliknya dan membuka ponsel. Queen langsung menelepon orang tuanya bahwa ia sudah sampai dengan selamat sambil melihat ke sekeliling. Seorang lelaki menggunakan papan nama yang bertuliskan Queen.


"Ayah, Mama aku sudah tiba dengan selamat. Setelah sampai di apartemen akan mengabari kalian kembali." Jawab Queen.


"Syukurlah, sudah bertemu dengan bodyguard?" tanya Bram.


"Sudah." Jawab Queen.


"Baiklah, hati-hati princess." Jawab Bram.


Queen mematikan teleponnya dan berjalan menuju ke lelaki itu. Al yang memperhatikan Queen berjalan menuju ke seseorang itu.


"Jadi nama dia adalah Queen?" tanya Al dalam hati.


Al dengan cepat mengambil ponselnya untuk memfoto Queen secara diam-diam. Lalu mengirim kepada detektif untuk mencari informasi tentang Queen.


"Anda nona Queen?" tanya Bodyguard.


"Iya." Jawab Queen.


"Silahkan anda ikut saya." Jawab bodyguard.


Bodyguard mengambil koper Queen dan mendorongnya berjalan menuju ke mobil. Bodyguard membukakan pintu mobil kepada Queen dan pergi ke apartemen.


Al berhasil memotret mobil yang dikendarai oleh Queen.


"Cari tau sekarang juga kemana mobil ini?" Ucap Al kepada seseorang melalui telepon.

__ADS_1


Al berjalan ke area parkir, Al mengendarai sepeda motor dan mulai mengejar mobil yang di kendarai Queen.


"Bos, mobil itu berhenti di apartemen Belta."


"Oke." Jawab Al.


"Nona, apartemen anda berdekatan dengan Universitas Belta. Anda hanya tinggal berjalan kaki atau menggunakan sepeda untuk sampai ke kampus. Mobil sudah disediakan di area parkir dan sepeda juga ada." Jawabnya.


"Tugas mu sudah selesai mengantarkanku jadi lebih bagus kamu segera pergi." Jawab Queen.


"Tapi nona?"


"Tidak apa-apa aku akan mengetahui sekitar dengan cepat."Jawab Queen.


"Baiklah." Jawabnya.


Bodyguard yang mengantar Queen pergi meninggalkan Queen setelah mengantarkannya di depan pintu apartemen.


"Akhirnya sampai juga." Jawab Queen membuka pintu apartemen.


"Jadi dia tinggal di sini?" tanya Al dalam hati ketika memberhentikan sepeda motornya melihat gedung apartemen yang berada di seberang.


Al hanya memastikan bahwa Queen yang berhenti di apartemen ini ketika melihat seseorang yang jemputnya tadi keluar dari apartemen. Lalu Al pergi.


"Kenapa kau datang?" tanya Al


"Sudah ku duga, kau akan ke rumah ini daripada ke rumah mewah mu itu." Jawab Sam.


"Tapi jangan bahas itu dulu, aku penasaran tentang kalimat terakhir mu sebelum menutup telepon dariku." Jawab Sam.


Al membuka kunci rumah dan masuk diikuti dengan Sam dari belakang. Al membaringkan dirinya di sofa berwarna hitam yang berada di dekat pintu masuk. Rumah yang ditempati Al hanya memiliki ukuran sekitar 20 m persegi dengan bahan bangunan kayu jati yang dilapisi cat cokelat.


"Di mana wanita itu?" tanya Sam.


"Setelah masak makanan yang enak, aku akan menceritakannya." Jawab Al berdiri dari sofa dan berjalan menuju kamar.


"Oke aku akan masak makan malam yang enak." Jawab Sam yang bersemangat untuk mendengarkan cerita dari Al.


Al pergi membersihkan diri sementara Sam memasak. Beberapa menit kemudian mereka sudah duduk di meja makan dengan hidangan KFC dan makanan lainnya. Al memperhatikan dapurnya yang masih tetap rapi dan bersih tanpa ada kegiatan memasak.


"Kau delivery?" tanya Al.


"Tentu. Jadi bisa kau ceritakan?" tanya Sam.

__ADS_1


Al mengambil sumpit dan memulai menikmati hidangan yang ada di depannya tanpa menjawab pertanyaan dari Sam yang sudah sangat penasaran tentang Queen.


"Kau!" ucap Sam yang mengambil makanan itu dari meja.


Al meletakkan sumpitnya lalu mengambil ponselnya. Mengelap bibirnya dengan tisu.


"Kau baca sendiri." Jawab Al memberikan ponselnya kepada Sam dan merebut makanan yang ada di tangan Sam.


"Sella Queen, mahasiswa Universitas Belta tahun pertama dengan beasiswa full hingga tamat di jurusan sastra......." Sam membaca tulisan yang ada di dalam ponsel Al


"Kau juga baru mengetahui identitasnya dari detektif andalanmu itu? tanya Sam kemudian di anggukan oleh hal yang sedang mengunyah makanan.


"Lalu alasan mu pergi begitu saja dari rumah sakit untuk mencari keberadaannya namun tidak ditemukan. Dan saat tanpa sengaja kau bertemu dengannya di dalam pesawat saat kembali ke sini?" tanya Sam yang kemudian di anggukkan lagi oleh Al.


"Kau benar-benar beruntung bisa bertemu dengan penolong mu? Dan Baru kali ini aku melihatmu penasaran dengan seseorang. Apalagi seorang wanita." Jawab Sam.


Al dengan tenang menyelesaikan makan malamnya dengan meminum air mineral.


"Segera membuat identitas dosen di kampus itu." Jawab Al.


"Lagi?" tanya Sam


"Tentu, bukankah aku ingin mendapatkan seorang wanita?" tanya Al.


"Kau serius?" tanya Sam.


"Besok aku harus pergi ke kampus itu." Jawab Al yang membawa piring kotor ke dapur dan membersihkannya.


"Aish anak ini!" Ucap Sam yang jengkel melihat Al. Sam berjalan menuju pintu keluar.


"Jangan lupa tutup pintunya." Ucap Al dari dapur


"Iya." Jawab Sam yang menutup pintu lalu pergi meninggalkan rumah Al.


Al yang membersihkan piring kotor sambil membayangkan pertemuannya kembali dengan Queen yang berada di pesawat.


"Apa sebaiknya aku juga memerintahkan mereka mengosongkan apartemen di sebelahnya?" tanya Al pada dirinya sendiri untuk menjalankan ide yang sedang dipikirkan olehnya.


Sedangkan di tempatnya lain, Queen yang merasa sedikit lebih baik setelah berbaring sebentar.


"Seperti aku harus membereskan koper itu terlebih dahulu sebelum memejamkan mata." Jawab Queen dalam hati


Queen berdiri lalu mengangkat kopernya di atas tempat tidur. Queen menyusun barang-barang yang dibawa olehnya dari koper ke dalam lemari. Setelah selesai,bia bergegas mandi lalu beristirahat.

__ADS_1


__ADS_2