Gadis Monochrome

Gadis Monochrome
Episode 157


__ADS_3

Setelah mereka selesai makan dan berbicara tentang rencana apa yang akan di lakukan ketika liburan nanti. Al dan Queen membereskan piring kotor bersama. Al yang mencuci dan Queen yang mengeringkan. Karena Al tidak mengizinkan Queen terkena air selain mandi. Namun Queen tetap ingin membantu maka Al memerintahkan untuk mengeringkan piring yang sudah di cuci.


"Bagaimana kalau kita menonton?" tanya Al.


"Apakah pekerjaan mu sudah selesai semua?" tanya Queen.


" Yang tadi sudah selesai tapi mungkin di kirim lagi oleh Joy." Jawab Al.


"Ya sudah aku temani mengerjakan tugas kantor. Atau ada yang bisa aku bantu, aku akan membantu." Jawab Queen.


"Benarkah?" tanya Al yang sangat senang Queen seperti sedang membuka diri untuk dekat dengannya.


"Iya, bukannya semakin cepat tugas itu selesai semakin cepat kita pergi?" tanya Queen.


"Tidak perlu membantu ku, cukup temani aku saja." Jawab Al.


"Karena aku tidak bisa apa-apa?" tanya Queen.


"Bukan seperti itu, tugas yang harus di kerjakan hanya beberapa dokumen yang harus aku tanda tangan. Jadi hanya memeriksa keuntungan dan kerugian, dasar hukum bisnis, persentase keberhasilan, dan juga manajemen pengelolaan perusahaan apakah sanggup?" Jawab Al.


"Oh, ya sudah." Jawab Queen.


Mereka berdua yang sudah selesai mencuci piring pergi bersama ke ruang kerja Al.


"Tunggu di sini!" perintah Al yang melihat Queen baru menyadari.


"Kau mau kemana?" tanya Queen.


"Kau belum mengoleskan obat, aku akan membantu mu." Jawab Al yang pergi meninggalkan Queen keluar dari ruang kerja.


"Oh iya, tadi setelah mandi langsung terburu-buru keluar karena Al memanggil untuk makan malam." Jawab Queen yang baru saja menyadarinya.


Al masuk kembali dengan membawa beberapa obat yang telah di berikan oleh dokter yang ada di camp militer.


"Buka baju mu." Jawab Al yang mendekati Queen duduk di sofa.


"Ha? Buka baju?" tanya Queen.


"Aku hanya ingin membantu beberapa luka yang ada di punggung mu. Hal itu tidak bisa di obati oleh mu sendiri." Jawab Al.

__ADS_1


"Hmm, baiklah." Jawab Queen.


Queen membuka bajunya dengan malu-malu. Queen mengarahkan dirinya membelakangi Al. Dan Al duduk di samping Queen, dimana Queen duduk dengan posisi membelakangi Al dengan tidak memakai pakaiannya.


Sedangkan Al dengan santainya menggunakan cutembat untuk meletakkan salep dan meratakan di punggung Queen yang memar. Dan juga memberikan salep luka untuk beberapa goresan yang ada di punggung Queen. Dengan lemah lembut Al melakukan itu.


"Auuu, pelan-pelan." Jawab Queen.


"Apakah itu masih sakit?" tanya Al.


"Masih sedikit perih." Jawab Queen yang kemudian Al langsung meniup lukanya.


"Kau!" ucap Queen yang menoleh ke belakang.


"Hanya meniup lukanya agar tidak sakit." Jawab Al dengan polosnya.


"Laki-laki ini! gak tau aku sudah malu dilihatnya seperti ini." Jawab Queen dalam hati.


"Lakukan dengan cepat." Ucap Queen.


"Tunggu sebentar, sedikit lagi selesai." Jawab Al yang sudah hampir selesai mengoleskan obat.


"Sudah." Jawab Al yang sudah selesai. Queen langsung buru-buru memakai baju.


"Bagaimana dengan luka di tempat lain?" tanya Al.


"Aku bisa melakukannya sendiri." Jawab Queen yang turun dari sofa dan berdiri.


"Baiklah, oleskan luka itu. Jangan sampai lupa lagi, atau aku yang akan mengoleskan semuanya." Jawab Al kepada Queen untuk menggoda ya.


"Iya." Jawab Queen mengambil obatnya dan pergi ke kamar mandi untuk mengoleskan.


Al tertawa kecil melihat Queen yang begitu malu-malu terhadapnya. Al langsung melangkah ke kursi kerja dan mulai bekerja kembali. Setengah jam berlalu Queen datang kembali ke ruang kerja.


"Sudah di oles?" tanya Al.


"Sudah." Jawab Queen.


"Jangan lupa meminum vitamin dan juga obat luka yang bisa mempercepat sembuh." Jawab Al.

__ADS_1


"Iya, iya." Jawab Queen yang langsung mengambil gelas dan air minum yang ada di meja sofa. Minum obat dan duduk melihat kanan dan kiri.


"Kalau sudah selesai minum obat dan bosan hanya duduk di sofa. Pergilah ke rak buku itu, ada beberapa tabloid atau majalah baju, perhiasan yang mungkin mau kau beli." Jawab Al.


"Bagaimana dengan buku mu yang sebanyak itu?" tanya Queen.


Queen melihat seluruh ruang kerja Al dindingnya di kelilingi dengan rak buku dari bawah hingga atas. Rak buku itu tersusun rapi sesuai dengan subjek buku. Ada tangga untuk mengambil buku yang berada di atas. Ruang kerja yang hanya khusus untuk kerja. Hanya ada meja kerja, kursi kerja, sofa dan meja. Lemari kecil yang berisi pulpen, carger laptop, dan peralatan kantor lainnya. Selebihnya adalah buku-buku.


"Kalau tertarik silahkan di baca, kalau bosan juga bisa keluar ke balkon untuk melihat bintang malam. Hanya saja aku menyarankan untuk tidak terlalu lama di luar, angin malam tidak baik untuk tubuh walaupun ini masih pukul delapan malam." Jawab Al.


"Lakukan saja pekerjaan mu. Aku akan melakukan yang ingin aku lakukan." Jawab Queen.


"Iya." Jawab Al kembali fokus terhadap tugasnya.


Sedangkan Queen memutari rak buku. Melihat sari satu rak ke rak lain, membaca judul buku dari punggung buku. Yang dapat di lihat oleh nya dari bawah namun tidak koleksi buku yang di atas. Queen mengambil sebuah buku komik.


"Detektif Conan?" tanya Queen dalam hati melihat sebuah rak yang berisi segala versi detektif Conan.


"Sharelock Holmes?" tanya Queen yang melihat di samping rak koleksi Detektif Conan itu koleksi Sharelock Holmes.


Queen mengambil dua buku dari masing-masing rak dan subjek itu. Kemudian Queen membuka jendela ruang kerja dan duduk di kursi balkon.


"Bisa juga Al membaca ini?" tanya Queen dalam hati.


"Tapi aku beruntung juga bisa membaca versi ini karena sudah lama aku mencarinya namun tidak dapat di toko buku tempat ku tinggal." Jawab Queen dalam hati.


Karena koleksi yang di baca oleh Queen itu adalah koleksi limited edition. Di tambah buku itu ada tanda tangan penulisnya. Queen tertawa kecil dengan wajah senang bisa membacanya. Al yang melihat Queen melangkah ke arah balkon dengan tersenyum membuatnya juga tersenyum.


"Apa yang di temukan oleh nya sehingga membuatnya tersenyum seperti itu?" tanya Al dalam hati ketika melirik Queen.


Mereka berdua fokus pada pekerjaan yang mereka lakukan. Queen fokus membaca komik detektif Conan sedangkan Al fokus mengerjakan kerjaan kantor. Hingga beberapa saat berjalan Queen merasa dirinya ingin memakan sesuatu sambil menikmati bacaan dalam cerita buku. Queen meletakkan buku itu dan berjalan ingin ke dapur mengambil sesuatu yang bisa di makan.


"Apakah kau ingin sesuatu biar aku ambilkan atau buatkan?" tanya Queen kepada Al.


"Susu hangat saja." Jawab Al.


"Biskuit atau cemilan lainnya?" tanya Queen.


"Tidak. Aku tidak suka mengemil." Jawab Al.

__ADS_1


"Oke." Jawab Queen.


__ADS_2