
"Hahahaha." Queen tertawa setelah melihat video yang ada di tablet Al dan juga melihat berkas yang ada di atas meja.
Al, Sam dan Joy saling bertatapan satu sama lain karena bingung melihat ekspresi yang dikeluarkan oleh Queen. Queen tertawa dengan lepas lalu menghentikan tawanya melihat wajah ketiga orang yang ada di hadapan sedang bingung.
"Aku hanya tertawa dengan alasan lelaki kejam ini. Berani-beraninya membunuh ayah dan ibu ku dan semua itu hanya karena sebuah harta warisan. Lihat saja pembalasan yang akan aku berikan kepadanya." Jawab Queen kepada mereka.
"Jadi apa yang ingin kau lakukan?" tanya Al, Joy dan Sam bersamaan.
"Gampang, ungkapkan saja semua ini kepada kakek. Aku hanya ingin mengetahui reaksi kakek. Setelah itu, baru lakukan apa yang harus di lakukan." Jawab Queen.
"Tapi Queen." Jawab Al.
"Ada apa? Jangan campuri urusan pribadi ku. Tapi aku berterimakasih kepada kalian yang telah membantu. Cukup sampai di sini saja." Jawab Queen yang langsung berdiri dan pergi meninggalkan restoran tanpa makan lebih dulu. Padahal pelayan restoran berpapasan dengan Queen. Queen keluar dari ruangan, pelayan restoran masuk ke dalam ruangan mereka.
"Al kau tidak mengejar ya?" tanya Sam dan Joy.
"Aku yakin dia baik-baik saja. Aku mengerti perasaan dia saat ini. Lebih baik dia sendiri lebih dulu. Lagian kita bisa mengawasinya." Jawab Al.
"Fiuhhh. Aku kira tuan melepaskan kakak ipar begitu saja. Ternyata sudah memerintah orang untuk mengikutinya." Jawab Sam.
"Kenapa?" tanya Al.
"Lupa dengan siapa identitas Biel itu siapa?" tanya Joy.
Al mulai berfikir.
"Ahhhh, aku lupa." Jawab Al.
"Tunggu, kau mau kemana?" tanya Sam dan Joy.
"Tentu saja menjemputnya." Jawab Al.
"Lebih baik kita mengurus segala pergerakan Biel di Negera ini. Bukanya dia sudah mulai melebarkan sayap ya keluar negeri? Setelah kita membereskannya, kita baru menemui Queen." Jawab Sam.
"Kita juga sudah menyiapkan semuanya. Untuk mengumpulkan semua bukti itu kita juga harus bertindak agar membantu Queen." Jawab Joy.
"Kalian benar. Kita bergerak sekarang?" tanya Al.
"Tentu." Jawab mereka berdua.
__ADS_1
Sam yang selalu humoris ini mengeluarkan uang tunai untuk memberikan bayaran atas makanan yang mereka pesan. Tidak lupa membawa pancake dan salad buah.
"Ambil ini Joy. Makan di mobil." Jawab Sam memberikan kepada Joy yang bersama dengannya berjalan. Sedangkan Al sudah keluar lebih dulu dari mereka.
Queen yang sudah berada di dalam taksi pergi menuju ke rumah Abraham. Dalam perjalan Queen juga sudah menelpon John untuk memberitahu semuanya.
Saat Queen sampai di rumah, John juga sampai di rumah. Saat itu Queen sudah menunggu John di ruang tamu.
"Akhirnya kakek datang juga." Jawab Queen.
"Ada hal penting apa yang ingin Queen katakan kepada kakek?" tanya John.
"Ada sesuatu yang ingin Queen tunjukkan kepada Kakek. Tapi bisakah kita hanya berdua saja, aku ingin memberikan momen keluarga tanpa ada orang lain." Ucap Queen yang melihat ada Zaki ada di samping John.
John mengerti apa yang di maksud oleh Queen.
"Anak ini mungkin tidak enak jika Zaki terus berada di dekat ku." Jawab John dalam hati sambil melirik ke arah Zaki.
"Zaki, kau boleh pulang cepat hari ini. Aku ingin me time dengan cucu ku." Jawab John.
"Tapi tuan?" tanya Zaki yang tidak bisa meninggalkan John.
"Baiklah." Jawab John yang menunduk kepalanya dan berpamitan kepada John.
Queen langsung mendekati John untuk menggantikan Zaki mendorong kursi roda John.
"Aku akan membuka topeng asli mu." Jawab Queen dengan bersuara kecil di dekat Zaki sehingga membuat Zaki bingung dengan kalimat yang di katakan oleh Queen kepadanya.
Zaki ingin bertanya apa maksud yang telah diucapkan oleh Queen. Namun, Queen sudah mendorong John menjauh darinya.
"Apa yang sebenarnya maksud Queen?" tanya Zaki dalam hati.
Queen membawa John keluar dari rumah dan berjalan-jalan ke arah halaman rumah.
"Kita mau ke mana sebenarnya?" tanya John.
Queen menghentikan kursi roda dan berjalan ke hadapan John lalu jongkok untuk berlutut di hadapan John.
"Kakek apa sudah siap mengetahui kebenaran yang selama ini ingin kakek ketahui?" tanya Queen.
__ADS_1
"Maksud ya Queen?" tanya John tidak mengerti maksud Queen.
"Apakah kakek akan siap mengetahui siapa dalang dari kematian ibu dan ayah?" tanya Queen dengan wajah yang serius.
"Maksud ya kau mengetahui siapa yang telah membunuh anak ku? Jadi kecurigaan ku tentang kecelakaan itu benar?" tanya John yang terkejut.
"Sekali lagi aku bertanya. Apakah kakek sudah siap mengetahuinya?" tanya Queen.
"Tentu, aku ingin mengetahui ya. Aku hanya ingin memberikan keadilan kepada anak ku, aku ingin menebus dosa ku." Jawab John dengan wajah yang serius dengan tekat yang kuat.
"Aku harap kakek menepati janji itu. Dan aku berharap kakek akan baik-baik saja setelah mengetahui kebenaran." Jawab Queen.
Queen berdiri dan mendorong kembali kursi roda John. Queen membawa John di depan pintu ruang pabrik kayu yang seperti villa Biel itu.
"Kenapa kita ada di ruang kerja kayu Biel?" tanya John.
"Kakek akan mengetahui kebenaran sebentar lagi." Jawab Queen yang membuka pintu itu. Karena Queen sudah mengetahui password pintu. Saat Queen masuk, Queen juga membuka pintu ruang bawah tanah.
"Ini? Apa ini? Aku baru mengetahui di ruangan ini ada ruangan bawah tanah lagi?" tanya John yang terkejut dengan apa yang di lihatnya.
"Kakek bisa berjalan untuk turun ke bawah?" tanya Queen.
"Kenapa kita harus ke bawah?" tanya John
"Karena di bawah sana, kakek akan mendapatkan jawaban yang kakek cari." Jawab Queen.
"Bisa. Aku minta bantuan mu untuk turun ke sana." Jawab John
"Tentu, aku akan membantu kakek turun ke tangga itu." Jawab Queen yang membantu John berdiri dan turun selangkah demi selangkah.
Sangat terkejut sekali John melihat Mading yang terlihat jelas di ruang bawah tanah itu.
"Kakek bisa melihat ya dengan jelas apa yang ada di mading itu. Itulah salah satu bukti yang harus aku tunjukan kepada kakek saat ini." Jawab Queen.
"Apa maksud ya ini Queen? Kenapa ada foto ibu mu, ayah mu, perusahan kakek, nenek mu dan berita kematian ibu mu bahkan ada foto Zaki juga?" tanya John yang melihat Mading itu. John berjalan ke arah Mading untuk melihat dengan jelas apa yang di lihat ya itu benar atau tidak.
"Laki-laki kejam yang membunuh orangtua ku adalah paman Biel. Anak tiri Kakek, anak yang sudah kakek dan nenek anggap sebagai anak sendiri, benarkah?" tanya Queen.
"Apa? Kau sedang tidak main-main Queen?" tanya John yang wajah ya terkejut dengan apa yang dikatakan oleh Queen.
__ADS_1