
"Fiona!" panggil Serli dengan mengetuk pintu kamar Fiona.
"Iya Bu." Jawab Fiona yang keluar dari kamar.
"Bantu ibu membawa beberapa cemilan untuk tamu kita." Jawab Serli
"Oke." Jawab Fiona yang menutup pintu kamarnya lalu mengikuti Serli berjalan menuju dapur.
Mereka harus melayani sendiri tamu yang datang karena pelayan mereka sudah pulang. Tadinya karena ada pesta, jadi Serli memerintahkan pelayan untuk pulang lebih cepat.
Serli dan Fiona membawakan beberapa biskuit dan jenis cemilan lainnya beserta jus jeruk yang sudah ada di dalam kulkas dituangkan ke dalam gelas. Mereka berdua membawanya ke meja tamu.
"Ada hal apa yang membuat Tuan Zaki datang ke rumah kami?" tanya Samuel.
"Aku ingin meminta bantuan sedikit kepada kalian terutama kepada Fiona." Jawab Zaki yang saat itu melihat Fiona dan Sherly membawakan makanan kepada mereka.
"Kenapa ku?" tanya Fiona yang terkejut meletakkan biskuit yang ada di dalam toples dan di letakkan di atas meja.
"Tuan John berharap kalian bisa membujuk Queen untuk datang ke pesta pada malam hari ini." Jawab Zaki.
"Queen? Kenapa kami harus membawanya ke pesta Tuan John?" tanya Fiona yang mempertanyakan mengapa harus mengajak Queen ke pesta ulang tahun John.
"Sedikit rumit untuk dijelaskan tetapi kami mohon bantuan dari kalian untuk melakukan hal itu." Jawab Zaki.
"Kami akan mengusahakan." Jawab Samuel.
"Baiklah. Aku hanya menyampaikan hal itu saja." Jawab Zaki yang berdiri dan berpamitan kepada mereka untuk pergi dari rumah mereka tanpa meminum dan juga memakan makanan yang telah disediakan oleh Serli dan juga Fiona.
"Hati-hati di jalan tuan Zaki." Jawab Samuel yang mengantar Zaki ke depan pintu hingga ia masuk ke dalam mobil.
"Ayah, apa yang Ayah lakukan?" tanya Fiona.
__ADS_1
"Fiona, saya tidak mengetahui apa maksud mereka tapi sepertinya itu sangat penting jadi apa salahnya jika kita membantu mereka." Jawab Samuel.
"Tapi bagaimana aku harus membujuk Queen untuk ikut bersama dengan kita sementara Queen memiliki sifat yang sulit untuk diajak ke mana-mana."Jawab Fiona kepada Samuel untuk memberitahukan situasi yang selama ini dirasakan olehnya.
"Lakukanlah semampumu Fiona. Karena ini menyangkut tentang kerjasama kita bersama dengan keluarga Abraham. Ayah mohon, selama ini ayah tidak pernah meminta apapun darimu jadi untuk kali ini lakukanlah permintaan Ayah." Jawab Samuel.
Fiona menghembuskan nafasnya lalu pergi ke dalam kamarnya tanpa berkata apa-apa.
"Kau terlalu keras kepadanya Samuel." Jawab Serli yang memarahi Samuel saat memaksa Fiona untuk mengajak Queen.
Fiona mengunci pintu kamarnya dan tidak ingin di ganggu. Fiona sedang bingung tentang apa yang harus dilakukan olehnya. Disisi lain dia memikirkan permintaan dari Samuel sang ayah dan di sisi lain ia memikirkan tentang ku inti yang menjadi teman pertama perempuannya.
"Ini adalah pilihan yang sulit." Jawab Fiona dalam hati.
"Baiklah aku sudah memilih." Jawab Fiona dalam hati setelah 1 jam berpikir keras untuk memilih pilihan yang harus dipilih olehnya.
Fiona mengambil ponselnya lalu menelepon Queen. Ia membujuk Queen dengan sekuat tenaga untuk membuatnya mengiyakan ajakan Fiona.
"Baguslah." Jawab Fiona yang telah mematikan ponselnya lalu bersiap-siap keluar mengambil tasnya dan membuka pintu kamar.
"Aku akan melakukan permintaan Ayah tapi hanya untuk kali ini saja. Ini yang terakhir kalinya." Jawab Fiona.
"Lalu mau ke mana sayang memakai baju seperti ini?" tanya Serli.
"Aku akan berusaha mengajak Queen ke pesta. Dan sekarang aku akan bertemu dengannya. Ayah dan ibu perlu lebih dulu. Dan suruh pak supir menjemput ku nanti dan mengantarkan ke pesta itu." Jawab Fiona dengan buru-buru pergi.
Fiona dan Queen janjian bertemu di hotel terbesar di kota A. Fiona yang sudah menunggu di sebuah kafe kecil yang berada di lantai bawah mall. Queen yang baru saja tiba berjalan menuju ke tempat Fiona.
"Akhirnya kau datang juga." Jawab Fiona.
"Hal penting apa yang ingin kau katakan?" tanya Queen.
__ADS_1
"Queen please kali ini ikut dengan ku." Jawab Fiona.
"Ikut kemana?" tanya Queen.
"Kau masih ingat bahwa ayah dan ibu ku mengajak aku untuk ikut bersama dengan mereka di sebuah pesta?" tanya Fiona.
"Iya." Jawab Queen.
"Jika aku ikut bersama dengan mereka, aku akan mengalami hal-hal seperti sebelumnya yaitu keadaan yang membosankan. Jadi ku mohon, kali ini aku sudah memiliki teman seperti mu. Jadi temani aku di pesta itu agar aku tidak merasa sendirian." Jawab Fiona memohon kepada Queen.
"Kenapa aku harus ikut untuk menemani mu?" tanya Queen
"Jika aku pergi sendiri, Ayah dan Ibu pasti akan sibuk menyiapkan kamu sepanjang acara sedangkan aku hanya duduk dan menikmati makanan saja. Aku tidak menyukai hal itu. Tapi jika aku tidak ikut, ayah dan ibu akan sangat marah. Peran ku di sana hanya seperti pajangan saja. Dan membiasakan aku untuk bersosialisasi dengan orang-orang seperti mereka." Jawab Fiona.
"Jadi ku mohon ikutlah dengan ku agar aku bisa berbaur dengan lingkungan namun tidak merasa sendirian. Kau cukup duduk dan menikmati makanan untuk menemani ku.Bukan kah kau sangat menyukai makanan?" tanya Fiona lagi.
"Baiklah, aku akan membantu mu kali ini. Tapi ingat hanya kali ini saja." Jawab Queen yang melihat Fiona begitu frustasi untuk membujuknya.
"Iya janji. Makasih Queen." Jawab Fiona dengan memeluk Queen yang duduk di sampingnya.
"Ah maaf." Jawab Fiona melepaskan pelukannya.
"Jam berapa kita pergi ke pesta?" tanya Queen.
"3 Jam lagi. Aku sengaja mengajakmu bertemu dengan karena ingin berbelanja gaun yang akan kita pakai pada malam hari dan sedikit berhias. Jadi bisakah kita pergi?" tanya Fiona.
"Terserah mu. Tapi aku tidak ingin di make-up atau apalah itu. Terserah aku mau memakai baju apa dan juga seperti apa." Jawab Queen.
"Iya, iya aku tidak akan memaksa mu untuk memakai gaun dan juga ikut ke salon dan lainnya." Jawab Fiona.
"Baiklah." Jawab Queen yang berdiri lalu Fiona langsung mengajaknya berjalan menuju ke sebuah toko pakaian yang menjual beberapa gaun di lantai 5.
__ADS_1
Mereka memasuki toko pakaian untuk memilih gaun yang di pakai pada pesta malam ini. Fiona dengan antusias mencoba beberapa pakaian. Sementara Queen hanya melihat-lihat saja pakaian di toko hingga berhenti di sebuah gaun berwarna hitam polos namun terlihat elegan. Queen mengambil gaun itu yang tergantung dari jajaran pajangan gaun di toko.
"Kau suka itu Queen? Coba saja." Ucap Fiona yang baru saja keluar dari ruang ganti pakaian dan melihat Queen yang sedang memegang sebuah gaun berwarna hitam.