
Al yang melihat isi dari paket itu berhenti bergerak beberapa detik. Ia bernapas kembali dengan menghembuskan nafasnya. Mengambil sapu tangan dari saku kemeja bajunya dan mengambil pistol yang ada di dalam.
"Bos!" panggil Joy kepada Al. Al menghentikan Joy untuk mendekati dirinya dengan mengangkat tangan kirinya.
Al meletakkan kembali pistol yang diambil olehnya. Al mengambil kembali heroin yang ada di dalam paket itu dengan sapu tangannya. Lalu meletakkannya kembali. Al mengambil Flashdisk yang berwarna hitam dan meletakkannya kembali. Al surat yang ada di dalam paket itu menggunakan sapu tangannya.
"Bagaimana hadiah pertemuan yang aku kirimkan di hotel? Aku menepati janji mengirimkan hadiah kembali melalui paket ini. Silahkan di lihat isi dari flashdisk. Semoga suka. atas nama: Zerico." Isi surat singkat yang ada di dalam paket.
"Bawakan aku laptop sekarang juga. Joy, berikan ini kepada Sam. Jangan sampai kalian menyentuh heroin ini. Dan kalian sterilkan tempat ini dengan baik. Bakar paket itu di dalam tong yang tertutup. Joy ingat aku ingin malam ini hasil lab heroin itu selesai." Jawab Al.
"Baik." Jawab mereka semua bersama-sama.
Mereka langsung pergi meninggalkan halo sendiri dan mengerjakan apa yang diperintahkan olehnya.
Satu orang datang membawa sebuah laptop yang diperintahkan oleh Al kepadanya. Dan beberapa orang lainnya menyiapkan sebuah meja kecil beserta dengan kursi sedikit menjauh dari tempat itu namun tetap dalam satu ruangan.
"Tuan silahkan."
Al langsung mengikuti orang itu menunjukkan tempat duduknya.
"Laptop ini tidak memiliki data yang penting?" tanya Al.
"Itu laptop saya." Jawabnya.
"Berikan aku laptop baru tanpa ada data." Jawab Al.
"Baik tuan." Jawabnya.
Al menunggu mereka mendapatkan laptop baru yang tidak memiliki data di dalam.
"Mengapa harus laptop baru si?" Gumam salah seorang itu.
"Kita ikuti saja kemauan pria bertopeng itu karena bos aja memanggilnya dengan bos. Bos hormati pria itu dengan Aku pastikan bahwa dia adalah Tuan yang bicarakan banyak orang." Jawab salah seorang lagi.
"Iya juga. Tapi bagaimana kita mendapatkan laptop baru secepat mungkin di tempat seperti ini." Jawabnya yang bingung mencari laptop baru.
"Tunggu, bukannya dia lagi di luar. Aku akan mengatakan kepadanya." Salah seorang yang mengingat bahwa temannya berada di luar untuk membeli ponsel baru. Ia memerintahkan temannya itu untuk membelikan sebuah laptop dan mengantarnya dengan cepat kemari.
Dengan kehebohan yang terjadi pada waktu ini, akhirnya mereka mendapatkan laptop baru itu.
__ADS_1
"Tuan ini laptop yang kau minta. Baru saja di belikkan olehnya."
"Uang ganti minta saja kepada Joy atas perintah ku." Jawab Al.
"Baik tuan." Jawabannya.
"Kalian semua tinggalkan saja ruangan ini. Aku ingin memeriksa sendiri. Jangan ganggu." Jawab Al dengan tegas kepada Mereka untuk mengosongkan gudang.
"Baik tuan." Jawab mereka semua.
Mereka meninggalkan gudang atas perintah Al.
"Seperti rumor yang beredar bahwa dia memang benar-benar orang yang misterius."
"Iya. Tapi aku masih penasaran dengan alasan mengapa ia meminta laptop baru jika hanya untuk mengecek sebuah isi dari flash disk itu."
"Mungkin untuk menghindari masalah yang memungkinkan. Seperti yang ada di drama drama bahwa menyebarkan virus data bisa menggunakan flash disk."
"Iya aku juga pernah dengar."
"Iya mungkin seperti itu "
Saat Al sudah menghidupkan laptop dan layar yang tampil adalah layar biasa, tapi saat flash disk itu ditancapkan ke laptop. Tiba-tiba layar laptop berubah menjadi hitam dan bermunculan tulisan-tulisan bahasa pemrograman.
"Hahahha, sesuai dengan dugaanku bahwa kalian ingin membuatku penasaran Dan di saat itu juga kalian membuat celah mendapatkan sesuatu yang bisa digunakan untuk menekan ku." Jawab Al tertawa melihat layar laptop seperti itu.
Al membiarkan layar itu begitu saja tanpa ada tindakan untuk melakukan pencegahan apapun. Al menunggu layar itu begitu saja hingga 10 menit lebih belum juga selesai. Ponsel Al yang berdiri dengan kencang pengisi suara dalam gedung. Al menjauh dari laptop itu lalu mengangkat panggilan dari ponselnya.
"Kenapa bisa terjadi?" tanya Sam.
"Bukan kah kau sudah mendengar penjelasan dari Joy?" tanya Al.
"Baiklah. Aku akan melakukan pengecekan sekarang ke laboratorium. Kau Jangan bertindak gegabah ketika kami tidak ada." Jawab Sam memperingati Al untuk tidak bertindak sendiri.
"Lakukan saja apa yang Aku perintahkan kepada kalian. Jika sudah selesai maka segeralah kemari." Jawab Al mematikan ponselnya.
Beberapa saat, Al yang terus-menerus menunggu laptop itu yang terus menerus menampilkan bahasa pemrograman. Hingga Pagi berganti malam. Joy dan Sam juga telah tiba di pelabuhan juga.
"Dimana dia?" tanya Sam kepada orang yang ada di depannya gudang.
__ADS_1
"Di dalam." Jawab mereka saat melihat yang bersama dengan Joy yang bersama dengan Sam.
Joy dan Sam masuk ke dalam gudang. Melihat Al malah tertidur di atas meja, sedangkan laptopnya di lantai.
"Laki-laki ini benar-benar...!" Jawab Sam yang kesal dengan tingkah laku Al.
"Kalian sudah sampai?" tanya Al yang membangunkan kepalanya.
"Apa yang kau lakukan?" tanya Sam.
"Tidur. Aku sudah menunggu entah kapan mereka selesai dengan laptop itu." Jawab Al menunjukkan laptop yang ada di lantai.
"Mereka mencoba meng-hacker data penting milik perusahaan Alaric?" tanya Sam.
"Seperti yang kau lihat." Jawab Al.
"Lalu kenapa di biarkan?" tanya Joy.
"Seperti biasa kau yang paling lemot. Al sudah menebak tindakan mereka sehingga ia membuat jebakan untuk mereka." Jawab Sam.
"Jebakan?" tanya Joy.
"Al menggunakan laptop baru yang tidak memiliki data apapun di dalamnya. Sedangkan WFI yang digunakan pada dermaga ini adalah wfi milik pemerintahan. Jika Mereka mencoba untuk meretas WFi negara, itu sama saja mereka sedang mengajukan surat penangkapan untuk mereka. Selain itu, Al sedang membuat IP yang ada di dalam laptop itu setiap jamnya akan berganti area. Jam pertama di wilayah A, jam ke dua di wilayah B dan seterusnya." Jawab Sam.
"Jadi bagaimana dengan hasilnya?" tanya Al kepada Sam.
"Aku baru mengerti. Kalian benar-benar dua sepaket yang bisa bersatu." Jawab Joy.
"Tapi bagaimana dengan bekas paket itu?" tanya Joy.
"Aku sudah mengeceknya sendiri bahwa mereka sudah membakarnya sesuai dengan intruksi ku." Jawab Al
"Ada apa sebenarnya?" tanya Joy.
"Kami belum menceritakan bahwa beberapa hari yang lalu, mereka memberikan sebuah kejutan kepada kami di hotel Al pinggir pantai perbatasan kota. ...." Sam menceritakan kepada Joy.
"Dan untuk hal ini, Al lakukan untuk menghindari kalian dari terkena dengan racun pada heroin ini." Jawab Sam.
"Jadi itulah mengapa membakar semua bekasnya dan juga mengambilnya dengan sapu tangan?" tanah Joy.
__ADS_1
Al dan Sam menganggukkan kepalanya memberikan penjelasan kepada Joy.