
"Jangan khawatir dengan mereka semua. Kalau mau cepat keluar dari sini maka diam dan lihat saja." Jawab Sam untuk menenangkan Fiona. Fiona mengangguk kepalannya.
Tim Forensik yang sudah tiba di dalam kantor polisi langsung menuju ke tempat Paz yang sudah menunggunya. Tim Forensik membawa beberapa berkas tercetak yang berisi tentang data mayat itu dan juga foto-foto sebagai bukti.
"Pak kepala kami sudah ke rumah sakit Sam, dan ini data yang perlu kami ambil dari sana." Jawab mereka yang tidak mengenali bahwa semua Sam ada di sana.
"Bagus. Kalian boleh kembali ke kantor pusat " Jawab Paz.
"Baik pak Kepala." Jawab mereka yang melihat sekitar bahwa didalam ruangan ada dua orang asing namun familiar. Sam hanya tersenyum tipis ketika mereka melihat. Dan mereka tidak berani untuk bertanya lebih lanjut karena langsung pergi dari tempat itu.
"Ada gunanya juga aku belum melenyapkan mayat itu." Jawab Sam.
"Semua adalah perintah tuan besar " Jawab Paz yang mengklasifikasi hal ini agar Sam tidak berfikir hal lain.
"Aku sudah mengerti. Pasti ulah dia." Jawab Sam.
Baru saja tim Forensik tiba, tim penyelidik juga datang membawa data yang ada di dalam flashdisk.Yang berisi sebuah CCTV lengkap tanpa ada sistem yang di rentas.
"Pak, ini adalah video lengkap CCTV yang kami dapatkan dari hotel." Jawab Mereka.
"Baguslah. Kalian bisa kembali ke kantor pusat." Jawab Paz
"Baik pak." Mereka juga melakukan hal yang sama seperti tim forensik yang ingin bertanya siapa yang ada di dalam ruangan itu. Namun karena tidak ada keberanian, mereka keluar dari ruangan.
"Kerja mu bagus juga. Tidak sia-sia." Jawab Sam.
"Tuan tidak perlu memuji, ini memang sudah seharusnya." Jawab Paz.
"Apa yang kakak bicarakan dengannya?" tanya Fiona yang berbisik.
"Tidak apa-apa." Jawab Sam.
Di sisi lain, Al dan Queen sudah tiba di depan kantor cabang kepolisian daerah ini. Al lagi-lagi menggunakan penyamarannya dengan menggunakan masker.
"Kau?" tanya Queen lahiran saat Al menggunakan masker.
"Ayo masuk." Jawab Al yang di ikuti Joy masuk ke dalam ruangan.
"Bapak juga mencari Sam?" tanya seseorang.
"Iya."
__ADS_1
Mereka langsung mengikuti orang itu menuju ke ruangan Sam ada.
"Queen?" panggil Fiona yang terkejut saat melihat Queen masuk ke ruangan.
"Fiona!" panggil Queen juga.
"Apa yang kau lakukan di sini?" tanya Mereka berdua secara serentak.
"Queen, pergi keluar sebentar dan bawalah Fiona keluar." Jawab Al.
"Fiona kita keluar untuk bicara." Jawab Queen.
Fiona mengikutiku untuk keluar ruangan dan mereka yang ada di dalam ruangan mulai berdiskusi.
"Bagaimana dengan situasi saat ini?" tanya Al.
"Aku sudah menyerahkan semua bukti kepadanya untuk dapat membersihkan nama baik Anda di publik." Jawab Paz
"Baguslah. Kerjakan sekarang klarifikasinya." Jawab Al.
"Tuan, boleh saya berbicara?" tanya ketua kepolisian kantor itu dengan yang wajah pucat dan sangat ketakutan untuk bertanya mendapatkan izin berbicara dengan Al.
"Silahkan." Jawab Al.
"Kau benar, kita tidak memiliki bukti apapun untuk mengklarifikasi hal itu. Tapi kita bisa menutupi dengan berita lainnya. Bukankah menutupi sebuah berita dengan berita yang akan menjadi pencarian nomor satu." Jawab Al.
"Baik tuan." Ucapnya untuk langsung memasukkan berkas bukti dan membuat video secara langsung dalam klasifikasi bukti yang ada.
Sementara di luar,
"Apa yang kau lakukan di sini?" tanya Queen.
"Kau masih ingat yang aku katakan bahwa aku hanya memiliki seorang teman yang ku panggil kakak dan hanya kau?" tanya Fiona.
"Iya."
"Dia orang yang ku maksud." Jawab Fiona jalan menuju ke arah Sam. Ruangan itu memang hanya sebatas kaca putih bening saja sehingga seseorang yang berada di luar dapat melihat apa yang ada di dalam.
"Jadi dia orangnya? lalu kenapa kemari?" tanya Queen.
"Iya. Tentu saja ingin melihat keadaannya, aku mendengar berita bahwa dia telah membunuh seseorang. Hal itu membuatku tidak mempercayai orang sebaik dia mampu membunuh seseorang. Di tambah bahwa profesi dia adalah dokter." Jawab Fiona.
__ADS_1
"Jadi karena masalah itu juga?" tanya Queen.
"Iya.Lalu kau kenapa di sini? Tapi tunggu dulu, maksud dari masalah itu juga?" tanya Fiona.
"Sedikit urusan dengan mereka." Jawab Queen.
"Urusan dengan mereka maksud ya dengan Kakak Sam juga?" tanya Fiona.
"Jadi namanya adalah Sam. Fiona kau mempercayai ku?" tanya Queen.
"Kenapa bertanya seperti itu?" tanya Fiona.
"Jawab saja." Jawab Queen.
"Percaya." Jawab Fiona.
"Bagus. Kau tunggu di sini sebentar. Aku ingin masuk ke dalam dan menyelamatkan Kakak mu itu." Jawab Queen yang sebenarnya tidak ingin melibatkan Fiona mengetahui tentang kejadian malam itu.
"Baiklah." Jawab Fiona yang terdiam karena saat itu Queen langsung masuk ke dalam. Dan ia hanya mengikuti perintah dari Queen untuk tetap di luar.
"Kalian tenang saja, soal kejadian yang terjadi pada malam itu di arena balap. Aku memiliki buktinya." Jawab Queen yang tiba-tiba masuk ke dalam ruangan itu memotong pembicaraan mereka.
"Maksud mu?" tanya mereka semua.
"Aku butuh laptop itu." Jawab Queen menunjuk sebuah laptop yang ada di meja itu. Al langsung memberikan laptop itu. Hal itu juga membuat Paz heran, baru kali ini Al mau di perintahkan oleh orang lain.
Queen langsung mengeluarkan flash disk yang ada di dalam tas kecil miliknya. Memasukkan flashdisk ke dalam laptop itu. Flashdisk itu berisi beberapa video. Queen memilih sebuah video dan memutar sebuah video tersebut.
"Kalian bisa lihat, apa ini bisa sebagai bukti?" tanya Queen yang membelikan laptopnya ke arah mereka dengan memutarkan sebuah video di mana Queen merekam kejadian saat mereka sedang membunuh seorang delivery.
"Jadi itulah mengapa kau berada di ujung jurang mengatakan bahwa seorang jatuh ke bawah?" tanya Al. Queen hanya menganggukkan.
"Bagaimana, apakah itu bisa? tanya Queen saat mereka masih asyik melihat video yang durasinya sudah beberapa orang sedang menyuntikkan sesuatu ke dalam minuman kaleng.
"Kau juga mendapat video ini?" tanya ketua itu.
"Ini sudah bisa menjadi bukti bahwa peredaran narkotika ini tidak ada hubungannya dengan tuan Al maupun tuan Sam." Jawab Paz.
"Bukan hanya itu." Jawab Queen yang mengambil laptopnya lagi lalu memutar video kedua yang berisi tentang pertikaian mereka bersama dengan Zerico. Walaupun tidak keseluruhan terlihat, tapi pertikaian itu jelas bahwa Sam sedang melerai anggota Zerico.
"Dari mana kau mendapatkan ini?" tanya Al dengan melihat Queen dengan senyum tipis yang tertutup oleh topeng yang digunakan oleh ya.
__ADS_1
"Video pertama aku ambil dari ponselku sendiri di mana aku aku berada di atas pohon. Sedangkan Video kedua aku dapatkan dari kamera ya terpasang di helm sepeda motor yang tersambung langsung ke driver ponsel." Jawab Queen.