Gadis Monochrome

Gadis Monochrome
Episode 190


__ADS_3

"Tidak perlu banyak pria yang mencintai ku. Aku hanya perlu satu pria yang mencintai ku dengan cara bersyukur memiliki aku sebagai wanita yang ia cintai tanpa perlu mencintai wanita lain lagi selain ibu dan saudara perempuannya. Dan Pria yang tidak akan meninggalkan aku selamanya selain kematian."


Sementara Al yang berada di warnet sudah selesai melakukan sebuah rencana. Ponsel Al berdering, Stella menelpon Al.


"Ada apa Ma?" tanya Al kepada Stella.


"Mama hanya ingin memberitahu bahwa Queen sedang berada di mall. Saat ini hanya belanjaannya saja yang datang ke rumah. Kata supir taksi yang mengantar belanjaan ini, Queen masih berada di Mall. Ayah juga sudah sampai di rumah." Jawab Stella.


"Baik Ma, Al yang akan menjemput Queen." Jawab Al kepada Stella.


"Baguslah kau mengerti maksud mama." Jawab Stella kemudian mematikan ponselnya.


Al yang langsung membayar uang sewa komputer yang di pakai olehnya kepada penjaga warnet. Al langsung pergi menuju Mall yang bertepatan tidak jauh dari Al berada. Hanya membutuhkan waktu setengah jam saja kesana.


.....


Queen yang sedang duduk menunggu pesanan datang menyokong dahu dengan tangan kanan dan melihat pemandangan di luar jendela kaca cafe. Terutama yang di lihat adalah matahari yang mulai terbenam.Secara tiba-tiba seseorang lelaki mendekati Queen. Lelaki itu tiba-tiba duduk di depan Queen.


"Queen Alexsa?" tanya lelaki itu yang duduk di kursi depan Queen. Queen menolehkan wajahnya untuk melihat seseorang yang memanggil dia. Dengan tatapan dingin, Queen tetap diam melihat seseorang yang ada di hadapannya.


"Kau sudah lupa dengan ku Queen?" tanya lelaki itu dengan menunjukkan wajahnya.


"Andrea Hirata. Teman satu kelas kamu di SMP." Jawab lelaki itu yang mengaku dengan nama yang ia sebutkan sebagai teman Queen di waktu sekolah menengah pertama ( SMP).


"Oh." Jawab Queen.


"Hahahah, kau tetap sama seperti dulu. Cuek dan tidak banyak berbicara." Jawab Andrea dan Queen tetap diam dan hanya melihat wajah lelaki itu saja dengan tatapan tanpa ekspresi.


"Apa yang kau lakukan di tempat ini?" tanya Andrea dengan terkejut melihat Queen berada di tempat ini.

__ADS_1


"Hanya liburan saja." Jawab Queen.


"Liburan?" tanya Andrea yang heran.


"Bukannya kau selalu tidak ingin pergi dari desa?" tanya Andrea dan Queen tetap diam saja.


"Baiklah aku tidak akan bertanya lebih banyak. Tapi aku hanya ingin mengatakan sesuatu kepada mu bahwa alumni angkatan kita mengadakan acara reuni. Aku harap kau bisa datang dan juga bawa pasangan mu. Aku harap aku dapat melihat siapa pasangan seorang primadona sekolah. Aku hanya ingin melihat kau yang sekarang. Aku harap kau bisa datang." Jawab Andrea dengan memberikan surat undangan kepada Queen.


"Tuan kita harus segera pergi." Jawab seseorang yang mendekati Andrea.


"Ingat, datanglah ke acara reuni karena semua orang ingin melihat mu yang sekarang. Sesuai dengan janji yang kau ucapkan kepada kami bahwa kami semua tidak layak menjadi pasangan mu, jadi kami ingin mengetahui siapa pasangan yang layak untuk mu itu." Jawab Andrea lalu pergi meninggalkan Queen.


"Merepotkan saja." Jawab Queen yang melihat Andrea pergi. Lalu pesanan Queen tiba.


"Ini yang paling aku suka." Jawab Queen melihat hidangan es cream yang sudah ia pesan. Queen menikmati es cream sedikit demi sedikit. Lalu suara telpon berdering.


"Istriku ada dimana?" tanya Al dalam panggilan itu.


"Oke." Jawab Al yang mematikan ponselnya. Dan bergegas pergi menuju lift.


"Ini orang kenapa? Aneh." Jawab Queen yang melihat panggilan sudah mati dan Queen melanjutkan menikmati es cream.


Baru saja 5 menit berjalan, Al sudah sampai di pintu cafe es cream. Al di sambut oleh karyawan dan melihat sekeliling.


"Saya sedang menjemput seseorang." Jawab Al lalu melewati karyawan itu menuju ke arah Queen yang sedang menikmati es cream.


"Untuk pertama kalinya aku melihat mu tersenyum bahagia seperti ini hanya karena sebuah es cream." Jawab Al datang di hadapan Queen.


Queen yang terkejut dengan kedatangan Al dan tangan Al yang tiba-tiba menyentuh bibir Queen untuk membersihkan es cream yang ada di atas bibir Queen. Kemudian jari jempol Al yang menghapus es cream pada bibir Queen di cicipi oleh Al.

__ADS_1


"Ini orang kenapa ada di sini?" tanya Al dalam hati.


"Kenapa kau di sini?" tanya Queen.


"Tunggu dulu apa yang kau lakukan?" tanya Queen yang melihat Al merasakan es cream yang di ambil dari bibirnya.


"Hanya mencicip es cream yang kau makan." Jawab Al yang duduk di depan Queen sambil tersenyum.


Queen tidak ingin banyak bicara lagi dan hanya diam untuk menghabiskan es cream. Setelah habis, Queen berjalan pergi meninggalkan Al begitu saja.


"Jadi ceritanya ya sedang marah pada ku?" tanya Al kepada Queen yang mengikuti Queen dari belakang dalam melangkah.


Sampai pada di dalam lift yang bertepatan mereka hanya berdua di dalamnya.


"Fiuh.... begini sekali ya jadi laki-laki yang harus selalu mengalah kepada wanita." dalam hati Al yang berada di dalam Lift. Queen sejak tadi hanya berdiam saja dan menghiraukan Al.


"Maaf jika aku tadi melakukan kesalahan. Lain kali tidak akan melakukan hal itu lagi." Jawab Al. Tetap saja Queen tidak ada respond sama sekali.


"Baiklah jika belum bisa memaafkan yang tadi. Tapi sepertinya aku harus mengatakan hal ini kepada mu. Anak buah ku menemukan sebuah markas yang mungkin berkaitan dengan organisasi gagak hitam."


"Tapi yang lebih penting buka itu, melainkan tentang diri mu yang menjadi incaran website pembunuh dunia. Kau menjadi mangsa yang akan di bunuh oleh orang dengan bayaran 10 Milyar." Jawab Al menjelaskan dengan singkat namun Queen tetap diam.


"Aku di buru oleh semua pembunuh?" tanya Queen dalam hati.


"Pengawal ku tidak sengaja melihat data mu di komputer mereka yang berada di markas yang tidak jauh dari sini. Mungkin membutuhkan waktu satu jam yang berada di pinggir kota ini. Gedung terbengkalai bekas mobil rongsokan yang di kumpulan." Jelas Al lagi.


"Tapi tenang saja, aku sudah menyelesaikannya. Beberapa saat yang lalu aku sudah pergi ke warnet dan menghapus informasi tentang diri mu. Lebih tepatnya menghapus pemberitahuan tentang pengumuman bahwa kau menjadi sasaran para organisasi pembunuh bayaran. Aku susah melakukan hal itu. Jadi bisakah kau maafkan aku sekarang?" tanya Al yang membujuk Queen lagi untuk bisa berbicara kepadanya.


"Terimakasih." Jawab Queen.

__ADS_1


"Jadi kau sudah memaafkan aku?" tanya Al.


"Aku akan memaafkan mu jika kau sudah menyerahkan nomor telepon yang kau minta dari ayah Bram." Jawab Queen.


__ADS_2