
Pagi hari yang cerah, suara kendaraan berlalu-lalang di jalan. Suara langkah kaki yang terdengar di garis zebra cross orang-orang yang ingin memulai aktifitasnya. Queen sudah sudah bersiap-siap untuk pergi ke kampus. Hari ini, dia akan melakukan pendaftaran ulang. Karena waktu aktif belajar sudah berlangsung seminggu yang lalu.
"Hari ini lebih baik berjalan kaki dulu untuk melihat situasi sekeliling." Ucap Queen yang sedang memakai sepatu putih.
Queen menggunakan jas lengan tiga siku berwarna hitam. Dengan kaos dalaman berwarna putih longgar. Rambut yang di tata ikat satu. Celana berwarna hitam dan menggunakan sepatu tali berwarna putih. Tas ransel berwarna hitam.
Yah, Queen sangat menyukai warna hitam. Dan keseluruhan baju yang di miliki bolehnya adalah hitam. Walaupun Stella sudah mempersiapkan keperluan Queen di apartemen yang salah satunya adalah pakaian-pakaian untuk pergi ke kampus dengan banyak warna dan model. Tapi tetap saja Queen menggunakan stell pakaian berwarna hitam.
Queen berjalan keluar dari apartemen dengan santai. Masuk ke lift dan menekan angka rendah yaitu 1. Queen tidak berniat menggunakan kendaraan. Ia hanya ingin berjalan kaki saja.
Keluar dari gedung apartemen, Queen harus menyebrang jalan melewati dua zebra cross untuk tiba di Kampus Belta. Karena setelah gedung apartemen masih ada gedung-gedung lainnya. Queen memperhatikan ketika selesai menyebrang zebra cross pertama. Di depan ada restoran BBQ, restoran ayam. Lalu gang sempit. Untuk jalan aman, Queen harus mengambil rute ke kanan. Berjalan sekitar 10 m akan bertemu dengan jalan luas ke arah kampus Belta.
Lanjut mengambil arah kiri untuk menyelusuri gedung yang terhalang antara kampus dengan apartemen. Berjalan sekitar 20 m setelah itu akan bertemu dengan zebra cross kembali. Banyak orang-orang berjalan di jalan itu. Dan salah satunya adalah Queen. Walaupun Queen tinggal di desa dan jauh dari kota, Queen masih bisa menggunakan gadget untuk memakai aplikasi Maps untuk menemukan jalan ke kampus Belta.
Saat ia berjalan di jalan ke arah zebra cross, ia melihat nenek yang menggunakan tongkat sedang menunggu waktu lampu merah yang menunjukkan orang berjalan. Hal ini menunjukkan bahwa pejalan kaki sudah bisa menyebrang jalan di area zebra cross.
Saat lampu itu menyela, sang nenek melangkah dengan lambat dan ingin di bantu seorang lelaki paruh baya untuk menyebrang dengan menuntutnya. Tapi terlihat bahwa nenek itu menolak. Sang lelaki itu pun melanjutkan perjalanan.
Lalu datang kembali seorang perempuan pejalan kaki lainnya yang menawarkan bantuan namun sang nenek tetap menolaknya. Sementara sang nenek masih berjalan seperempat zebra cross dan waktu tinggal 40 detik lagi. Nenek itu memang tidak ingin di bantu walaupun dengan jalan yang susah. Berjalan dengan bantuan tongkat, satu kaki melangkah demi langkah.
__ADS_1
Queen yang mengetahui hal itu langsung berjalan dengan cepat untuk menyusul sang nenek itu. Melirik ke kanan dan kiri lalu melihat angka waktu di lampu merah. Saat sudah tiba sejajar dengan sang nenek. Queen tidak berkata-kata saat di samping nenek itu. Ia hanya mengikuti langkah sang nenek dan juga sedang bermain dengan ponselnya.
Semua orang melihatnya, orang-orang yang berada di dalam mobil hingga orang-orang yang berada di seberang jalan. Semua orang tersenyum melihat perilaku Queen. Saat waktu lampu merah berubah hijau, semua mobil masih saja diam tanpa bergerak karena sang nenek dan Queen masih berjalan di zebra cross. Tinggal seperempat jalan lagi mereka tiba di sebrang jalan.
"Aku tidak mungkin salah ketika menetapkan satu hal." Jawab Al dalam hati tersenyum melihat adegan yang ada di depannya.
"Ada apa bos?" tanya supir yang berada di samping Al.
"Tidak apa-apa. Jangan maju dulu tunggu mereka sampai di tepi jalan." Jawab Al.
"Baik bos."
Sejak tadi ternyata Al memperhatikan Queen yang sudah mulai melangkah mendekati sang nenek. Hingga saat ini Queen dan nenek itu sampai di tepi jalan.
Queen dan Nenek itu sudah tiba di seberang jalan lalu Queen menyimpan ponselnya ke dalam saku jas.
"Terima kasih." Jawab Sang nenek dengan menganggukkan kepalanya sambil tersenyum kepada Queen.
"Sama-sama." Jawab Queen yang tersenyum tipis lalu meninggalkan nenek itu.
__ADS_1
Terkadang ada beberapa apa orang yang tidak akan menunjukkan bahwa ia sedang membutuhkan pertolongan. Karena harga dirinya lebih tinggi dari pada kata mohon.
Queen yang berjalan ke arah kanan untuk pergi ke depan pintu gerbang kampus Belta.
"Jadi ini kampus impian mu dek?" tanya Queen dalam hati.
Kampus Belta yang ketika masuk dari gerbang utama terlihat jelas hamparan rumput hijau membentang di halaman kampus. Beberapa pohon yang mengelilingi seluruh gedung. Kampus yang berbentuk persegi panjang dengan dikelilingi pepohonan yang ada di depan gedung. Jarak gedung dan pohon sekitar 10 meter. Sedangkan hamparan rumput hijau yang bersih tanpa ada sampah sekitar 2 hektar.
Gedung kampus bernuansa klasik dengan bangunan lama yang kokoh dan juga berwarna putih namun juga kuning karena sudah terlalu lama itu. Tingkat gedung itu hanya ada 5 tingkat.
Beberapa rumput hijau itu juga tersusun rapi dengan jalan yang tidak ada rumputnya sebagai pembatas. Pembatas untuk arena parkir sepeda, mobil, sepeda motor dan tempat untuk bersantai. Benar-benar kampus yang cukup mewah dan juga teratur dengan bersih. Walaupun terlihat bangunan itu sangat tua namun sangat kokoh.
Queen melihat kekanan dan kekiri untuk mencari papan petunjuk informasi. Namun belum menemukannya. Dia hanya melihat orang yang berlalu lalang melewatinya baik itu berjalan kaki, menaiki sepeda, menaiki sepeda motor dan juga mobil. Suasana kampus yang seperti biasanya.
Ada yang sedang berjalan berdua dengan temannya atau pacarnya. Ada yang sedang berjalan sendiri, ada yang sedang membaca buku sambil berjalan, ada yang sedang duduk di rerumputan secara berkelompok atau sendiri Ada yang sedang berkelahi, ada yang sedang belajar di rerumputan.
"Baiklah, aku berjalan saja dulu hingga menemukan papan informasi." Jawab Queen dalam hati hanya mengikuti kata hati.
"Hitung-hitung menghafal lingkungan sekitar kampus." Jawab Queen lagi.
__ADS_1
Queen yang berjalan terus dari satu bangunan ke bangunan lainnya. Queen saat ini sedang berjalan di lorong bangunan sambil melihat papan yang tertulis di setiap pintu ruangan. Dan pada saat ini Queen melihat sebuah tiang papan informasi yang menunjukkan ruang administrasi pendaftaran mahasiswa baru jurusan sastra. Menunjukkan ke arah kanan, Queen berjalan mengikuti petunjuk itu.
Jangan lupa like dan komentarnya readers 😂. makasih atas dukungannya ya🙏🙏🙏