
"Pagi semua." Sapa Grace yang baru saja tiba.
Grace yang baru saja tiba di kantor dosen menyapa semua orang dan duduk. Baru saja terduduk, Al tiba dari pintu masuk.
"Selamat Pagi pak Azlan." Ucap Grace kepada Al
"Pagi Bu " Jawab Al dengan menjawab santai namun tidak melihat Grace dengan lama, Al langsung berjalan ke arah kursinya.
Al yang baru saja duduk, Grace datang dengan membawa sebuah bungkusan yang akan di berikan olehnya kepada Al.
"Pak Azlan, ini untuk mu." Ucap Grace.
"Untukku?" tanya Al yang heran.
"Iya pak, kemarin aku pergi berbelanja dan tidak sengaja melihat dasi ini sepertinya cocok dengan bapak." Jawab Grace.
"Wah, masa hanya Pak Azlan saja yang diberi?" tanya beberapa rekan kerja.
"Heheh, kalian kan sudah sering aku beri hadiah jika aku sedang berada di luar kota. Jadi kali ini, biarkan saja aku memberikan pak Azlan sebagai perwakilan kalian untuk tanda pertemanan sudah sebulan." Jawab Grace dengan cepat memberikan alibi kepada semua orang.
"Iya juga, Grace memang sering royal kepada orang."
"Tapi bukannya ini sedikit berlebihan saat melihatnya? Selama ini kita hanya di beri makanan bukan sebuah barang?" bisik beberapa orang.
"Jadi pak Azlan terima saja." Jawab Grace.
"Maaf Bu Grace, bukan saya tidak menerima tawaran baik ibu. Hanya saja jika saya menerima dasi ini, kemungkinan saya tidak akan bisa memakainya dan itu akan membuat ibu terluka." Jawab Al.
__ADS_1
"Kenapa?" tanya Grace yang tidak menerima penolakkan.
"Karena semua barang-barang yang saya pakai ini adalah pilihan Tunangan saya. Jadi jika ada barang baru yang bukan di pilihkan olehnya bisa saja aku menyakitinya. Jadi lebih baik aku mengatakan yang sebenarnya." Jawab Al dengan memberikan alibi penolakan.
"Oh. Maaf pak, saya tidak bermaksud apa-apa " Jawab Grace dengan sedih namun tidak menerima akan hal ini. Karena penolakan yang di berikan oleh Al membuatnya malu di hadapan para rekan kerja.
"Lihatlah, Bu Grace sangat sedih. Padahal yang aku ketahui bahwa dia sejak kecil tidak menerima penolakkan. Bahkan saat ini dia bekerja di kampus daripada perusahaan ayahnya. Dia selalu melakukan sesuatu semuanya." Ucap seseorang guru
"Benarkah?"
"Begitulah."
Grace menarik kembali hadiah yang sudah di atas meja kerja Al. Namun masih berdiri di hadapan meja Al dengan memegang hadiah itu.
"Bapak adalah lelaki baik yang menjaga perasaan tunangan. Tapi setahu saya bapak tidak memiliki tunangan?" tanya Grace yang tidak mau kalah.
"Iya, bukannya Pak Azlan itu adalah lelaki yang tidak pernah di gosipin bersama dengan wanita?"
"Tidak pernah di berita ada bukan berarti tidak ada. Hanya saja saat ini dia tidak ingin di publikasikan. Berhubung karena ia tidak suka dengan media. Saya hanya menjaga privasinya." Jawab Al dengan tersenyum.
"Jadi seperti itu, pantas saja." Jawab Grace dan yang lainnya.
"Lihat saja, semakin kau menolak. Aku semakin ingin memiliki mu. Dan akan aku rebut dirimu dari tunangan mu itu." Jawab Grace dalam hati sambil melihat Al dengan intens lalu pergi berjalan ke mejanya.
"Sayang sekali pak Al tidak menerima hadiah dari Bu Grace. Padahal itu barang branded merek H*rm*s." Ucap mereka yang menayangkan hadiah yang di tolak oleh Al.
"Iya padahal aku mungkin tidak sanggup beli "
__ADS_1
"Tapi untuk Bu Grace itu hanya hal kecil."
Mereka yang sedang di kantor melihat hal ini menjadi bergosip. Sementara Grace masih dengan emosi yang di tolak oleh Al. Dan Al masih bersikap santai seperti tidak ada kejadian. Sifat dinginnya selalu ada walaupun dia selalu berubah-ubah identitas.
"Dia sejak pertama selalu saja bersikap dekat padahal aku sama sekali tidak menyukainya. Wanita ini memang benar merepotkan. Hanya sekedar senyum tipis dari ku saja dan beberapa kata balasan sudah membuatnya jatuh hati. Padahal aku tidak pernah memberikan harapan apapun kepadanya. Dia saja yang berharap lebih." Jawab Al dalam hati melihat Grace yang duduk dengan wajah cemberut.
"Sudahlah tidak usah di fikirkan. Dengan aku berkata seperti itu, dia mungkin akan berhenti untuk memberikan harapan kepada ku. Karena salah satu cara untuk menghentikan orang yang ingin PDKT dengan kita adalah dengan cara memberi tahu bahwa kita sudah memiliki pujaan hati. Walaupun aku berbohong tentang tunangan." Jawab Al dengan tertawa kecil namun langsung ia tutupi dengan tangannya.
"Lagian aku juga tidak akan melepaskan Queen begitu saja. Siapa suruh dia mampu menggerakkan hati ini untuk menyukainya." Jawab Al dalam hati sambil mencari buku dalam tasnya.
Al melihat jam yang ada di pergelangan tangan kanan. Waktu sudah hampir menunjukkan jam masuk ke kelas. Al langsung berjalan menuju kelas, meninggalkan ruang guru yang menjadi hening karena kejadian baru saja ia dengan Grace.
"Grace jangan berkecil hati. Mungkin saja dia memang lelaki baik yang menjaga hati pasangan." Ucap seseorang guru.
"(Dengan tersenyum) Tidak apa-apa, aku hanya menerima keputusan dari pak Azlan, lagi pula jika hadiah tidak di terima yang terpenting dia mengetahui bahwa kita sebagai rekan kerjanya saat ini sangat senang tentang keberadaannya." Jawab Grace.
"Kau benar. Kita sangat senang dengan adanya pak Azlan sebagai rekan kerja kita. Banyak hal yang tidak kita ketahui tapi di ketahui olehnya. Dia juga termasuk orang yang tidak pelit ilmu." Jawabnya.
"Iya. Tapi sejak ia bergabung dengan kita, dia tidak pernah mau ikut makan bersama kita saat setelah pulang kerja." Jawab Grace mencari kesempatan untuk mendapatkan waktu berdekatan dengan Al. Karena selama ini saat mereka ada kegiatan makan malam bersama, Al selalu menolak ajakan.
"Iya juga, bukankah itu juga termasuk tindakan keterlaluan. Jika ingin menjaga perasaan pasangannya maka pasangannya juga seharusnya mengerti bahwa Pak Azlan harus memiliki waktu untuk rekan kerjanya. Setidaknya ia harus bersosialisasi dengan baik kepada kita sebagai rekan kerjanya."
"Iya juga, dia tidak pernah begitu dekat dengan kita. Selama ini selain ucapan selamat pagi, ia bahkan sama sekali tidak pernah berbicara lebih dengan kita yang ada di kantor ini."
"Iya, dia itu terlalu dingin bukan?"
"Iya. Mungkin dia tipikal seorang Introvert."
__ADS_1
"Iya, iya bisa saja. Lihat saja selama ini, bukan hanya pasangan. Bahkan dia juga tidak pernah muncul di publik. Semua orang mengenal namanya tapi tidak wajahnya. Kebanyakan berita itu hanya sebuah rumor tentangnya. Dan mungkin saja dia yang tampil di acara tanpa menunjukkan wajah juga hanya sebuah alibi untuk menutupi wajahnya itu. Kalian lihat saja penampilannya. Terlalu kuno, walaupun jika di modis dia cukup tampan."
"Hahahha iya iya. Aku juga berfikir begitu. Mungkin saja jika poni yang di miliki oleh nya tidak menutupi dahi dan juga kaca mata milik nya tidak menutupi mata indah dengan bola mata biru itu, mungkin saja dia benar-benar tampan."