
Suara jantung terdengar sangat cepat saat ini ketika mendengar Queen mengucapkan terima kasih kepadanya. Al tersenyum bahagia karena puas atas usahanya untuk membuat Queen terkesan.
"Kado pernikahan ini tidak sia-sia aku menyiapkannya." Jawab Al dalam hati.
"Jadi apakah hanya ucapan terima kasih saja?" tanya Al dengan mendekatkan dirinya di hadapan Queen.
"Kau lupa perjanjian kita?" tanya Queen dengan meletakkan jari telunjuknya di dahi Al untuk menjauhkan wajah Al dari hadapan Queen.
"Iya, iya aku tahu." Jawab Al.
Tanpa di sadari, saat Queen ingin melangkah pergi kakinya tidak seimbang sehingga membuat ya hampir jatuh. Tubuh Queen di tahan oleh Al.
"Kau terlalu sering jatuh ke dalam pelukkan ku? Atau jangan-jangan ingin aku gendong lagi?" tanya Al.
"Tidak. Sepertinya kaki ku...." Jawab Queen belum selesai tetapi Al sudah melihat tumit kaki Queen yang sedikit lecet atau terluka.
Al langsung menggendong Queen dan meletakkan ia di atas sofa ruang taman itu.
"Duduk dulu, aku akan mengambil kotak P3K." Jawab Al yang langsung berlari ke arah dalam rumah untuk mengambil kotak P3K.
Al yang membuka kancing jas tengah miliknya dan mengangkat kedua kaki Queen dan sedikit menggeserkan gaun putih Queen. Al mencopot sepatu heels Queen dan perlahan-lahan membersihkan luka yang ada di tumit kedua kaki Queen. Lalu memberikan obat luka yang berupa salep.
"Bolehkah aku memijat kaki mu?" tanya Al dengan menatap Queen.
"Mungkin kau lelah karena satu harian aku bawa kesana kemari." Jawab Al lagi.
"Tidak perlu. Hanya luka kecil saja, sepertinya lebih baik jika aku mandi dan berganti pakaian." Jawab Queen.
"Baiklah aku antarkan ke kamar." Jawab Al dengan bersiap berdiri untuk mengangkat Queen lagi.
"Tidak perlu, aku bisa jalan sendiri." Jawab Queen.
"Tunggu dulu." Jawab Al yang berjalan ke arah laci lemari kecil yang ada di dekat sofa. Al mengambil sandal rumah yang berbulu lembut berwarna pink.
"Pakai ini, tidak baik telanjang kaki untuk berjalan kesana kemari di rumah. " Jawab Al.
__ADS_1
Queen hanya tersenyum dan memakai sendal itu dimana Al menunggu Queen memakai sandal yang di berikan oleh ya.
Al berjalan lebih dahulu untuk menuntun Queen menuju ke arah kamar.
"Jadi kita berdua satu kamar?" tanya Queen yang menghentikan langkahnya ketika di depan kamar.
"Tentu." Jawab Al.
"Tidak, tidak bisa. Lagi pula di sini banyak kamar. Aku mau kamar sendiri." Jawab Queen.
"Tidak bisakah kita sekamar?" tanya Al dengan wajah sedih.
"Tidak." Jawab Queen dengan menutup pintu itu dan membiarkan Al di luar kamar.
"Hehehe, memang paling seru untuk menggodanya." Jawab Al yang tersenyum sambil berkata dalam hati.
"Baiklah aku tidur di kamar tamu saja." Jawab Al melangkah menjauh ke kamar tamu. Queen yang mendengarkan langkah kaki hal yang menjauh dari kamar merasa lega.
Queen langsung membuka gaunnya dan membersihkan diri. Queen terkejut dengan melihat tempat tidur yang ditaburi dengan bunga mawar berbentuk love. Tapi ia tidak menghiraukannya. Queen masuk ke dalam kamar mandi, melihat hal yang sama lagi. Di bathub sudah tersedia air yang diisi dengan begitu banyak kelopak bunga mawar di setiap sudut kamar mandi dinyalakan lampu mewangi dengan aroma mawar yang begitu tenang.
Queen pergi ke lemari pakaian, saat membuka lemari pakaian. Queen merasa sedang masuk ke sebuah toko pakaian wanita yang lengkap dengan segala sesuatu yang diperlukan oleh wanita di dalamnya. Dari pakaian setiap musim, pakaian dalam, piama dan segala jenis pakaian yang di perlukan oleh wanita ada di lemari yang berjajar dalam satu ruangan yang berukuran 20 meter persegi itu.
Jajaran pakaian yang tergantung di sekeliling dengan di atasnya ada lemari tas. Dan di bawah baju yang tergantung terdapat sepatu, jam tangan, aksesoris kalung, gelang, anting-anting dan cincin.
"Ini orang sekaya apa sih sampai lemari pakaian saja seperti ini?" tanya Queen dalam hati.
Queen memperhatikan satu persatu pakaian yang dipajang, aksesoris yang di pajang, tas yang di pajang dan sepatu yang di pajang. Semua ukurannya pas dengan dirinya. Bahkan pakaian dalam yang sesuai dengan ukuran dirinya.
"Apakah dia sudah menyiapkan ini memang untuk ku?" tanya Queen dalam hati melihat semua barang-barang yang ada di dalam lemari pakaian itu sesuai ukurannya dengan dirinya.
Queen yang penasaran untuk mempertanyakan semua ini segera mengambil piyama berwarna hitam dengan lengan pendek di bawah bahu dan celana panjang. Queen keluar kamar menggunakan piyama itu.
Queen mengetuk pintu kamar Al namun tidak ada jawaban hingga beberapa kali ketuk, Al berkata " Ada apa?".
"Bisa kita bicara?" tanya Queen.
__ADS_1
"Sebentar, aku baru selesai mandi." Jawab Al.
"Aku tunggu di ruang tamu." Jawab Queen.
"Oke." Jawab Al.
Queen menunggu aku selesai berpakaian dengan duduk di sofa ruang tamu. Beberapa menit menunggu, Al akhirnya keluar dari kamar dan duduk di samping Queen.
"Apa yang ingin di bicarakan?" tanya Al.
"Banyak. Jawab pertanyaan aku satu persatu." Jawab Queen.
"Oke." Jawab Al.
"Dimana informasi yang aku inginkan?" tanya Queen.
"Besok." Jawab Al dengan mengambil cemilan yang ada di meja.
"Besok? Baiklah. Apakah aku harus tinggal bersama dengan mu mulai sekarang?" tanya Queen.
"Tentu, bagaimana aku bisa membuat mu jatuh cinta jika aku tidak sering-sering bertemu dengan mu?" tanya Al.
"Apakah kau lupa aku seorang mahasiswi?" tanya Queen.
"Tentu saja ingat. Tenang saja, aku tidak akan memaksa kamu untuk setiap hari tinggal di tempat ini. Hanya saja luangkan waktu weekend untuk tinggal di tempat ini." Jawab Al.
"Baguslah kalau kau pengertian." Jawab Queen.
"Tentu. Tapi jangan pernah lupa bahwa kau sudah menikah jadi menjauh dari para lelaki." Jawab Al.
"Jadi besok?" tanya Queen.
"Aku akan mengantarmu ke kampus. Tapi aku harap jika tidak ada perkuliahan maka kembali lah ke rumah ini. Lagi pula villa ini sudah menjadi rumah mu. Dan aku juga akan jarang di rumah kecuali weekend." Jawab Al.
"Oke. Lalu kau sampai mengetahui semua keperluan ku di dalam lemari pakaian?" tanya Queen.
__ADS_1
"Tentu saja. Aku hanya memerintahkan beberapa bawahan untuk membawa beberapa barang dari mall untuk dipindahkan ke sini. Aku hanya memerintahkan mereka untuk mengisi lemari pakaian mu sesuai dengan ukuran yang aku beritahu kepada mereka. Jadi sepenuhnya bukan aku yang mengisi lemari pakaian itu. Jadi bagaimana? apakah sudah pas sesuai dengan selera mu? atau aku harus mengganti lagi?" Tanya Al kepada Queen