
Selamat Membaca Readers Tersayang 🔥🔥🔥
Jangan lupa like, komentar, vote and hadiah❤️
Terima kasih atas segala dukungannya❤️
"Queen." Panggil Fiona kembali dengan menyentuh punggung Queen.
"Iya." Jawab Queen yang menoleh ke arah Fiona yang sedang berdiri di sampingnya.
"Kenapa tidak menulisnya?" tanya Fiona kepada Queen.
"Aku sudah mengingatnya." Jawab Queen.
"Apa? Kau sudah mengingat semua yang diucapkan oleh Pak Eza kepada mu?" tanya Elena yang mendengarkan percakapan Queen dan Fiona.
"Pak Eza, Queen mengatakan bahwa dia telah mengingat semua perkataan dari penjelasan bapak tentang jamur ini." Jawab Yosi kepada Eza.
"Benarkah?" tanya Eza kepada Queen dengan tersenyum.
"Coba jelaskan kembali? Saya ingin mendengarkannya dan mungkin teman-temanmu juga ingin mendengarkan penjelasan yang saya jelaskan tadi dari penjelasan mu. Hitung-hitung Queen sedang membantu bapak untuk mengulang penjelasan yang telah bapak katakan." Jawab Eza dengan tetap tersenyum ramah.
"uhhhhh! Oke................." Queen telah menjelaskan apa yang telah di katakan oleh aja tadi tentang penjelasan jamur hingga sampai detail. Bahkan jamur yang ada di dekat jamur itu, yang sedang tumbuh di batang pohon.
"Apakah sudah cukup?" tanya Queen yang sudah menjelaskannya dengan datang kepada mereka yang bahkan teman-temanku yang sangat heran dan Eza begitu terkejut dengan penjelasan Queen.
"Dari mana wanita ini bisa begitu mengetahui tentang jenis-jenis jamur yang ada di hutan dengan begitu detail." Tanya Eza dalam hati
"Apakah itu benar pak?" tanya Yosi yang ingin membuat keributan lagi.
"Iya benar. Queen benar-benar hebat bisa mengetahui jenis jamur yang ada d hadapan kita ini. Dan penjelasan dia lebih lengkap." Jawab Eza.
"Tapi bagaimana bisa sampai mengetahui hal itu?" tanya Eza.
"Tentu saja karena dia berasal dari desa." Jawab Elena.
Beberapa teman yang mendengarkan penjelasan dari Elena membuat Queen di gosipin.
__ADS_1
"Yah memang benar. Aku adalah anak desa yang mendapatkan beasiswa untuk berkuliah di kampus ini. Lagi pula jamur adalah salah satu makanan yang beracun atau tidak. Jamur yang dapat dikonsumsi bisa digunakan sebagai makanan untuk bertahan hidup di hutan." Jawab Queen dengan mudah.
"Apa yang dikatakan oleh Queen itu memang benar bahwa jamur merupakan salah satu tumbuhan yang dapat dikonsumsi untuk bertahan di dalam hutan." Jawab Eza.
"Bagaimana jika kita melanjutkan perjalanan pak?" tanya Arya mengalihkan topik agar masalah kecil ini tidak terlalu melebar lagi.
"Benar kata Arya. Mari kita lanjutkan perjalanan." Jawab Eza.
Mereka kembali mengikuti aja untuk berjalan menelusuri hutan. Yosi dan Elena memalingkan wajah mereka dariku dan mengikuti Arya berjalan. Queen dan Fiona berjalan di paling belakang. Mereka berjalan di semak belukar dengan rerumputan yang tinggi.
"Kalian berhati-hati menginjak rumputnya karena mungkin ada duri dari tanaman rumput yang dapat melukai kalinya." Jawab Eza menggunakan parang untuk membuat jalan dari semak belukar.
"Ikut jejak pak Eza." Jawab Arya kepada teman-temannya untuk mengikuti dari belakang satu persatu.
"Hati-hati tangan tangan kalian terkena duri dari semak-semak ini." Jawab Eza.
"Oke pak." Jawab mereka yang berada di belakang mengikuti Arya dan pak Eza.
"Auuu." Jawab Fiona yang tangannya tergores duri.
Luka goresan yang ada di tangannya dengan tiga garis goresan dan berukuran panjang 4 cm.
"Tidak apa-apa." Jawab Fiona.
"Ayo cepat ke ujung jalan." Jawab Queen yang memerintah Fiona untuk berjalan lebih cepat mengikuti Arya dan Eza yang sudah sampai di jalanan yang sudah tidak terlalu tinggi rerumputannya.
"Pak bisa kita berhenti sebentar?" tanya Queen.
"Ada apa?" tanya Eza.
"Apakah bapak membawa kotak P3K?" tanya Queen.
"Tidak, karena kan kita memang diperintahkan untuk tidak membawa apapun karena ini adalah game bertahan hidup di dalam hutan. Siapa yang terluka?" tanya Eza.
"Tidak apa-apa pak. Hanya luka goresan saja." Jawab Fiona yang menahan perih dari luka yang terkenal dari duri pada tangannya.
"Kau yakin?" tanya Eza.
__ADS_1
"Iya." Jawab Fiona.
"Ayo pak kita lanjutkan." Jawab Yosi ingatkan Eza bahwa mereka masih harus tetap berjalan untuk mencari sesuatu yang dapat dijadikan laporan dalam catatan mereka.
"Duluan saja. Kami akan menyusul." Jawab Queen melihat bahwa Fiona juga sudah tidak kuat untuk berjalan lagi.
"Mana mungkin aku meninggalkan kalian di sini." Jawab Eza.
"Tidak apa-apa. Kami akan menyusul, bapak hanya perlu memberikan arah jalan saja sebagai pertanda. Fiona butuh istirahat sebentar karena ini adalah pengalaman pertamanya berjalan begitu jauh di dalam hutan dengan kondisi jalan yang seperti ini." Jawab Queen.
"Saya akan menemani mereka pak." Jawab Arya.
"Baguslah. Aku akan menyerahkan kalian berdua dengan Arya. Jika sudah baikan segera menyusul kami atau kalian pulang saja dulu di camp." Jawab Eza.
"Iya pak." Jawab Arya.
Akhirnya mereka berpisah di tempat itu. Arya, Queen dan Fiona berniat untuk tidak melanjutkan perjalanan dan duduk beristirahat. Sedangkan yang lainnya termasuk dengan Yosi dan Elena meneruskan perjalanan bersama dengan Eza.
Queen mengeluarkan sebuah jamur yang diambil olehnya tadi saat sedang tidak semuanya ditangannya hingga sekarang saat menjelaskan tentang jenis jamur kepada mereka.
Queen membersihkan luka Fiona dengan tisu basa yang di bawa oleh Fiona selalu kemana-mana tanpa sepengetahuan orang lain.
"Keluarkan tisu basa mu untuk mensterilkan luka mu itu " Jawab Queen.
"Dari mana kau mengetahui bahwa aku sedang mengemban satu sachet tisu basah di kantong?" tanya Fiona yang terkejut.
Queen menghembuskan nafasnya dan menadahkan tangannya lalu Fiona memberikan Tisu basa itu kepadaku Queen.
"Untuk apa?" tanya Fiona.
"Tenang saja, aku tidak mungkin melukaimu. Apakah kau tidak mengetahui bahwa suku bangsa ini mengandung alkohol sebagai antibiotik terhadap kuman dan bakteri. Jadi tisu ini bisa di gunakan untuk mensterilkan luka yang telah tergores di tangan mu?" tanya Queen.
"Ah benar juga. Aku baru saja mendengarkannya. Ternyata begitu." Jawab Fiona menganggukkan kepalanya kepada Queen. Queen membuka tisu basah itu lalu membersihkan luka yang ada di Tangan Fiona.
"auu perih. " Jawab Fiona ya memang sejak dari dulu tidak tahan untuk sakit. Arya yang melihat kedekatan mereka berdua seperti teman sejati yang sudah lama mengenal satu sama lain.
"Kalian begitu akrab?" tanya seseorang Arya.
__ADS_1
Queen mulai menghaluskan jamur Fomes Fomentarius. Fomes Fomentarius juga di kenal sebagai good fungus. Berbentuk seperti tapak kuda tidak memiliki pegangan. Tumbuh sepanjang tahun, lahir dari batang kayu yang lembab atau sudah mati. Memiliki efek meredakan dan menghilangkan memar namun tidak dapat di makan. Jamur ini juga bisa di jadikan sebagai kayu yang dapat menyalakan api dengan cepat beberapa saat, mungkin sekitar 1 jam.