Gadis Monochrome

Gadis Monochrome
Episode 77


__ADS_3

Sam langsung mengingat beberapa hal yang terlupakan olehnya karena perintah yang diberikan oleh Al.


"Aku baru saja mengingat bahwa mendapatkan undangan dari keluarga Abraham." Jawab Sam dalam hati.


"Baguslah, dengan begitu aku bisa memantau mereka secara dekat." Jawab Sam yang tersenyum tipis.


Queen dan Fiona berjalan memasuki rumah Abraham dengan suasana dua orang yang telah menjaga pintu rumah. Penampilan dua orang penjaga itu menggunakan jas berwarna hitam. Mereka bertugas untuk memeriksa undangan.


Karena kali pesta ulang tahun kali ini Hanya mengundang beberapa jajaran eksekutif yang ada di perusahaan Abraham dan juga beberapa kenalan terdekat keluarga Abraham. Tidak mengundang entertainment maupun pihak media. Pesta kali ini lebih tertutup dan juga lebih sedikit mengundang orang.


Hal tersebut dikarenakan John yang meminta kepada Biel untuk mengundang beberapa orang saja yang penting. John tidak ingin acara ini terlalu mewah seperti biasanya mengundang banyak media dan juga seluruh orang-orang yang mengenal dirinya di jajaran bisnis.


Fiona yang menelpon Serli untuk keluar menjemput mereka karena mereka berdua tidak memiliki kartu undangan namun tiba-tiba Sam datang dari belakang.


"Kalian tidak membawa undangan namun ingin masuk ke dalam pesta?" tanya Sam yang mengejutkan keduanya ketika menoleh ke belakang.


"Kakak?" panggil Fiona yang terkejut.


"Sam?" panggil Queen.


"Mereka berdua bersama ku, jadi bisakah kalian mengizinkan kami masuk?" tanya Sam kepada kedua penjaga dengan memberikan undangan kepada mereka.


"Silahkan tuan." Jawab mereka.


"Kalian tidak ingin masuk?" tanya Sam yang melangkah masuk ke dalam rumah.


"Ayo Queen." Jawab Fiona menggandeng Queen untuk melangkah berjalan ke dalam rumah mengikuti Sam.


"Apa yang sedang Kakak lakukan disini?" tanya Fiona.


"Seperti kalian, aku hanya mengikuti pesta yang di adakan oleh keluarga Abraham." Jawab Sam.


"Jadi ini keluarga Abraham?" tanya Fiona yang langsung bertanya sambil melirik Queen untuk membuat dirinya seperti tidak mengetahui apa-apa.


"Sayang, Sam, Queen. Kalian kenapa bisa bersama kedatangannya?" tanya Serli yang berjalan ke arah mereka. Saat ini mereka baru saja beberapa langkah dari pintu.


"Tante Serli apa kabar?" tanya Sam dengan tersenyum dan memberikan uluran tangan kepada Serli.


"Kami tadi tidak sengaja bertemu di depan pintu. Dan akhirnya masuk bersama." Jawab Fiona.


"Sehat, bagaimana dengan mu Sam?" tanya Serli.


"Sehat Tante. Tante juga bersama dengan paman?" tanya Sam.

__ADS_1


"Iya. Dia sedang berada di sana. Sudah-sudah ayo masuk dan nikmati pestanya." Jawab Serli.


"Iya." Jawab Mereka semua namun tidak dengan Queen.


Queen sejak tadi hanya berdiam dan melihat sekitar.


"Ibu akan pergi ke tempat ayah mu. Kalian nikmati saja pesta ya." Jawab Serli.


"Tentu."Jawab Sam.


"Iya Bu ." Jawab Fiona.


"Kenapa kalian berdua bisa di sini bersama?" tanya Sam.


"Aku mengajak Queen untuk menemaniku di pesta. Kakak tahu sendiri betapa membosankannya berada di pesta ketika tidak mengenal orang lain. Tidak ada yang bisa diajak untuk mengobrol selama berada di dalam pesta." Jawab Fiona.


"Oh, pantas saja." Jawab Sam.


"Lalu Kakak? Bukankah biasa Kakak jarang bertemu dengan ku?" tanya Fiona.


"Oh, ini. Tadi Kakek itu, John Abraham masuk rumah sakit lalu ditangani oleh dokter di rumah sakit sehingga kami beberapa dokter mendapatkan undangan darinya." Jawab Sam.


"Pantas saja." Jawab Fiona.


"Tuan, nona Queen sudah datang." Jawab Zaki.


"Baguslah, aku masih berpakaian. Tunggu sebentar lagi, kita akan turun menemui mereka." Jawab John.


Sementara di tempat lain, Biel ya asyik menyapa para tamu tiba-tiba terlihat sesosok yang tidak asing baginya.


"Kakak?" tanya Biel yang sedang berdiri melihat sosok lain yang sedang mengambil dessert yang telah tersedia di atas meja hidangan para tamu.


"Apa?" tanya Seseorang yang sedang berhadapan dengan Biel.


"Tidak apa-apa, aku permisi dulu." Jawab Biel kepada tamu yang sedang mengobrol dengannya.


Biel Yang penasaran dengan apa yang dilihatnya mendekati Queen yang sedang menghadap dari belakang mengambil disebut.


"Kakak Princess?" tanya Biel yang menyentuh punggung Queen yang membelakangi biar Biel.


Queen membalikkan badannya lalu menghadap Biel.


"Anda memanggil saya?" tanya Queen dengan wajah yang datar namun sedikit kesal karena telah mengganggu dirinya yang sedang menikmati beberapa yang ada dihadapan dirinya.

__ADS_1


"Maaf aku salah orang." Jawab Biel dengan memastikan bahwa Queen bukanlah Princess Abraham.


"Tuan Biel." Panggil Samuel dengan menyapa Biel.


"Tuan Samuel, Terima kasih telah datang di acara ini." Jawab Biel kepada Samuel.


"Tentu, sebuah kehormatan bagi kami mendapatkan undangan dari keluarga Abraham." Jawab Samuel.


"Iya, ini siapa?" tanya Samuel kepada tiga orang yang tidak terlalu dikenal olehnya.


"Yang disampingku anda pasti tahu dia adalah istriku. Yang ini adalah anak ku, Fiona. Dan disampingnya adalah Queen, teman kampus anak ku." Jawab Samuel.


"Dan yang laki-laki itu pasti dokter Sam yang terkenal itu." Jawab Biel dengan cepat sebelum terlihat curiga.


"Suatu kehormatan bagi saya dikenal oleh anda." Jawab Sam dengan tersenyum.


"Hahha, anda terlalu memuji." Jawab Biel.


"Kalian semua telah berkumpul di sini." Jawab John yang tiba-tiba datang berada di perkumpulan mereka.


"Ayah." Jawab Biel dengan meletakkan gelas wine dan mendekati John.


"Tuan John." Ucap mereka memberikan hormat dengan menundukkan sedikit kepalanya, namun tidak dengan Queen yang masih asyik dengan menikmati makanan dessert.


John memerintahkan Zaki untuk mendorong kursi rodanya mendekati Queen.


"Queen, Terima kasih atas kedatanganmu hari ini." Jawab John yang tidak menghiraukan tamu lainnya namun mendatangi Queen yang sedang menikmati dessert.


"Hanya kebetulan saja dibawa ke sebuah pesta yang tidak sangka adalah rumah Anda." Jawab Queen.


"Itulah yang di katakan jodoh. Sejauh apapun seseorang melangkah dia akan tahu jalan untuk pulang." Jawab John.


"Ayah? Apakah Ayah sudah mengetahui?" tanya Biel dalam hati.


Zaki memberikan kode kepada Samuel dan juga Serli untuk berterima kasih karena telah membawa Queen ke rumah Abraham. Dan Samuel hanya memberikan kode tersenyum untuk membalas senyuman dari Zaki.


Mereka yang berbicara satu sama lain dicuekin oleh Queen yang masih asyik dengan mencicipi beberapa dessert yang ada di meja.


"Queen menyukai desert? tanya John.


"Bisakah kalian tidak menggangguku saat menikmati makanan?" tanya Queen dalam hati dengan melirik John yang sedang bertanya dengannya. Tapi karena isi mulut Queen masih penuh dengan dessert membuatnya tidak dapat mengungkapkan apa yang ada dalam hatinya hanya kebisuan dan juga lirikan saja dari Queen.


"Zaki dorongkan ke sana. Aku akan memulai acara ini agar segera selesai." Jawab John kepada Zaki karena tidak mendapatkan jawaban dari Queen.

__ADS_1


__ADS_2