Gadis Monochrome

Gadis Monochrome
Episode 181


__ADS_3

Pesawat yang di naikin oleh Al palsu telah mendarat. Dengan menggunakan identitas Al ia sudah berhasil keluar dari bandara. Namun ada sebuah kejutan yang di berikan Al asli kepada Zerico. Al sudah menghubungi pihak kepolisian bidang narkotika. Untuk melakukan sebuah pemeriksaan kepada sebuah tas berwarna hitam di bandara pada waktu, pesawat dan juga penerbangan yang mendarat darimana.


Al telah memberikan sedikit informasi yang detail kepada pihak berwajib. Dengan nama anonim. Tanpa berfikir panjang pihak berwajib sudah menunggu di bandara. Hal ini untuk memberikan sedikit pembelajaran kepada Zerico dan juga memberikan pengahlian agar Al palsu dapat kembali ke pesawat lain untuk melakukan penerbangan kembali.


Satu persatu tas koper di periksa oleh polisi. Al palsu memang tidak membawa koper sehingga ia segera lolos dengan cepat tanpa harus menerima pemeriksaan. Namun tidak dengan anggota Zerico. Sebenarnya kedatangan mereka ke negara ini adalah untuk melakukan kerjasama dengan mafia yang ada. Untuk memperluas jaringan mereka.


Dan karena itu mereka membawa Zerico dan juga sampel barang yang akan mereka jual. Melihat hal itu, Zerico sudah sangat panik. Tapi tetap berusaha terlihat tenang, begitu pula dengan bawahan.


"Apakah kau sudah menyembunyikan itu dengan baik?" tanya Zerico kepada bawahannya.


"Sudah tuan, aku harap bisa mengelabui mereka dengan cepat." Jawabnya.


Saat troli jalan penitipan barang telah membawa koper hitam itu dan juga polisi langsung mengambil ya lalu memeriksa. Polisi memerintahkan seseorang yang sudah berdiri di sana untuk memberikan pengakuan atas kepemilikan setiap koper yang yang aman mereka periksa.Dan para penumpang mengikuti instruksi itu.


Tiba pada koper hitam yang sudah membawa barang itu. Anggota Zerico tidak mengakui tas itu. Bahkan mereka sebenarnya sudah membuat plan B dengan menghilangkan tanda koper itu bahwa milik mereka. Jadi mereka tidak perlu mengakui bahwa itu adalah koper mereka.


Melihat seluruh penumpang, polisi tidak menemukan siapa pemilik dari koper tersebut membuat pemicu polisi curiga. Polisi langsung mengangkat koper itu dan mencoba membuka koper tersebut. Karena koper tersebut memiliki pasword sebelum di buka, polisi juga tidak kehabisan akal. Ia memerintahkan seseorang yang menguasai teknik komputer dengan mudahnya membobol sandi password pada koper. Dengan waktu 2 menit koper itu bisa terbuka.


Dan saat melihat isi dari koper itu adalah baju-baju cowok seperti kemeja, celana jeans, topi dan sebagainya. Isi koper sama seperti isi koper lainnya. Polisi tidak menemukan apapun.

__ADS_1


Namun polisi yang sudah mendapatkan informasi dari Al. Tidak mempercayai hal itu, ia turun tangan dan meletakkan semua isi koper ke luar saat memeriksanya. Ia juga mengingat tentang apa yang di katakan Al sebagai orang misterius memberikan kabar kepadanya.


"Jika kau melihatnya dengan pengelihatan biasa kau tidak akan menemukannya. Tapi jika kamu melihatnya dengan detail bagaimana bentuk di setiap sudut itu pasti akan menemukan perbedaannya." Ucapan Al yang diingat oleh polisi itu.


Polisi itu berjongkok setelah membuang semua isi koper. Lalu memperhatikan koper kosong yang dalam koper berwarna merah. Polisi itu menekan isi dalam koper lalu menghentikan tangannya yang menekan koper.


"Kenapa ini tidak terasa seperti busa pada umumnya di dalam koper?" tanya polisi itu dalam hati.


"Bos bagaimana jika dia menemukan ya. Padahal aku sudah melakukan hal yang sama seperti biasanya seperti ini." Jawab bawahan Zerico dengan berbisik kepada Zerico.


Polisi itu berdiri dan mengambil sebuah pisau lipat yang beda di samping kantong celana miliknya. Membuka pisau itu dari lipatan kemudian merobek koper itu. Terlihat jelas dari balik robekan itu terdapat sebuah bubuk kristal barang narkotika yang di cari oleh mereka.


Semua orang melihat hal itu sangat terkejut. Begitu pula dengan bawahan Zerico. Zerico yang sudah marah meninggalkan tempat itu dan melihat situasi di tempat bahwa ia sudah tidak menemukan sosok Al di sekitar.


Zerico yang pergi di ikuti oleh bawahannya. Mereka tidak membawa apapun. Hanya tas sandang saja yang sudah di periksa olehnya petugas bandara. Polisi juga tidak bisa mencegah mereka, karena polisi tidak mengetahui siapa saja penumpang yang membawa koper.


"Bos kenapa pergi?" tanya bawahannya.


"Mau melihat bahwa kita akan tertangkap. Lagi pula kehilangan koper itu bukan berarti kehilangan Sempel untuk di berikan kepada client kita." Jawab Zerico dengan wajah yang kesal.

__ADS_1


"Maaf tuan sudah mengecewakan mu." Jawab bawahan itu dengan memohon ampun kepada Zerico.


"Sudahlah, siapkan mobilnya. Aku menunggu di depan pintu keluar." Jawab Zerico kemudian memakai kaca mata hitamnya dan berjalan menuju pintu keluar.


Sementara keadaan di dalam bandara pemeriksaan barang sangat tegang. Polisi tidak menemukan siapa pemilik ya. Tidak ada yang mau mengaku di tempat itu siapa yang memiliki tas koper yang berisi narkotika itu.


Polisi yang tidak mendapat orang yang mau mengakui ya, polisi langsung meminta draf list barang kepada pihak bandara. Namun beberapa menit pemeriksa, barcode dari koper itu tidak di temukan. Polisi gagal lagi tidak mendapatkan pemilik dari koper itu.


Untuk membuat kenyamanan di dalam bandara, polisi sementara membuat sebuah penundaan penyelidikan. Polisi dengan timnya membawa barang bukti dan meminta pihak bandara menyediakan ruangan untuk penyelidikan lanjut mereka. Hal ini untuk tidak membuat suasana keramaian di Bandara terganggu.


Pihak bandara mengizinkannya. Dan mereka sudah berada di ruangan meminta hasil rekaman CCTV yang berasal dari bandara kedatangan pesawat itu sebelum ke bandara ini.


Mereka ingin melihat siapa pemilik koper ini. Namun saat pengecekan yang sudah terlihat berjam-jam durasinya itu. Dan semua polisi membagi durasi itu untuk melihat agar mempercepat kerja mereka. Tapi tidak menemukan ya. Hanya menemukan seseorang mengantarkan koper itu ke pesawat sebagai barang titipan.


"Kenapa bisa ada barang titipan di dalam pesawat? Bukannya ini adalah pesawat untuk penumpang saja?" tanya mereka yang sudah menemukan video itu.


Dan melihat titik petunjuk dari video itu, mereka mencari tahu lagi siapa orang itu. Namun wajahnya tertutup dengan topi pada kamera CCTV sehingga tidak terlihat jelas. Mereka juga melakukan segera sidik jari pada koper. Namun tidak menemukannya.


"Sial kenapa seribet ini?" tanya polisi itu.

__ADS_1


Tiba-tiba suara telepon tidak di kenal menghubungi mereka. Yah, panggilan dari Al yang di privasikan.


"Bagaimana pak? Yang aku katakan benar tidak? Tapi aku melupakan sesuatu untuk memberitahu mu bahwa kau tidak akan menemukan siapa pelakunya. Aku bukan untuk mempermainkan mu hanya saja aku ingin memberikan ucapan terimakasih telah menggagalkan rencana seseorang untuk merusak tanah air ku." Jawab Al langsung dimatikan


__ADS_2