
Fiona yang tidak bisa lagi menahan emosinya. Fiona mengatakan semua hal yang ada di dalam pikirannya karena khawatir terhadap keadaan Queen yang belum ada kabar sampai saat ini. Semua orang sangat kaget tentang adanya orang yang telah hilang dari kelompok mereka.
"Lalu apakah kami semua harus masuk ke dalam hutan mencari Queen di malam hari seperti ini?" tanya Elena.
"Iya, apakah kami harus masuk ke dalam hutan? Bagaimana jika kami yang akan tersesat sedangkan Queen ternyata ada di suatu tempat sedang bersenang-senang?" tanya Yosi.
"Oh, jadi kalian berfikir seperti itu? Dan kalian para pemandu juga berfikir seperti itu?" tanya Fiona kepada semua orang.
"Kami tidak bisa melakukan apapun jika belum sampai 24 jam." Ucap pemandu.
"Jadi kalian juga sebagai pemandu hanya akan menunggu waktu sementara Queen mungkin membutuhkan pertolongan kita?" tanya Fiona.
"Diam Fiona! Apakah kau ingin membahayakan semua orang hanya untuk satu orang saja? Lagian Queen hilang bersama dengan mu? Apakah ini juga tanggung jawab kami atas kesalahan mu?" tanya Grace.
"Oh jadi seperti ini situasi sifat orang-orang yang ada di lingkungan wanita ku?" tanya Al dengan memberikan tepuk tangan lebih dulu lalu semua orang membuka jalan karena Al dan pasukan tentara maju mendekati Grace, Fiona dan para pemandu di depan.
"Kau siapa?" tanya Grace.
"Aku? Kau tidak pantas mengetahui aku. Hanya saja aku tadinya ingin menyerahkan Queen kepada kalian kembali. Tapi aku mengurungkan niat ku, dia tidak pantas ada di sini." Jawab Al.
"Queen!" panggil Fiona yang melihat Queen ada di balik belakang beberapa tentara.
Fiona langsung berlari ke arah Queen untuk memeluknya.
"Queen kau dari mana saja? Aku sangat khawatir tentang mu? Apa yang terjadi hingga kau terluka seperti ini? Balutan ini?" Ucap Fiona yang melepaskan pelukannya lalu memeriksa tubuhku ini yang penuh dengan perban dan kulit yang lebam.
Semua orang juga saling bisik berbisik karena melihat keadaan Queen yang ada dihadapan mereka tidak baik-baik saja.
"Aku tidak apa-apa tidak usah khawatir." Jawab Queen tersenyum tipis dan mengelus kepala Fiona yang wajahnya sangat sedih dan meneteskan air mata.
"Siapa penanggung jawab di sini." Jawab singa kepada mereka semua.
__ADS_1
"Saya, saya dekan di sini. Dan ini ketua pemandu kami di sini." Jawab Dekan.
Queen sungguh terkejut melihat sosok Eza yang ada di dekat Grace. Begitu juga dengan tentara lainnya. Mereka terkejut dengan wajah Eza yang mirip dengan mayat yang mereka temukan di hutan.
"Dengarkan dulu tentara itu." Jawab Queen kepada Fiona untuk memenangkan. Al mendekati Queen dan membisikkannya.
"Aku tidak salah lihat kan bahwa lelaki yang dekat dengan Grace itu adalah wajah yang sama dengan mayat yang ada di antara 4 orang di hutan?" tanya Al.
"Aku juga sangat terkejut dengan hal itu." Jawab Queen.
"Aku mengerti." Ucap Al. Al memberikan kepada singa kepada singa mendekatkan diri kepadanya.
"Lihat, wajah orang itu sama dengan mayat yang kita temukan. Mungkin dia ada kaitannya. Jadi jangan di lepaskan." Jawab Al dengan berbicara berbisik kepada singa di samping telinganya. Singa hanya mengangguk kepalannya.
"Bagaimana mungkin ayah gagal?" tanya Grace dan Elena dalam hati bersamaan karena melihat Queen yang masih hidup di hadapan mereka.
"Kami menemukan mahasiswa bapak di ujung jurang tersangkut di dahan pohon. Di saat kami melihat ada 4 orang yang yang mencurigakan ketika bawahan ku sedang berpatroli. 4 orang yang telah lama kamu curigai karena melakukan penebangan pohon liar dan pemburu hewan langka. Karena melawan kami terpaksa membunuh mereka tanpa sengaja untuk melindungi diri."
"Dan kami telah bertanya kepada mahasiswa bapak bahwa dia melihat apa yang mereka lakukan sehingga mereka berempat hampir saja melecehkan mahasiswa bapak, namun mahasiswa bapak memberanikan diri untuk terjun ke jurang." Jelas Singa kepada mereka.
"Kami menemukan Queen dan menyelamatkannya. Saat itu, suaminya menelpon dan kami hanya bisa menghubungi suaminya terlebih dahulu. Saat Queen sadar, dia menceritakan bahwa dia adalah salah satu mahasiswa yang sedang berkemah di tempat ini." Jawab singa.
"Apakah itu benar Queen?" tanya Dekan lalu Queen menganggukkan kepalanya.
"Maafkan kami dan tidak mengetahui hal itu karena kami berpikir bahwa kau hanya sedang berjalan-jalan saja di lingkungan hutan dan akan segera kembali." Jawab Dekan dan di anggukan oleh seluruh pendamping dan juga pemandu.
"Hahahaha, kalian semua benar-benar lucu. Jadi jika kami saat ini juga belum datang kemari Kalian juga tidak akan melakukan apapun dan hanya bisa menunggu saja?" tanya Al lalu dicegah oleh Queen.
"Tidak bukan seperti itu," dekan yang ingin menjelaskan lebih detail namun berhentikan karena singa berbicara.
"Saya tidak ingin mendengar penjelasan apapun tentang alasan kalian. Kami hanya ingin melakukan investigasi di wilayah ini jadi kami harap kalian semua kembali malam ini juga agar mempermudah kami melakukan penyelidikan." Jawab Singa.
__ADS_1
"Oh ya, kalian tangkap pria itu." Ucap singa yang menunjukkan kepada Eza. Membuat semua orang kaget.
"Baik komandan." Jawab mereka.
"Kenapa saya?" tanya Eza yang terkejut.
"Apakah aku sudah melakukan kesalahan? tapi aku tidak melakukan apapun untuk mencelakai Queen. Bagaimana mungkin aku bisa ketahuan?" tanya Eza dalam hati.
"Kenapa kalian menangkap ku?" tanya Eza.
"Bawa mayat itu." Ucap Singa.
8 orang tentara maju dan membawa 4 mayat yang di buka kantong mayatnya untuk mereka semua lihat.
"Kalian semua bisa melihat bahwa di antara mereka, terlihat ada wajah yang sama dengan lelaki itu." Ucap singa
"Ia benar, lihat wajahnya sama walaupun mayat itu matanya sudah sangat membiru seperti itu " Jawab mereka satu persatu.
"Ezi?" panggil Eza dalam hati melihat adik kembaran itu sudah meninggal.
"Bagaimana mungkin dia juga ada di sini? Bukannya dia ada di bawah perintah bos besar langsung?" tanya Eza lagi dalam hati.
"Karena wajah mu sangat mirip. Jadi kami berpikir bahwa kau memiliki hubungan dengan penjahat ini. Jadi jangan memberontak, ikut kami untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut." Jawab singa.
"Dan tuan Al, anda dan istri anda sudah boleh kembali ke rumah. Jika ada sesuatu yang penting. Kami akan menghubungi anda." Jawab Singa.
"Terima kasih pak. Jika bukan karena bapak mungkin saya tidak akan bertemu dengan istri saya lagi. Dan saya berjanji akan membantu bapak dalam penyelidikan." Jawab Al.
"Baik b.." Singa yang mau memanggil bos.
"Baik pak Al. Jangan lupa rawat istri bapak dengan baik. Mungkin dia sedikit trauma dengan hal ini." Jawab Singa.
__ADS_1
"Fiona bereskan barang-barang mu. Ikut dengan kami." Jawab Queen.
"Baik." Jawab Fiona. Al juga sudah menyetujuinya.