
Matahari yang sudah tenggelam 2 jam yang lalu. Suasana malam yang begitu indah dengan munculnya bulan purnama yang menerangi. Bintang-bintang bersinar di atas langit terlihat jelas dilihat saat ini. Queen yang lebih dulu datang dari orang lain mencari tempat untuk bersembunyi.
Queen memarkirkan sepeda motornya di bawah pohon besar yang sedikit jauh dari arena balapan sepeda motor di tebing itu. Queen sengaja untuk datang lebih dulu dan memastikan lokasi untuk pertama kalinya ia datang.
Saat mencari tempat untuk bersembunyi, Queen menemukan sebuah pohon besar yang dekat dengan jalan menuju ke arena balap sepeda motor. Queen memarkirkan sepeda motor di belakang pohon yang tidak terlihat saat pengendara lainnya melintasi jalan. Yah, sudah di pastikan bahwa jalanan tebing dan jurang itu adalah sebagai sirkuit balap sepeda motor yang alami. Queen juga dapat melihat suasana arena sepeda motor dan lintas sirkuit balap sepeda motor dari atas pohon besar itu.
"Tempat yang cocok."Jawab Queen memberhentikan sepeda motornya di belakang pohon besar.
Queen turun dari sepeda motor dan membuka helmnya lalu melihat ke atas pohon. Mencari tumpukan cela pohon yang dapat menahan kakinya agar bisa memanjat pohon tersebut. Queen yang terbiasa hidup di hutan sudah tidak menjadi masalah baginya dalam hal memanjat pohon. Dalam waktu 3 menit Queen sudah berada di atas pohon dan duduk sambil menikmati suasana malam bulan purnama itu dan melihat situasi sirkuit balap.
"Sudah lama tidak menikmati suasana ini. Sudah 1 bulan meninggalkan desa. Bagaimana kabar Ayah Alex? Bahkan Aku juga belum menemukan keberadaan." Jawab Queen dalam hati yang sedang melamun dalam posisi menyandarkan diri di pohon.
Queen mengambil ponselnya yang ada di dalam saku kantong celana sebelah kanan untuk melihat waktu.
"Mungkin aku masih bisa tertidur untuk menunggu mereka semua datang." Jawab Queen dalam hati.
"Kalau saja tadi tidak bertemu masalah seperti itu, mungkin aku sudah tidur di hotel." Jawab Queen yang menyesali perbuatannya karena telah ikut campur dalam kejadian yang dilihat olehnya.
Queen meluruskan kakinya pada batang pohon yang cukup besar lalu menyandarkan tubuhnya di Batang tunggal lalu memejamkan mata untuk beristirahat sejenak.
Baru saja sejam Queen tertidur, tiba-tiba ada suara mobil yang melintasi jalan. Anehnya mobil itu adalah mobil angkutan sebuah minuman kaleng. Queen yang sudah terbiasa dengan suara yang dapat membangunkan ia dari tidur sehingga saat mobil itu melintasi jalan, Queen terbangun dan melihat arena balap sepeda motor.
__ADS_1
"Mereka adalah sponsor?" tanya Queen dalam hati.
Saat mobil itu baru saja melintas, sepeda motor yang dikendarai oleh seseorang dengan membawa sebuah tas ransel yang tak asing bagi Queen.
"Tas yang digunakan itu sepertinya aku pernah melihatnya." Jawab Queen dalam hati sambil melihatnya melintas.
Sepeda motor itu berhenti di dekat mobil sponsor itu. Sepeda motor yang digunakan adalah sepeda motor delivery makanan. Seseorang laki-laki yang membuka helmnya dan seorang lelaki keluar dari mobil sponsor itu. Queen tidak mendengar apa yang dimaksud dengan mereka bicarakan, tapi Queen bisa melihat dengan jelas apa yang mereka lakukan dari atas pohon.
"Tuan ini barang yang harus saya antar. Jadi bisa saya pergi?" tanyanya dengan memberikan tas ransel yang dipakai oleh karena itu kepada laki-laki perempuan dari mobil.
"Dan ini satu lagi tasnya." ia mengambil tas lainnya yang ada di dalam box makanan delivery.
"Kerja bagus." Jawab laki-laki itu dengan membuka kedua tas itu untuk mengecek dengan benar.
"Tunggu sebentar aku akan memberikan tips " Ucapnya dengan meletakkan kedua tas itu ke dalam tempat duduk supir pada mobil. Ia juga mengambil sebuah pistol.
Tanpa ada aba-aba, pistol yang diambil oleh laki-laki itu langsung mengeluarkan suntik dengan menargetkan kepala laki-laki yang telah mengantar kedua tas tersebut.
"Dor!" Suara tembakan yang sudah pasti Queen mendengarnya.
"Dia membunuh orang? Tapi itu bukan suara tembakan peluru?" tanya Queen yang terkejut.
__ADS_1
"Jika aku melepaskan kau pergi mungkin saja kau akan menghubungi polisi tentang apa yang terjadi. Karena kau sudah melihatnya yang tak seharusnya kau lihat maka lebih baik mati untuk membungkam kan rahasia. Tapi jika kau selamat mungkin itu adalah keajaiban untuk hidup mu." Jawab Laki-laki itu dengan berjalan menuju ke arah tubuh yang sudah terjatuh ke tanah. Ia mencabut jarum suntik yang sudah di tembakan.
Laki-laki itu tersenyum dan menarik tubuh laki-laki pengantar tas itu. Ia membuang mayatnya ke jurang sekaligus dengan sepeda motor yang digunakan oleh lelaki itu mengantarkan tas.
"Dia benar-benar gila. Bagaimana aku bisa turun untuk menyelamatkan karena semua sudah terlambat." Ucap Queen yang menggenggam tangannya melihat kejadian itu.
Laki-laki itu sudah menyelesaikan tindakannya lalu berjalan ke arah mobil. Ia membuka bagasi mobil barang itu dan mengeluarkan minuman kaleng yang tersusun rapi dengan satu paket terdiri dari 20 buah minuman kaleng.
Laki-laki itu setelah membawa dua tas tersebut. Satu tas berisi alat suntik sedangkan satu tas lainnya berisi cairan di botol kecil.
Laki-laki itu memulai aksinya kembali. Ia menusuk suntik ke botol kecil untuk mendapatkan cairan yang di dalam. Lalu memindahkan cairan itu ke dalam botol kaleng. Dia terus melakukan cairan lebih kecil dari dalam tas sudah habis.
"Apa yang sedang di lakukan lagi oleh dia?" tanya Queen yang memperhatikan dari awal hingga akhir laki-laki itu suntikan semua minuman kaleng.
"Lebih baik aku di sini terus untuk mengamati semuanya. Dan tas itu, yah tas itu bukannya yang dipakai oleh laki-laki yang aku tabrak di hotel?" tanya Queen dalam hati untuk mengingat kembali wajah laki-laki yang menabraknya.
"Ia, laki-laki yang di bunuh dia adalah laki-laki yang sama saat menabrak ku. Kenapa aku baru menyadarinya sekarang? tanya Queen yang kesal baru mengerti situasi saat ini setelah mengingat bahwa tas itu pantas saja terlihat familiar, ternyata itu adalah tas yang sama. Tas yang dibawa laki-laki yang telah menabrak Queen tadi sore saat ingin keluar melihat senja.
Saat Queen mengamati hal yang telah terjadi saat ini, 5 sepeda motor telah datang ke arena balap. Ternyata mereka juga orang yang berpihak dengan lelaki itu.
"Bagaimana situasi?"
__ADS_1
"Aman bos. Aku sudah memasukkan obatnya ke dalam minuman kaleng ini. Dan untuk yang tidak di beri obat yang ini." Menunjukkan ke arah kanan jajaran kaleng lainnya yang sudah di beri obat. Minuman kaleng yang di keluarkan dari mobil dan di beri obat oleh ya telah di susun dengan rapi di luar.