Gadis Monochrome

Gadis Monochrome
Episode 129


__ADS_3

**Selamat Membaca Readers Tersayang 🔥🔥🔥


Jangan lupa like, komentar, vote and hadiah❤️❤️❤️


terima kasih ❤️❤️❤️**


Fiona yang pergi mengambil makan siang ya di dapur umum. Dan kembali untuk makan bersama dengan Fiona. Mereka berdua makan siang bersama di tenda.


"Ayolah ceritakan apa yang terjadi tadi? " Ucap Fiona yang masih penasaran dengan cerita detail yang terjadi antara Arya dan Queen.


"Sudah aku katakan tidak ada yang terjadi. Saat itu kami hanya mencari kayu bakar. Mengumpulkan kayu-kayu dan ranting-ranting kering. Lalu aku melihat Arya sedang ke arah rerumputan yang tinggi. Dan aku melihat ada ular yang mendekati. Lalu aku campakkan ular itu menggunakan ranting pohon." Jawab Queen sambil menikmati makanan ya.


"Jadi hanya itu? Baiklah. Lagian aku hanya khawatir jika kamu akan bersama dengan Arya lalu meninggalkan Al. Yah walaupun mereka sama-sama tampan dan juga kaya. Tapi aku lebih setuju dengan Al." Jawab Fiona dengan menggoda Queen.


"Habiskan makanan mu." Jawab Queen.


Mereka telah menghabiskan makanannya dan Queen kehilangan botol mineral yang ada dengannya sehingga ia minum di botol yang sama dengan Fiona.


"Dimana botol air ku tadi?" tanya Queen yang lupa meletakkannya.


"Sudahlah jangan di cari lagi, minum saja milik ku." Jawab Fiona.


"Kau tidak jijik?" tanya Queen.


"Tidak apa-apa, sesama wanita juga dan kau tidak memiliki penyakit khusus yang menular kan. Jadi untuk apa takut." Jawab Fiona.


"Oke baiklah." Jawab Queen yang mulai minum.


Mereka yang sudah selesai makan bergegas untuk mengelilingi camp, dan juga menelusuri tempat mandi yang dekat dengan air terjun.


"Queen? Waktu kita ada 1 jam lagi. Bagaimana jika kita berkeliling di camp ini dan juga menelusuri jalan menuju ke toilet sementara selama di sini." Jawab Fiona.

__ADS_1


"Oke " Jawab Queen.


Mereka membersihkan bungkus kotak makanan untuk dimasukkan ke dalam tong sampah lalu menutup tenda mereka dan berjalan menelusuri lapangan camp.


"Cukup banyak juga." Jawab Fiona.


"Sepertinya." Jawab Queen.


"Lihat, ini barisan jurusan kita. Di sana jurusan bahasa....." Fiona menunjukkan kepada Queen tentang barisan tenda yang sudah diatur sesuai dengan jurusan mereka masing-masing.


Mereka yang berjalan dari 1 baris tenda ke tenda lainnya sampai menuju ke aliran sungai yang sudah dekat dengan air terjun.


"Lihat aku sudah melihatnya." Jawab Fiona yang sudah melihat air terjun yang ada di depan matanya.


"Suara aliran air terjun memang sudah terdengar dari tenda tadi. Tapi Aku tidak menyangka bahwa pemandangannya begitu indah.


Air terjun yang berukuran 15 m memiliki dua aliran yang terbelah dua karena di tengah terdapat batu besar yang telah menjadi pembelahan aliran yang turun. Dan di bawah air terjun memiliki beberapa batu-batu besar yang berjajar di bawahnya dan juga batu-batu kecil yang berada di sekitarnya.


Air yang begitu jernih dan juga dingin. Udara yang sejuk dan pepohonan yang menjadi peneduh air terjun ini. Karena di atas memiliki pohon besar di kedua sisi yang menjadi peneduh air terjun. Dan di bawah juga ada jajaran pohon yang mengelilingi pinggiran aliran sungai yang mengalir.


Mereka yang berada di sana merupakan tim yang membangun toilet umum khusus wanita dan juga pria. Terdapat 10 ruangan toilet buatan untuk setiap wanita dan lelaki.


"Bagaimana jika kita bermain air sedikit?" tanya Fiona.


"Boleh." Jawab Queen.


Fiona berjalan ke arah sebuah batu besar yang berada di pinggir sungai dan juga tidak jauh dari air terjun yang menjatuhkan air. Fiona langsung membuka sepatunya dan meletakkannya di samping. Fiona duduk di atas batu dan menurunkan kakinya untuk masuk ke dalam air. Queen juga duduk di sebelah Fiona.


"Benar-benar menyegarkan." Jawab Fiona.


"Benarkah?" tanya Queen juga memasukkan kakinya untuk mewarnai air yang sedang mengalir.

__ADS_1


"Bagaimana jika kita berpose?" ucap Fiona yang mengambil ponsel miliknya dari tas kecil yang sudah ia gunakan sejak tadi. Fiona membuka layar kunci ponselnya dan mulai membuka aplikasi kamera untuk mengabadikan momen keadaan saat ini.


"Queen tersenyumlah di depan kamera " Jawab Fiona yang mengajak Queen untuk Selfi. Karena sejak tadi Queen hanya sibuk dengan melihat air terjun dengan sekitarnya. Fiona hanya dapat mengabadikan momennya sendirian. Serial kali Queen di foto selalu berpose candid. Namun tetap saja, itu sungguh cantik.


"Queen Bagaimana jika sekarang berfoto dengan ku dengan posisi yang benar." Jawab Fiona yang menarik Queen untuk mendekati bahunya dan badannya untuk mendekati dirinya. Fiona langsung merangkul Queen begitu saja dan langsung menekan tombol Selfi dari ponselnya. Akhirnya Fiona mendapatkan foto Queen dengan begitu bagus walaupun tidak penuh dengan senyuman.


"Walaupun tidak tersenyum namun cukup bagus ekspresi yang di berikan oleh Queen." Jawab Fiona yang tertawa kecil.


"Kenapa harus tertawa? Apakah ada yang lucu." tanya Queen.


"Tentu saja tidak. Tapi bagaimana jika ini akan aku jadikan wallpaper layar ponsel saja. Cukup estetika." Jawab Fiona.


"Terserah." Jawab Queen kepada Fiona dengan berdiri dan melangkah pergi.


"Kau mau kemana?" tanya Fiona yang merasa bersalah lalu berdiri dan mengikuti Queen.


"Tentu saja kembali ke camp. 10 menit lagi akan di adakan acara selanjutnya." Jawab Queen.


"Aku ikut. Jangan asal meninggalkan aku begitu saja." Jawab Fiona yang berlari mengikuti Queen dari belakang lalu memilih tangan kiri Queen dan berjalan bersama.


Mereka berdua yang kembali di tenda di lihat oleh Elena yang sudah selesai dengan tugasnya membagi-bagikan makanan.


"Bagaimana dia masih tetap tenang seperti itu?" tanya Elena dalam hati.


"Bukannya seharusnya dia masuk ke dalam toilet?" Elena yang kembali bergumam di dalam hati melihat Queen masih baik-baik saja.


"Apakah minuman yang aku berikan kepadanya tidak di minum? Tapi bagaimana mungkin setelah makan tidak minum?" tanya Elena dalam hati bahwa sepertinya rencana miliknya itu gagal.


Elena berjalan keluar meninggalkan dapur umum untuk memastikan bahwa Queen memang benar tidak diare akibat rencanannya. Elena berjalan ke arah tenda putri yang dekat dengan Queen dan Fiona.


Saat dari kejauhan tadi, Elena melihat Fiona dan Queen berjalan keluar dari toilet umum sementara mereka.

__ADS_1


Namun saat di lihat kembali dengan dekat, ternyata memang baik-baik saja .


Elena mencoba untuk lebih dekat di tenda karena ingin mendengarkan apa yang sedang di bicarakan oleh Queen dan Fiona. Elena sengaja mendekat ke arah tenda Fiona dan Queen. Elena bersembunyi di balik tenda yang berada di samping tenda Fiona. Kebetulan tenda itu milik temannya.


__ADS_2