
"Tapi kita juga mengambil sebuah tiket pesawat keberangkatan ke tempat tujuan lain." Jawab Queen.
"Kenapa?" tanya Al.
"Kau seorang mafia seharusnya paham apa yang aku lakukan." Jawab Queen.
"Ingin mengelabui musuh?" tanya Al.
"Iya. Ingat untuk memesan jadwal keberangkatan pulang dan juga pergi. Tapi hanya satu tiket." Jawab Queen lagi.
"Satu tiket?" tanya Al yang bingung kembali.
"Hahaha. Iya pesan dua tiket dengan tujuan yang berbeda tapi di waktu yang sama." Jawab Queen.
"Kenapa harus dua tiket pesawat dengan tujuan yang berbeda?" tanya Al.
"Aku hanya ingin menyakinkan bahwa sebenarnya hanya ingin melihat siapa yang sebenarnya ingin mencelakai? Apakah itu musuh mu atau musuh ku?" tanya Queen.
"Kenapa kau berfikir bahwa aku memiliki seorang musuh?" tanya Al.
"Tentu saja, sebaik-baiknya kau menutupi identitas mu itu dari orang lain. Tidak akan mungkin menutupi dari semua orang. Pasti ada yang mengetahui tentang dirimu yang asli tanpa sepengetahuan mu." Jawab Queen.
"Wanita ini benar-benar menarik. Tidak ada 1 orang pun wanita yang pernah aku kenal memiliki pemikiran yang begitu jauh seperti yang dipikirkan olehnya." Ucap Al dalam hatinya.
"Jadi bagaimana?" tanya Queen.
"Aku mengerti. Aku akan minta bantuan Joy untuk memetakan tiket itu." Jawab Al.
"Tapi aku mau ada satu orang, orang mu yang dapat di percaya untuk bisa mengantikan salah kita dalam keberangkatan. Dia yang akan melaporkan jika sesuatu terjadi." Jawab Queen.
"Bagaimana dengan orang yang ingin mencelakai kita akan membahayakan penumpang lainnya?" tanya Al.
"Tenang saja, mereka tidak akan melakukan sesuatu dalam hal keberangkatan jika mereka juga berada di dalam pesawat. Tapi yang harus di perhatikan adalah siapa saja yang berada di dalam pesawat itu harus benar-benar di lihat dengan detail." Jawab Queen.
"Maksudnya dari seluruh penumpang dan juga melihat siapa penumpang yang akan pergi jika mendapati hal yang mencurigakan. Dan juga pramugari beserta pilot dan wakilnya?" tanya Al.
"Iya, semuanya harus detail. Kau bisa melakukan itu kan Al?" tanya Queen.
"Tentu saja bisa." Jawab Al.
"Baguslah. Dengan begitu mempermudah kita untuk mencari tahu. Terkadang sesuatu yang kamu miliki juga bisa berguna di waktu yang tepat." Jawab Queen dengan nada yang rata.
__ADS_1
"Hahahah, jika itu adalah pemintaan dari mu maka akan aku coba untuk memenuhinya." Jawab Al.
"Untuk masalah ini sudah selesai?" tanya Queen.
"Aku akan menelpon Joy dulu untuk mengatakan semua rencana mu ini." Jawab Al.
Al mengambil ponselnya dan menelpon Joy untuk melaksanakan rencana ini. Setelah Al selesai berbicara, Queen kembali berbicara.
"Kita akan berangkat jam 10 malam sehingga tiba di sana pukul 7 pagi. Perbedaan waktu hanya dua jam." Jawab Al.
"Oke. Ini masih pukul 7 malam. Dan juga barang-barang mu sudah aku siapkan ke dalam koper." Jawab Queen.
"Baju-baju ku?" tanya Al.
"Iya, tadi di bantu paman Xi untuk membereskannya." Jawab Queen.
"Kau tahu bahwa aku jarang membawa baju ketika berpergian?" tanya Al.
"Aku tahu. Paman Xi sudah mengatakannya." Jawab Queen.
"Lalu?" tanya Al.
"Diskusi apa?" tanya Al.
"Tentu saja tentang kita berdua. Apa yang harus kita jelaskan kepada Ayah dan Ibu?" tanya Queen.
"Tentang pernikahan kita atau tentang diri mu yang asli?" tanya Al.
"Tentu saja tentang pernikahan kita. Untuk siapa aku yang sebenarnya cukup Ayah Alex dan kau yang mengetahui hal ini. Atau ada orang lain lagi yang mengetahuinya?" tanya Queen kepada Al.
"Joy dan Sam mengetahui hal ini." Jawab Al.
"Jika mereka bisa di percaya maka itu boleh saja. Jangan ada yang mengetahui lagi." Jawab Queen.
"Baik. Oh ya soal pernikahan kita katakan saja kepada Ayah Bram dan Ibu Stella bahwa kedatangan kita untuk meminta restu mereka berdua. Dan akan melangsungkan pernikahan karena aku memaksa mu. Aku takut kehilangan mu saat itu, saat kau jatuh di jurang. Hal itu bisa di jadikan alasan yang paling kuat untuk menjadi jawaban penjelasan di hadapan mereka." Jawab Al dengan percaya diri.
"Kau yakin dengan hal itu?" tanya Queen.
"Tentu." Jawab Al.
"Lalu bagaimana jika mereka bertanya tentang kejadian aku yang masuk jurang? Apa yang harus aku jelaskan?" tanya Queen.
__ADS_1
"Katakan saja yang sebenarnya, aku juga tidak akan bermasalah jika mereka mengetahui tentang identitas aku. Hanya saja penambahan dari penjelasan mu adalah tentang keputusan kita untuk menikah." Jawab Al.
"Bagaimana jika bertanya dari aku mengenal mu?" tanya Queen lagi.
"Mudah saja. Aku yang sebagai dosen mencintai mahasiswi yang di ajari olehnya." Jawab Al dengan santai.
"Kau ingin kita memberitahu semua ya?" tanya Queen.
"Katakan saja yang sebenarnya hanya saja di ubah bahwa aku adalah murid guru Alex dan juga alasan ku menyamar karena aku memilih gosip yang seperti itu. Jadi mereka juga tidak akan curiga." Jawab Al.
"Baiklah. Aku tidak salah memilih mu." Jawab Queen yang tersenyum.
"Maksud ya?" tanya Al kepada Queen yang terlihat tersenyum licik.
"Sudahlah jangan di hiraukan." Jawab Queen tersenyum lalu meninggalkan meja makan menuju wastafel.
"Katakan pada ku." Jawab Al yang mengikuti Queen juga membawa piring kotornya menuju wastafel.
"Katakan pada ku atau?" Ucap Al yang wajahnya mendekati Queen.
"Pergilah mandi dan bersiap." Ucap Queen yang meletakkan jari telunjuk miliknya ke dahi Al dan mendorong sedikit untuk menjauhkan dahi.
"Kau tidak mau menjelaskannya?" tanya Al kepada Queen lagi.
"Tidak." Jawab Queen.
"Katakan?" tanya Al lagi. Queen membalikkan tubuh Al dan mendorongnya dari belakang dan memerintahkan Al berjalan meninggalkan dirinya.
Al tidak menolaknya, dan melihat ke belakang sambil berkata kepada Queen untuk meminta penjelasan dari pernyataan dirinya.
"Pergilah." Jawab Queen.
"Janji untuk menjelaskan kepadaku nanti." Jawab Al kepada Queen lagi.
Queen kembali ke wastafel untuk bersihkan piring kotor, lalu Al pergi berjalan untuk mandi. Al yang pergi menuju ke kamar mandi dengan wajah merona. Mengingat apa yang di laporkan Xi dan tentang pernyataan Queen.
"Terkadang ada beruntung ya juga aku yang sekarang. Sudah lama tidak merasakan bahwa apa yang di miliki bisa membuat ku sebagai ini. Benar-benar sudah lama sekali tidak merasakan bahwa aku hidup kembali." Jawab Al yang berbicara sendiri di dalam hatinya. Di bawah air yang mengalir dari atas mengenai kepala hingga seluruh tubuhnya.
Tangan yang di tempelkan ke dinding. Menunggu semua air membasahi tubuh, sambil berfikir kebahagiaan yang di dapatkan olehnya saat ini.
"Aku berharap dia dapat mencintai ku dengan cepat. " Jawab Al di akhir pemikirannya di dalam kamar mandi.
__ADS_1