Gadis Monochrome

Gadis Monochrome
Episode 197


__ADS_3

"Saat aku mengirimkan Queen untuk pergi menggunakan pesawat yang telah aku pesan untuknya. Di saat itu juga Queen bertemu dengan Sella yang akan kembali ke Boyalia. Sella melakukan pemeriksaan bahwa dirinya terkena leukimia. Ia tidak berani memeriksanya di tempat ia berasal karena Bram adalah seorang dokter di negara itu yang cukup terkenal. Dan juga alasan itu membuat Sella pergi ke kota tempat ku dan Queen. Dan di saat itulah mereka ada di dalam pesawat yang sama dan mengalami kecelakaan bersama. Aku menemukan Queen yang terseret ombak pantai ke tepi karang dekat hutan. Saat itu aku langsung mencari keberadaan Queen. Aku kira Sella adalah Queen."


"Lalu bagaimana guru bisa mengetahui bahwa Sella bukan Queen?" tanya Al.


"Karena Queen memiliki tanda lahir di telapak tangannya sedangkan Sella tidak memiliki. Tapi saat aku menemukan Sella, dia salam kondisi yang sangat buruk, wajahnya hancur setengah dan juga luka pada tubuhnya yang membuatnya baru pulih saat ini. Hanya tinggal melakukan beberapa terapi kembali untuknya bisa pulih. Karena alasan itu juga aku memerintahkan mu untuk bersama dengan Queen, untuk menjaganya. Dan yang aku jelaskan ini juga menjawab teka-teki aku selama ini, karena Sella baru saja seminggu siuman."Jawab Alex.


"Maksud guru bagaimana?" tanya Al semakin tidak mengerti dengan penjelasan Alex.


"Setelah satu bulan kecelakaan pesawat itu terjadi, aku membawa Sella ke mari untuk pemulihan. Dan karena ia masih koma, aku fikir aku harus memeriksa kembali apa yang terjadi. Tidak mungkin hal ini hanya sebuah kebetulan. Dan ternyata apa yang aku khawatirkan adalah hal yang nyata." Jawab Alex.


"Maksud Guru ada yang sabotase pesawat?" tanya Al langsung paham.


"Iya. Seperti dugaan ku, tapi sayangnya tidak ada yang selamat dari kecelakaan pesawat itu, hanya ada mereka berdua yang selamat. Sedangkan Sella aku sembunyikan dari pihak luar untuk pemulihannya. Aku juga sudah mengkonfirmasikan beberapa kenalan yang aku kenal di bandara bahwa pilot beserta pramugari yang berada di dalam pesawat itu adalah orang-orang yang ingin di singkirkan oleh pihak bandara. Lebih tepatnya pihak yang di atas sulit untuk di ketahui siapa dalangnya. Karena pihak bandara juga bungkam dengan hal itu. Aku mendapatkan informasi ini juga butuh perjuangan dan juga karena ada orang yang bisa aku percaya di dalam sistem itu sendiri." Jelas Alex.


"Jadi orang itu juga tidak mengetahui siapa yang ada di dalam dalang itu?" tanya Al.


"Tidak, tapi dia ingat bahwa sebelum keberangkatan pesawat itu. Ada beberapa orang yang datang untuk mengecek mesin. Dan mereka adalah orang-orang yang asing, tidak seperti teknisi biasa. Dan informan juga mengatakan bahwa hal ini nampak curiga, tapi sayangnya tidak ada bukti yang tertinggal. CCTV atau saksi orang-orang sekitar karena mereka semua tidak cukup memperhatikan segala hal di setiap waktu." Jawab Alex.

__ADS_1


"Jadi dugaan ku benar. Aku juga mendapat informasi yang sama Guru. Orang-orang ku mendapatkan awak kapal dari puing-puing pesawat itu. Dan mereka menyelidiki bahwa mesin-mesin yang ada itu sudah di sabutase. Tapi tidak menjadi acuan kuat dalam hipotesis yang aku fikirkan. Hanya saja waktu aku menginginkan CCTV hari itu aku mendapatkan bahwa sebagian durasi videonya telah di hilangkan. Kami hanya bisa mendapatkan sedikit durasi bahwa Queen dan Sella saja saat check in akan masuk ke bandara. Karena itulah aku juga mengetahui bahwa Queen saat ini menyamar menjadi Sella Queen. Dan aku juga baru mengetahui dari Queen bahwa ia melakukan hal itu karena permintaan Sella. Queen menjalankan perannya dengan baik, apalagi jika dia mengetahui bahwa Sella masih hidup." Jawab Al yang menjawab penjelasan Alex.


"Jadi kau sudah mengetahui alasan ku kenapa melakukan hal ini?" tanya Alex.


"Aku mengerti, semua ini di lakukan untuk melindungi Queen dan juga Sella. Guru juga mempercayai bahwa Queen bisa melakukan hal yang sedang dia usahakan saat ini." Jawab Al.


"Iya. Untuk saat ini, rahasia lebih dulu tentang apa yang kau ketahui sebelumnya semuanya jelas." Jawab Alex kepada Al.


"Aku mengerti." Jawab Al.


"Bolehkah aku mendengar tentang kakak ipar yang mau menerima begitu saja permintaan ayah Alex untuk menikahi Kak Queen?" tanya Stella yang tersenyum.


"Baiklah, hal ini juga sudah aku beritahu kepada ayah. Seperti apa yang kamu dengar dari ayah Alex, seperti itu pula cerita yang aku punya. Hanya saja semua belum di ceritakan ayah Alex. Jadi saya akan ceritakan." Jawab Sella.


"Aku bertemu dengan seseorang dokter saat aku akan pergi kuliah di Universitas Belta. Saat itu aku di diagnosa memiliki penyakit Leukimia. Dan dia menyarankan aku untuk pergi ke rumah sakit miliknya untuk melakukan pengobatan. Aku kira itu adalah hal yang menarik karena dapat menghindari ayah dan Mama......." Sella menjelaskan.


"Apakah kau masih ingat tentang orang itu?" tanya Al.

__ADS_1


"Maaf, saat ini aku kehilangan sedikit memori karena kecelakaan itu. Aku hanya mengingat semua tentang kejadian sebelum di pesawat. Dan sedikit memori tentang Ayah dan Mama. Dokter mengatakan ini adalah pasca trauma, aku hanya mengingat hal-hal yang penting dan juga hal sebelum kejadian kecelakaan pesawat itu." Jawab Sella.


"Aku mengerti. Baiklah, karena aku sudah mendengarkan apa yang ingin aku dengarkan jadi waktunya aku akan yang menceritakan hal yang ingin kau dengar." Jawab Al


"Pertemuan ku dengan Kakak mu itu karena aku berhutang nyawa kepadanya. Itulah singkatnya. Dan mungkin juga itu adalah takdir yang sudah di rencanakan tuhan untuk ku dan kakak mu. Hahahha." Jawab Al dengan tertawa.


"Ku lihat kakak ipar benar-benar mencintai Kakak dengan baik." Jawab Sella.


"Begitulah, tapi Kakak mu itu sangat keras kepala dan hatinya. Saat ini aku sedang berusaha mendapatkannya." Jawab Al.


"Hahahah, sudah aku duga Queen akan seperti itu." Jawab Alex dengan tertawa mendengar pernyataan dari Al.


"Guru hanya mengejek saja. Lagi pula tanpa Ayah memerintahkan aku untuk menikahinya, aku juga akan menikahinya." Jawab Al tertawa.


"Aku juga merasa itu adalah keberuntungan yang aku miliki." Jawab Alex.


"Tentu saja. Tanpa harus repot memikirkan bahwa aku akan menolak," Jawab Al.

__ADS_1


"Iya benar. Aku juga berfikir begitu. Aku juga tidak menyangka bahwa Queen dan Kau murid ku bisa bersatu. Aku juga tidak menyangka bahwa Queen pernah membantu mu saat itu dan membuat mu jatuh cinta lebih dulu kepadanya." Jawab Alex yang tertawa.


"Hahah tentu saja. Tapi guru, ada yang ingin aku tanyakan lagi. Tapi aku ingin berdua saja. Apakah ini tidak apa-apa Sella? Hal ini juga hanya ingin melepaskan rasa rindu muridnya kepada gurunya." Jawab Al.


__ADS_2