Gadis Monochrome

Gadis Monochrome
Episode 171


__ADS_3

Joy datang menjemput mereka berdua di dalam vila. Queen yang masih di dalam kamar tidak melihat kedatangan Joy yang sudah masuk ke dalam Vila. Al yang duduk di sofa dengan jajaran dua koper yang sudah di ruang tamu.


"Kau sudah tiba?" tanya Al kepada Joy.


"Semua rencana sudah selesai. Aku sudah mengirimkan dua orang kepercayaan kita untuk mengantikan kalian. Aku juga sudah memerintahkan 4 orang untuk menemani mereka berdua. 4 orang itu terdiri dari 2 orang pramugari pada masing-masing tempat. Dan aku juga sudah memesan tiket dengan tujuan yang berbeda di waktu yang bersamaan." Jawab Joy.


"Kerja bagus." Jawab Al.


"Oh ya ini paspor tuan dan nona Queen." Jawab Joy yang memberikan paspor kepada Al. Joy menduplikat paspor mereka berdua untuk menjalankan rencana itu. Joy juga sudah membuat wajah plastik sebuah topeng yang akan di pakai oleh kedua orang yang akan menyamar menjadi Al dan Queen.


"Bagaimana dengan penerbangan kita?" tanya Al.


"Sudah mendapatkan izin dan juga tidak ada masalah pada jalur penerbangan. Cuaca juga bagus di perkirakan." Jawab Joy.


"Oke terimakasih." Jawab Al yang berdiri dan menepuk pundak Joy.


"Biar saya yang membawa koper ini." Jawab Joy.


"Oke. Aku akan menyusul mu ke depan setelah memanggil Queen." Jawab Al.


"Baik." Jawab Joy yang menganggukkan kepalanya.


Joy pergi membawa 2 koper yang ada di ruang tamu dimasukkan ke dalam bagasi mobil. Al berjalan dan mengetuk pintu kamar Queen.


"Apakah kau sudah siap?Joy sudah tiba dan kita harus berangkat sekarang!" Al yang mengucapkan kalimat itu setelah mengetuk pintu.


"Tunggu sebentar." Jawab Queen yang sedang memasukkan dompetnya ke dalam tas kecil yang akan dibawa olehnya.


Queen keluar dengan menggunakan dress berwarna hitam dengan panjang di bawah dengkul. Tangan dress yang tiga siku dan rambut yang di kucir satu.


"Cantik." Jawab Al yang spontan mengatakan itu saat melihat Queen keluar dari pintu.


"Terimakasih." Jawab Queen yang berdiri di depan Al.


"Sama-sama." Jawab Al.

__ADS_1


"Apakah kau harus tetap melihat ku seperti itu? Ayo pergi!" Jawab Queen dengan merintah Al untuk berjalan.


Al yang sadar mengikuti Queen dari belakang lalu menyusulnya. Mereka berjalan keluar dari vila menuju ke mobil Joy dengan langkah yang sama.


"Wah nona Queen begitu cantik malam ini." Jawab Joy.


"Terimakasih." Jawab Queen yang tersenyum.


"Ukhuk..khuk .." Al yang batuk untuk mengkode Joy untuk berhenti memuji dan melihat Queen dengan berlebihan.


"Ayo masuk." Jawab Al yang membuka pintu mobil untuk masuk dan menarik Queen masuk ke dalam bersama dengannya.


"Dasar posesif." Jawab Joy yang tersenyum melihat Al menunjukkan sifat aslinya.


"Apa yang kau lakukan Al?" tanya Queen yang terkejut karena dirinya di tarik oleh Al untuk masuk ke dalam mobil dengan cara yang tidak seperti biasanya.


"Jalan!" Jawab Al kepada Joy yang sudah masuk ke dalam mobil.


Al dan Queen bersama dengan Joy dalam perjalanan sama sekali tidak ada berbicara. Hawa dingin menyelimuti suasana di dalam mobil sehingga mereka sampai ke bandara internasional di negara Boyalia.


Penjaga hanya melakukan prosedur dari pemeriksaan berkas dan juga keamanan. Al berjalan lebih dulu, Queen dan Joy berjalan di belakangnya.


"Sepertinya dia cemburu melihat kau begitu cantik nona." Jawab Joy dari belakang Queen.


Queen memberhentikan langkah kaki dan menoleh kebelakang untuk menampilkan ekspresi kepada Joy.


"Mungkin tuan Joy tidak ingin anda begitu cantik di hadapan orang lain. Dia memang sejak dahulu adalah lelaki yang sangat serakah. Dia tau menjaga segala sesuatu yang berharga menurutnya. Dia tidak akan pernah membagi sesuatu yang sangat di sukai olehnya." Jawab Joy dengan menjelaskan sambil melewatinya.


Queen dan Joy berdampingan berjalan menuju ke pesawat pribadi yang di miliki oleh Al. Beberapa bodyguard yang sudah menunggu di lapangan Bandara lepas landas pesawat.


"Kalian bawa koper ini ke dalam." Perintah Joy kepada bodyguard, dan bodyguard yang membawa beberapa hal yang tadinya menyambut kedatangan Al dan tidak membawa rekan mereka.


" Ayo masuk!" Jawab Al.


"Kau yakin pergi begitu saja? Ingatlah yang dikatakan oleh ku bahwa tuan harus baik terhadap sahabat ya." Jawab Queen kepada Joy.

__ADS_1


Al tidak memperdulikan itu, Al berjalan terlebih dahulu dari tangga pesawat untuk mereka yang akan terbang hari ini dan di jam seperti ini.


Saat memasuki pesawat, wajah Queen terperangah melihat interior pesawat pribadi Al yang begitu mewah.


"Duduklah di sini." Jawab Al kepada Queen yang menarik Queen duduk. Al juga membuka jaket miliknya dan menutupi dengkul hingga sepatu Queen dengan jaketnya yang di jadikan sebagai selimut Queen.


Pertama masuk ada 4 kursi sofa yang sedang berjajar dua baris. Lalu ada ruangan di sebelah kanan. Ruangan itu adalah ruangan kamar tidur pertama. Di dalam kamar pertama itu terdapat kasur seperti biasanya di rumah, lemari buku dan juga kamar mandi di dalam dengan shower .


Setelah itu masuk ke arah lorong lagi melewati kamar pertama, berjalan menuju ke ruangan kedua yang sebelah kiri setelah lorong luar dari kamar pertama. Queen lagi-lagi terperangah dengan keindahan yang ada di dalam pesawat. Sudah seperti sebuah hotel mewah yang di angkut ke dalam pesawat pribadi milik Al.


"Jika tidak ada lagi yang ingin di tanyakan." Ucap Joy kepada Al dan Queen.


"Oke. Pergilah, hati-hati di jalan kalau sudah malam." Jawab Queen. Di saat itulah Al hanya menganggukkan kepala dan minat Queen untuk beberapa waktu yang akan datang.


"Kau kapan kembali ke kota ini?" tanya Joy yang masih berani bertanya dengan temanya itu


"Setelah ini." Jawab Al yang singkat.


"Iya." Jawab Joy.


"Mungkin sepuluh hari akan pergi bersama dengan Queen. Jadi aku meminta dirimu untuk berhati-hati dan menjaga Queen dengan benar." Jawab Joy dengan membisikkan Al


"Aku serius tuan." Jawab Joy.


"Sepuluh hari. Aku serahkan seluruh kegiatan kepada mu." Jawab Al


"Oke."


"Jangan lupa dengan yang aku perintahkan untuk tetap mencari keberadaannya." Jawab Joy yang mengatakan kepada Al untuk menyelamatkan Queen.


"Baiklah. Hati-hati ya." Ucap sapaan yang biasa dikatakan oleh Queen.


Joy yang sudah pergi dan pintu pesawat mulai di tutup oleh pramugari dan baling-baling kincir. Pesawat siap lepas landas untuk terbang.


"Sungguh pesawat yang hebat." Ucap Queen yang mengagumi isi dalam pesawat pribadi ini.

__ADS_1


"Terimakasih. Jika ingin beristirahat pergi ke kamar. Aku akan membangunkan mu ketika sudah sampai." Jawab Al kepada Queen.


__ADS_2