
Mereka berdua menikmati pemandangan langit malam berbintang. Queen sangat menyukai melihat bintang di malam hari menggunakan teleskop yang ada di rumah kaca.
"Sejak kapan kau menyukai hal ini?" tanya Queen.
"Sejak aku berada di dunia militer. Saat itu kami diperintahkan untuk belajar tentang alam. Tentang bagaimana menunjuk sebuah arah dari matahari atau bulan. Melihat keadaan hutan dari hewan-hewan yang hidup maupun tumbuhan yang tumbuh. Dan saat di malam hari, saat menggunakan teleskop aku menyukai ya." Jawab Al tersenyum dengan menoleh ke arah Queen.
"Oh." Jawab Queen.
" Bagaimana dengan mu?" tanya Al.
"Sering tidur di rumah pohon dan gua ketika bersama dengan Ayah. Sering menikmati pemandangan langit malam berbintang dengan mata telanjang. Tapi ternyata menggunakan teleskop lebih menyenangkan." Jawab Queen tersenyum.
"Baguslah jika kau menyukainya. Aku tidak salah membuat ya di sini." Jawab Al.
"Jadi kau yang membangun ini?" tanya Queen.
"Iya, untuk calon istri masa depan dan sekarang sudah tercapai." Jawab Al.
"Kau selalu saja begitu." Jawab Queen.
"Tentu saja." Jawab Al.
Queen hanya berdiam diri dan menikmati kembali pemandangan langit malam berbintang menggunakan teleskop. Begitu juga dengan Al yang hanya melihat Queen sesekali selalu lebih memilih melihat bintang dengan begitu saja.
Tanpa di sadari, Al yang ingin bercerita dengan Queen. Melihat Queen yang tidak menanggapinya, ia melirik ke samping.
"Bagaimana jika kita tidur di sini?" tanya Al.
"Queen? Apakah kau mendengar ku?" tanya Al yang menoleh.
"Dia sudah tidur?" tanya Al yang melihat Queen memejamkan matanya.
Al bangun dari posisi tidur. Menekan tombol remote untuk menutup atap rumah kaca dan meletakkan teleskop di atas atap. Menghidupkan AC dan menghidupkan lampu tidur. Al juga mengambil selimut yang tersimpan di lemari ujung ruangan itu.
Al berjalan membawa selimut untuk menyelimuti yang sudah tertidur lelap. Al juga tidur di samping Queen dengan memiringkan badannya ke sebelah kiri untuk dapat melihat Queen tertidur. Al yang melihat Queen saja, lama kelamaan matanya tertutup.
.....
Di tempat lain, Biel dan anggotanya.
Biel bersama dengan sopirnya diantar ke bar. Biel langsung masuk ke dalam ruangan miliknya. Ia duduk di kursi ruangan itu untuk menunggu kabar dari orang suruhan dirinya yang telah merencanakan penembakan jarak jauh untuk Queen.
3 orang yang ditunggu oleh biar akhirnya datang dan masuk ke dalam ruangan dengan wajah yang menampilkan ekspresi takut dan tubuh yang bergemetaran.
__ADS_1
"Tuan, kami gagal lagi." Ucapnya.
"Bagaiman kalian bisa gagal?" tanya Biel langsung berdiri dari tempat tidurnya dan menampilkan ekspresi wajah yang menyeramkan.
"Di dalam apartemen ya ada seorang lelaki yang membantu ya. Sniper handalan kita tidak dalam melakukan itu. Jika saja tidak ada lelaki yang ada di dalam apartemen yang mungkin saja akan berhasil." Jawab.
"Kau tau Aku tidak menginginkan sebuah kemungkinan." Jawab Biel yang semakin marah lalu mengambil pistolnya.
"Sniper andalan kita berhasil kabur dari sana. Dan semua sudah beres waktu itu." Jawabnya.
"Jadi kalian sudah gagal?" tanya Biel.
"Maaf tuan." Jawab.
Biel mengangkat pistolnya dan menarik pelatuk untuk mengenai dua target.
"Dor.....Dor...." dua tembakan yang tertuju pada 2 orang anggota tim dari lelaki yang telah diperintahkan oleh Biel untuk membunuh Queen.
"Tuan, aku mohon jangan bunuh aku." Ucap ketua tim dari dua orang yang telah dibunuh oleh Biel.
"Sudah aku katakan kepada mu bahwa Jika kamu gagal dalam melakukan misi ini, kau dan tim mu akan menjadi gantinya." Jawab Biel.
"Tapi tuan, aku masih berguna. Aku masih mendapatkan informasi bahwa Queen akan ikut dalam acara camping kampus seminggu lagi setelah ujian. Di saat itu kami akan melakukan pembunuhan yang di manipulasi menjadi sebuah kecelakaan yang jatuh ke jurang. Aku pasti akan memastikan bahwa kali ini akan berhasil." Jawabnya dengan terbata-bata karena takut.
"Kau?" Biel yang sudah menodongkan pistolnya ke arah dirinya.
"Baiklah aku berikan kesempatan sekali lagi kepada mu." Jawab Biel dengan menurunkan pistolnya ke meja.
"Terima kasih tuan, aku akan melakukan ya." Jawabnya.
"Siapa pria yang menolong ya itu?" tanya Biel.
"Maaf tuan kami tidak mengetahui ya. Nanti akan kami cari informasi tentang ya."
"Aku tunggu informasi ya." Jawab Biel.
"Iya tuan."
"Bereskan kekacauan disini." Jawab Biel.
"Baik tuan."
Biel yang tidak memiliki mood baik, ia pergi meninggalkan ruangan itu dan juga bar. Ia memerintahkan supirnya Untuk mengantarkan ke rumah.
__ADS_1
Sampai di rumah, ia bertemu dengan Grace. Grace kembali ke rumah dan sedang berbincang dengan John.
"Ayah lama sekali pulangnya?" tanya Grace yang menyambut Biel.
"Grace?" tanya Biel yang terkejut anak semata wayangnya itu pulang.
"Suprise ayah. Bagaimana kabar mu?" tanya Grace yang langsung berdiri dan berlari memeluk Biel.
"Ayah merindukan mu." Jawab Grace.
"Aku juga merindukan ayah." Jawab Grace.
"Kalian bicarakan. Aku ingin istirahat. Ingat jangan terlalu lama, Grace juga baru saja tiba dari luar negeri." Jawab John.
"Iya Ayah " Jawab Biel.
"Siap Kakek." Jawab Grace.
John pergi meninggalkan ruang tamu dengan berjalan menggunakan tongkatnya menuju ke kamar. Sedangkan Grace dan Biel masih di situ.
"Ayah aku ingin berbicara di ruang kerja mu " Jawab Grace.
"Oke. Ayah juga ingin berbicara dengan mu." Jawab Biel.
Mereka jalan menuju ke ruang kerja Biel.
"Ayah apa yang sebenarnya terjadi? Kenapa bisa ada cucu lain selain aku? Bukannya aku adalah satu-satunya cucu dari keluarga Abraham?" tanya Grace kepada Biel.
"Dari mana kau mengetahui itu?" tanya Biel yang terkejut saat mendengar Grace mengetahui apa yang harus ia katakan.
"Apakah kakek mu sudah bercerita tentang Queen?" tanya Biel lagi.
"Iya. Tapi tidak sepenuhnya." Jawab Grace.
"Maksud mu?" tanya Biel.
"Ayah sebelum itu aku minta maaf, sebenarnya aku sudah kembali setahun yang lalu di kota ini. Tapi aku tidak ingin kembali karena ingin menikmati kebebasan tanpa harus berfikir tentang perusahaan. Ayah mengetahui bahwa aku sangat menyukai tentang kepenulisan maka aku mengambil sastra?" tanya Grace.
"Iya." Jawab Biel.
"Aku sudah menyelesaikan studi bisnis bersamaan dengan studi sastra. Aku seorang bekerja di universitas Belta sebagai dosen di jurusan sastra." Jawab Grace.
"Jadi kau mengetahui Queen adalah saudaramu dari sana?" tanya Biel.
__ADS_1
"Karena hal itu, aku mengetahui bahwa Queen adalah anak dari kakak ayah....." Grace menceritakan tentang iya yang mengetahui Queen sebagai saudara ya dari kejadian Queen yang mendapatkan berita wanita murahan. Grace bercerita dia mengetahui itu dari Fiona.
"Jadi saat mendengar berita itu, kau langsung bersiap-siap kembali pulang? Dan saat mengetahui keberadaan dari mulut kakek, kau baru menyakini bahwa berita itu benar adanya?" tanya Biel