Gadis Monochrome

Gadis Monochrome
Episode 201


__ADS_3

"Pintu ya terkunci pasword?" tanya Al.


"Iya." Jawab Queen dalam earphone bluetooth itu.


"Ambil alat yang berwarna putih itu lalu....." Al memberikan perintah langkah-langkah yang harus di lakukan oleh Queen untuk membuka password kunci pintu itu. Sebuah alat yang bisa membuka pintu.


"Berhasil." Jawab Queen yang pintunya otomatis terbuka.


"Masuklah sekarang, aku sudah mengahlikan semua CCTV. Ingat, gunakan sarung tangan plastik agar tidak ada sidik jari yang tertinggal di dalam." Jawab Al.


"Baik." Jawab Queen.


Queen melihat isi dalam ruang itu seperti pabrik kayu biasa dengan alat-alat untuk mengukir kayu dan banyak kayu yang ada di atas meja. Jajaran pahatan-pahatan dan ukiran karya seni patung di dalamnya.


Queen berjalan kesana kemari memeriksa setiap sudut. Langkah kaki Queen menginjak sebuah lantai yang aneh. Queen berhenti melangkah dan jongkok. Queen menggunakan tangannya untuk menyapu bersih serpihan kayu yang ada di lantai. Terlihat keramik dalam lantai itu berbeda dari yang lain.


Queen menekan keramik itu tapi tidak ada yang terjadi. Queen kembali mencoba dengan memutar keramik bulat itu dan ternyata berhasil. Tiba-tiba sebuah tangga terbuka di lantai bawah. Queen terkejut dengan apa yang dilihatnya. Queen langsung turun ke bawah.


Queen yang sampai di ruang bawah tanah yang ukurannya kecil sekitar 5 meter persegi dengan tinggi 3 meter. Di bawah itu hanya ada komputer dengan intra merah pada monitor berukuran 1 meter. Dan sebuah Mading busa yang penuh dengan wajah orangtua Queen dan juga John Abraham dan juga dengan tanda-tanda aneh.


"Ada apa?" tanya Al.


"Bagaimana aku bisa membuka komputer ini?" tanya Queen.


"Lakukan hal yang sama seperti yang dilakukan pada ruang CCTV tapi gunakan flasdisk berwarna putih. Aku akan mengcopy seluruh datanya. Tunggu hingga 100%." Jawab Al.


"Oke." Jawab Queen yang kemudian melakukan seperti yang di arahkan oleh Al.


Queen yang menunggu salinan data itu mengambil ponselnya dan memfoto semua sudut ruangan. Queen berdiri di depan Mading itu dan sedang berfikir. Namun tiba-tiba Al memberitahu Queen.


"Queen ada orang yang datang bertamu ke rumah. Sepertinya dia adalah pembantu rumah tangga yang di katakan oleh John. Lebih baik sekarang pergi dari tempat itu." Jawab Al.


"Sudah siap?" tanya Queen.


"Sudah, cabut saja flasdisk ya dan tinggalkan tempat itu seperti semula." Jawab Al.


"Baik." Jawab Queen.

__ADS_1


Queen pergi meninggalkan tempat itu dengan tidak meninggalkan jejak sama sekali. Lalu, Queen sudah tiba di dalam rumah tepat ketika pembantu itu juga tiba di dalam rumah.


"Anda nona Queen?" tanya pembantu itu.


"Iya bi." Jawab Queen yang tersenyum.


"Saya diamanahkan oleh Tuan John untuk melayani anda ataupun kebutuhan yang diperlukan saat tinggal di tempat ini." Jawabnya.


"Iya, kakek tadi sudah bilang. Bibi lakukan saja apa yang biasanya bibi lakukan di tempat ini. Nanti jika aku memerlukan sesuatu aku akan mengatakan. Saya pergi dulu ke kamar." Jawab Queen.


"Baik nona." Jawabnya.


Queen pergi mau masuk di kamarnya kemudian mengunci. Queen melanjutkan percakapannya kepada Al. Ia mengirimkan semua foto yang di ambil pada ruangan bawah tanah itu kepada Al.


"Bagaimana jika kita bertemu nanti malam?" tanya Al.


"Tidak mungkin. Besok saja." Jawab Queen.


"Baiklah. Aku juga akan mengamatinya dengan jelas isi dari komputer itu dan juga gambar-gambar yang telah sayang dapatkan." Jawab Al.


"Oke." Jawab Queen.


"Kakek, hari ini aku pergi bertemu dengan teman ku." Jawab Queen yang berpamitan kepada John.


"Biar Zaki yang mengantarkan." Jawab John.


"Tidak perlu Kakek, aku sudah memesan taksi online, saat ini sudah ada di depan pintu." Jawab Queen.


"Orang kampungan." Jawab Grace dalam hati.


"Anak ini seharusnya bisa membawa mobil di parkiran. Apakah aku terlalu khawatir?" tanya Biel.


"Kenapa harus pesan taksi online? Queen bisa memakai salah satu mobil di garansi." Jawab John.


"Tidak perlu, dari awal sudah aku katakan bahwa aku hanya akan setuju untuk tinggal bersama beberapa saat. Tapi tidak untuk memakai fasilitas berlebihan di keluarga Abraham." Jawab Queen yang berdiri kemudian berjalan untuk bersalaman kepada mereka semua lalu pergi meninggalkan mereka.


Biel, Grace, Zaki, dan tentu saja John sangat terkejut dengan apa yang dilakukan oleh Queen. Mereka melihat Queen yang tidak ingin menggunakan kekayaan dari keluarga Abraham. Bahkan Queen juga menolak uang yang di berikan oleh John.

__ADS_1


"Istri ku memang terbaik. Aku juga masih sanggup membiayai seumur hidup istri ku." Jawab Al yang tersenyum saat melihat CCTV pada ruang makan keluarga Abraham.


Lalu Queen masuk ke dalam mobil dan menelpon Al.


"Aku sudah di dalam taksi. Kau di mana?" tanya Queen.


"Suami ku ada dimana?" tanya Al yang mengulang pertanyaan dari Queen dengan benar menurutnya.


"Aku serius Al." Jawab Queen.


"Iya iya, sedang di jalan sayang. 15 menit lagi suami mu akan tiba." Jawab Al.


"Oke." Jawab Queen yang langsung mematikan ponselnya.


"Baru saja ingin bertanya mau di pesankan apa? Sudah di matikan saja." Jawab Al dengan mengirimkan pesan.


Queen hanya membaca pesan dari Al tanpa membalasnya. Sedangkan Al berbincang dengan Joy.


"Bagaimana dengan hal yang suruh?" tanya Al.


"Aku sudah mendapatkannya. Semua bukti sudah berada di dalam file yang aku kirimkan itu. Aku dan Sam sudah memeriksa semua isi dalam komputer yang anda kirimkan itu." Jawab Joy yang sangat mengantuk sehingga ia berada di belakang mobil bersama dengan Al.


"Iya bos, kau seharusnya memberikan kami bonus dan juga cuti." Jawab Sam yang membalas percakapan mereka berdua di kursi depan bersama dengan sopir.


"Iya nanti aku berikan bonus dan paket liburan di Afrika." Jawab Al.


"Ha? Jangan jangan." Jawab mereka berdua dengan melotot bersama-sama melihat Al.


"Tenang saja aku tidak mungkin melakukan itu. Setelah semuanya selesai aku akan memberikan tiket kepada kalian. Jadi tentukan saja kalian mau kemana." Jawab Al yang memegang tabletnya untuk mengecek hasil kerja Sam dan Joy yang dilakukan tadi malam.


Al sebenarnya juga bergadang malam itu. Mereka membagi tugas untuk memeriksa semua data yang telah ditemukan oleh Queen. Mereka bertiga malam itu di kantor dengan bekerja lembur.


"Benarkah? Akhirnya bisa liburan juga." Jawab Sam yang sangat senang.


"Tentu saja asal tidak ada jadwal operasi di rumah sakit mu dan juga gak ada pekerjaan yang kau tinggal begitu saja." Jawab Al yang selalu menjawab dingin.


"Bagaimana dengan ku yang tiap hari ada pekerjaan?" tanya Joy.

__ADS_1


"Tenang saja, aku bisa cari CEO baru." Jawab Al.


"Itu sama saja kami tidak dapat libur." Jawab Sam dan Joy bersamaan.


__ADS_2