
Assalamualaikum wr wb readersπ₯π₯π₯
Horas dari Medan π₯π₯π₯
Semoga Allah melimpahkan kebaik-kebaikannya kepada segala sesuatu yang di inginkan dan di butuhkan oleh kita semua.β£οΈβ£οΈβ£οΈ
Udah lama gak menyapa readers dari awal episode karya ke 3 ini sampai detik ini. Alhamdulillah ternyata sudah karya ke 3 saja dan sudah 100 episode. Walaupun dari segala drama yang terjadi masih bisa menulis.
Dan semua hal sampai titik ini alasan utama dan tidak akan pernah bisa lepas dari hal yang di sebut sebagai readers. Terima kasih dukungan kalian, terima kasih doa-doa kalian pada komentar, Terima kasih chat pribadi kalian di WhatsApp maupun di Instagram @wichan606. Terima kasih atas segala like, komentar, vote dan hadiah poin atau koin yang di berikan oleh para readers.
Author tidak akan pernah menulis tanpa pembaca seperti kalian.
Author tidak akan sampai pada titik ini jika bukan dia dan dukungan kalian.
Author gak akan semangat tanpa komentar kalian yang mendukung maupun membangun menjadi lebih baik.
Maafkan author kalau cerita yang ke 3 ini kurang menarik, tidak menarik atau sama sekali tidak seruπ₯². author sadar bahwa memang banyak hal yang harus di pelajari dan selalu di perbaiki. Dari segi tulisan yang sering typo atau plot yang buat pusing kebingungan.
author akan terus memperbaiki ya tapi jangan tinggalkan author ya. tetap temani author dalam komentar semnagat kalian atau komentar kritik kalian. Karena hal itu benar-benar membantu πππππ
Sekali lagi mohon maaf jika masih kurang baik dalam berkarya dan terima kasih atas segala dukungan selama ini. Selamat membaca kembali
*****
Al yang keluar dari supermarket dengan mengembuskan nafasnya karena pipinya yang merah padam menahan malu terhadap 2 orang yang berada di dalam supermarket. Al merasa lega telah keluar dari supermarket dan bahagia setelah mendapatkan apa yang dibutuhkan oleh Queen.
Queen yang melihat Al keluar dari supermarket seperti seorang telah melakukan kesalahan sehingga mengendap-endap dan celingak-celinguk. Queen tersenyum melihat Al yang seperti itu sambil menahan sakit. Al langsung masuk ke dalam mobil dan memberikan pesanan itu.
"Ini." Ucap Al yang masuk mobil langsung memberikan kepada Queen bungkusan itu.
"Cepatlah kembali." Jawab Queen.
"Iya. Tahan sebentar." Jawab Al lalu membuat kursi mobil Queen untuk tertidur sehingga memberikan rasa aman kepada Queen untuk beristirahat.
"Tidurlah." Jawab Al kepada Queen.
Al melihat Queen sungguh khawatir, ia melajukan mobilnya dengan cepat, karena mereka juga sudah hampir sampai di vila. Tapi ada sebuah Speed bump ( polisi tidur ) yang di terobos begitu saja oleh Al sehingga membuat sedikit guncangan.
__ADS_1
"Auuu." Ucap Queen yang kesakitan karena guncangan itu.
"Maaf, apakah itu menyakitkan?" tanya Al.
"Sedikit." Jawab Queen.
Al yang melajukan mobilnya dengan tatapan yang serius dijalanan untuk melihat jika ada speed bump harus lebih berhati-hati. Dan saat ini di depan ada speed bump terkahir yang akan ke arah jalanan hutan menuju villa.
Mobil yang dikendarai oleh Al tadinya melaju dengan cepat, saat akan mendekati speed bump, Al memperlambat. Hingga saat melewati speed bump Al begitu pelan-pelan ban mobil depan dan belakang perlahan-lahan melewati speed bump. Seperti jalan keong yang begitu sangat pelan dan hati-hati.
"Tidak sampai seperti itu Al." Jawab Queen yang menggelengkan kepalanya melihat kepolosan tingkah Al.
"Aku hanya tidak ingin membuat perut mu semakin sakit." Jawab Al terus melakukan tindakan ya itu. Setelah beberapa speed bump di lewati, Al melajukan kembali mobilnya untuk tiba di villa dengan cepat.
Dalam perjalanan, Queen tertidur. Al langsung menelepon pelayan yang sudah berada di dalam villa untuk membuatkan makanan.
"Iya tuan." Jawabnya.
"Bibi tolong buatkan apapun makanan untuk Queen yang sedang datang bulan. Kami sebentar lagi sampai." Jawab Al dalam telepon.
"Baik tuan."
"Tunggulah sebentar lagi." Jawab Al.
Beberapa menit setelah perjalanan akhirnya mereka tiba di depan villa. Queen juga terbangun.
"Apakah kita sudah sampai?" tanya Queen.
"Iya." Jawab Al dan langsung melepaskan tali pengaman lalu keluar dari mobil.
Al berjalan ke depan ke arah pintu mobil kursi Queen. Tanpa berpikir panjang dan mempertanyakan persetujuan dari Queen. Al menggendong Queen dari kursi mobil.
"Apa yang kau lakukan?" tanya Queen.
"Jangan keras kepala ketika sedang sakit. Biarkan aku yang membantumu." Jawab Al.
Queen yang tidak bisa menolak karena memang perutnya masih sakit dan tubuhnya lemas. Queen melingkarkan tangannya ke leher Al saat di gendong. Al dengan gagah perkasanya menggendong Queen dengan wajah yang begitu tampan dan menawan dengan senyum bahagia ya.
__ADS_1
"Jika kau bisa manis seperti ini setiap saat juga aku rela menggendong mu terus." Jawab Al dalam hati melihat Queen yang begitu tenang dalam pelukan ya ketika di gendong.
"Bibi ambilkan belanjaan di dalam mobil." Ucap Al kepada pelayan untuk membawakan beberapa hal yang dibeli oleh Al tadi di supermarket.
Al menggendong Queen sehingga sampai tempat tidur.
"Ke kamar mandi saja." Jawab Queen saat Al ingin menurunkan nya di atas tempat tidur.
"Oke." Jawab Al dengan mengalihkan arahnya masuk ke dalam kamar mandi.
"Terima kasih." Jawab Queen ketika diturunkan oleh Al.
Sang bibi pelayan itu memberikan bungkusan itu ke dalam kamar mandi.
"Aku tidak apa, jadi bisa keluar terlebih dahulu?" tanya Queen yang melihat begitu khawatir melihat dirinya di dalam kamar mandi sendiri.
"Baiklah." Jawab Al.
Bibi pelayan dan Al keluar dari kamar mandi.
"Tuan aku sudah menyiapkan teh jahe madu kunyit untuk nona. Saya akan membawa ya kemari setelah di panaskan kembali." Jawab pelayan.
"Iya bi." Jawab Al.
Al tetap berada di depan pintu toilet.
"Jika terjadi sesuatu segera beritahu, Aku akan tetap menunggu di sini." Jawab Al.
"Iya." Jawab Queen.
Queen yang berada di dalam kamar mandi selama setengah jam lebih membuat Al khawatir. Al kembali mengetuk pintu kamar mandi untuk mempertanyakan keadaan Queen.
"Apakah kau masih di sana?" tanya Al.
"Iya aku masih di sini." Jawab Queen yang sedang memakai piyama handuk untuk keluar.
Queen membuka pintu kamar mandi dan melihat Al yang benar-benar masih berdiri di samping pintu.
__ADS_1
"Duduk lah." Jawab Queen yang memerintah Al untuk istirahat.
Al tidak memperdulikan apa yang dikatakan oleh Queen, Al melihat kue yang tidak memakai sendal. Queen masuk ke dalam lemari ganti untuk memakai pakaiannya. Sedangkan Al meninggalkan Queen untuk mencari sendal pink yang telah di belikan oleh Al kemarin.