
Jangan lupa dukungan like, komentar dan vote ya readers 🔥🔥🔥🔥🔥
"Nona Queen mau jalan kemana dulu?" tanya wanita yang bersama dengan Queen.
"Terserah. Bawa saja aku akan mengikuti mu." Jawab Queen.
"Baiklah. Silahkan ikut dengan ku." Jawabnya dengan mempersilahkan Queen berjalan bersama dengannya. Anggun menjelaskan semua ruangan yang mereka lewati hingga ruangan Joy dan nama dirinya.
"Nona ini ruangan saya yang berada di samping tuan Joy. Saya adalah sekertaris tuan Joy dan nama saya Anggun. Anda bisa memanggil saya dengan sebutan itu." Jawab Anggun.
Queen hanya mendengar Anggun terus berbicara menjelaskan setiap ruangan dari satu lantai ke lantai lainnya. Dan Queen hanya diam tanpa berbicara kepada Anggun. Hingga tiba, mereka di lantai bawah melihat taman samping gedung kantor.
"Apakah kau pacar Joy?" tanya Queen langsung to the point karena melihat Anggun yang begitu cantik dan sexy. Bentuk tubuh yang terlihat jelas seperti gitar biola. Sepatu heels tinggi yang memperlihatkan kaki panjang milik Anggun. Rambut pendek sebahu yang lurus. Wajah cantik dengan bibir sedikit lebar dan hidung mancung dengan mata yang bulat seperti boneka.
"Hahahahah, nona memang suka bercanda ya?" tanya Anggun.
"Hanya kagum dengan kecantikan mu." Jawab Queen.
"Nona lebih cantik dari saya sehingga bisa meluluhkan hati tuan Al." Jawab Anggun.
"Oh, jadi Anggun lebih suka Al di bandingkan dengan Joy?" tanya Queen.
__ADS_1
"Hahahah, tentu saja tidak. Pantas saja tuan Al menyukai nona. Ternyata nona adalah orang yang tidak bisa menyembunyikan kalimat yang ingin di ucapkan." Jawab Anggun dengan tertawa kecil.
"Pernyataan anda salah semua nona. Saya sudah menikah dan memiliki satu orang putra." Jawab Anggun dengan menunjukkan sebuah cincin yang melingkar di jari manis tangan kirinya.
"Sudah menikah tapi masih secantik ini?" tanya Queen.
"Hahah, nona bisa saja. Mungkin semua ini karena saya adalah orang tuan Al dan tuan Joy." Jawab Anggun.
"Lebih baik kita ke cafe dulu. Anda boleh menanyakan apapun kepada saya." Jawab Anggun yang melihat Queen mulai mau berbicara dengannya sejak tadi hanya diam ketika mendengar ia menjelaskan setiap sudut ruangan di lantai atas.
Mereka masuk ke kafe kantor dan memesan makanan. Queen hanya menyerahkan pesanan kepada Anggun karena ia juga bingung harus memesan apa. Anggun segera memesan apa yang menurut ya menjadi makanan favorit di kafe ini.
"Nona Queen, saya sudah sangat lama bersama dengan mereka. Jadi sedikit lebih tau bagaimana tuan Al, tuan Joy dan tuan Sam bersama. Aku bertemu dengan mereka ketika melakukan sebuah misi pertama kali. Mungkin saat usia mereka masih 17 tahun. Jadi saya sudah mengenal mereka sekitar 10 tahun yang lalu." Jawab Anggun memulai pembicaraan tanpa di minta oleh Queen.
"Sejak saat kejadian itu, aku tidak memiliki siapapun karena hanya aku seorang anak panti yang hidup dari kebakaran itu. Karena memang panti asuhan yang aku tinggali hanyalah panti asuhan yang kecil di sebuah pedesaan. Kami hanya ada 1 orang ibu asuh dengan 10 orang anak yatim piatu. Rumah kami sengaja di bakar karena perebutan kekuasaan mafia untuk membeli tanah itu namun tidak bisa karena masih ada kami." Anggun mulai bercerita panjang tentang kisah pertemuan dirinya dengan Al.
"Singkat cerita, mereka bertiga yang sudah merawat dan membesarkan aku hingga sekarang. Mereka adalah keluarga sekaligus bos. Mereka sudah seperti Kakak laki-laki kandungan ku. Tapi tuan Al hanya pada saat kejadian itu dia menggendong ku yang secara tidak langsung menyentuh ku. Setelah kejadian itu, dia sama sekali tidak bersikap lembut. Dia adalah sosok laki-laki yang begitu dingin kepada siapapun, termasuk aku maupun tuan Al dan tuan Sam. Hanya saja dia adalah lelaki paling perhatian yang pernah ada."
"Jadi kau menyukainya?" tanya Queen.
"Tentu saja menyukainya dalam konteks persaudaraan tidak lebih. Jika di suruh memilih jika aku jatuh cinta di antara mereka bertiga maka aku memilih tuan Sam orang ya." Jawab Anggun.
__ADS_1
"Kenapa Sam?" tanya Queen.
"Tentu saja karena di antara mereka bertiga hanya tuan Sam yang mampu menunjukan kasih sayang yang dimiliki olehnya secara langsung kepada orang-orang terdekat. Dia lemah lembut dan pandai mengurus orang-orang yang sedang sakit."
"Tidak seperti tuan Al yang dingin dan jarang berbicara dengan ku. Apalagi tuan Joy yang begitu tegas mendidik aku menjadi wanita yang tangguh seperti ini. Mereka bertiga memiliki plus dan minusnya masing-masing sesuai versi setiap manusia memiliki keunikan tersendiri." Jawab Anggun yang tersenyum.
"Lalu kau sudah menikah kenapa harus bekerja?" tanya Queen.
"Dari awal hidup ku itu sudah menjadi milik mereka bertiga, hanya saja mereka membebaskan aku pada setiap keputusan. Dan ini adalah keputusan aku untuk membantu mereka di kantor." Jawab Anggun.
"Tidak semua orang mengetahui tuan Al karena dia memang seorang yang penyendiri. Pemimpin yang tidak akan muncul di depan dengan sering. Dia mengontrol seluruhnya dari belakang. Walaupun suka kesendirian tapi dia lebih suka kebebasan. Tapi tanpa dia, kami semua tidak akan menemukan siapa kami sebenarnya." Jawab Anggun yang membanggakan Al terus menerus.
"Berapa bayaran kau memuji Al di hadapan ku?" tanya Queen.
"Hahahha, tidak ada nona. Saya tadi juga sangat terkejut ketika tuan Joy mengatakan kepada saya bahwa istri tuan Al datang. Memerintahkan saya untuk menemani anda berjalan-jalan di kantor karena mereka akan mengadakan beberapa rapat." Jawab Anggun yang menjelaskan.
"Karena sejak tadi kau selalu memberikan citra baik tentang Al." Jawab Queen.
"Tentu saja. Karena dia adalah malaikat dunia yang aku miliki nona Queen. Dan aku juga menginginkan bahwa tuan Al mendapatkan jodoh yang mencintai dirinya." Jawab Anggun.
"Tapi aku tidak mencintai dia, kami menikah karena sebuah perjanjian." Jawab Queen dengan tersenyum.
__ADS_1
"Tapi aku melihat bahwa tuan Al sangat mencintai Anda nona. Saya tidak pernah melihat tuan Al mau di dekati seorang wanita, bahkan dengan ku saja berjarak 1 meter ketika berbicara. Tidak ada satu wanita pun yang mampu menaklukkan sifat dingin dia selain Anda." Jawab Anggun yang melihat bagaimana Al tadi memperlakukan Queen di dalam kantornya saat Anggun datang. Anggun melihat Al dan Queen sedang berhadapan setelah memakai dasi untuk Al.