
Al dan Queen masuk ke dalam mobil yang sudah menunggu mereka berdua. Mereka yang duduk di belakang supir masing-masing mengeluarkan laptop masing-masing dan juga handset masing-masing. Menyambungkan panggilan dengan Joy yang sedang mengawasi di sana.
"Siapa yang berani memanggil nama ku seperti itu?" tanya Al dalam hati ketika melihat adegan.
"Ikutin saja lelaki itu." Jawab Al yang berkomunikasi kepada Al palsu.
Al palsu memang sudah awalnya memakai headset kulit yang warnanya seperti kulit telinga miliknya sehingga seseorang tidak akan mengenal hal itu. Di tambah dengan penampilan rambutnya yang panjang.
"Zerico dari kelompok sativa negara A. Bandar Narkotika yang selalu di cari oleh banyak pihak abdi negara bidang narkotika untuk menangkapnya. Kau ikuti saja permainan dia." Jawab Al asli kepada Al palsu melalui telepon tersambung tadi.
"Lama tidak bertemu juga tuan Zerico." Jawab Al palsu yang sudah di ajari oleh Al palsu dalam berkomunikasi dengan Zerico..
"Aku tidak menyangka dengan pertemuan ini." Jawab Zerico.
"Benarkah?" tanya Al palsu.
"Penolakan mu untuk bekerjasama dengan ku membuat ku marah dan juga membenci mu." Jawab Zerico.
"Lalu apa yang ingin kau lakukan Semua ini tidak ada kaitannya dengan ku." Jawab Al palsu.
"Hahahahhaha." Jawab Zerico yang tertawa, lalu melanjutkan pembicaraan dirinya.
"Apa kau fikir aku tidak tahu apa-apa?" tanya Zerico lagi namun Al hanya diam dan tidak peduli. Al palsu berharap agar dirinya itu mampu berperan sebagai Al asli.
"Ku lihat kau seperti apa yang di beritakan. Dirimu memang sedingin es yang tidak banyak berbicara." Jawab Zerico yang membawa sebuah pistol dengan berdiri dari kursi duduknya. Zerico berjalan ke arah Al dan seperti mengancam Al dengan meletakkan pistol ke dada lalu menggesekkan pistol dari dada ke atas bahu dan mengelilingi Al dengan jalannya.
__ADS_1
"Aku tau siapa kau sebenarnya." Jawab Zerico.
"Aku yang sebenarnya?" tanya Al palsu dengan kaget.
"Kenapa kaget aku mengetahui siapa kau sebenarnya? Kau yang bersembunyi di balik penyamaran?" tanya Zerico.
"Apakah dia mengetahui bahwa aku bukan Al asli." tanya Al palsu dalam hati.
"Hahah, kau kaget?" tanya Zerico yang membalikkan badannya setelah berjalan mengelilingi Al palsu yang duduk diam melihat dia sejak tadi memutari Al dengan menodongkan senjata ya.
"Altezza Altaric atau Altezza Alaric? Seseorang yang banyak identitas dan selalu menjadi orang yang bebas? Menyerahkan kepemimpinan kepada Joy? Atau kepada Sam sang tangan kiri?" tanya Zerico.
"Lalu jika sudah tau apa urusannya dengan ku?" tanya Al palsu yang lagi-lagi di beri perintah oleh Al asli. Al palsu merasa lega karena dia fikir bahwa Zerico mengetahui bahwa dia menyamar dengan nama Al asli.
"Kau sudah menolak paket ku dengan begitu sadis. Bahkan telah memerintah Joy untuk membakar ladang ganja ku yang bagusnya aku hanya kehilangan sekitar 2 hektar. Bagaimana aku harus membalas ya? Dengan menghancurkan gadis kesayangan mu? Sella Queen atau menghancurkan sedikit kepercayaan negara Boyalia kepada kekuasaan mu, atau langsung membunuh mu disini?" tanya Zerico yang langsung menodongkan pistol miliknya ke dahi Al palsu.
"Hahaha sudah ku duga kau akan berkata seperti ini. Kita akan lihat bagaimana ketika kau sampai di negara C. Kau akan mendapatkan kejutan dari ku." Jawab Zerico.
"Aku tunggu kejutan dari mu atau kejutan dari ku. Jika tidak ada lagi yang ingin kau sampai kepada aku. Aku ingin kembali ke kursi ku dan istirahat." Jawab Al palsu yang berdiri dan berjalan meninggalkan Zerico.
"Oh satu lagi, ketika kau pergi atau datang ke negara Boyalia kau tidak akan pernah bisa sebebas yang di bayangkan. Jika kau mengawasi ku, aku juga akan mengawasi mu." Jawab Al yang memberhentikan langkah ya dan berbalik ke belakang memperingati Zerico sesuai dengan kalimat yang ingin di ucapkan oleh Al asli.
"Sial, laki-laki itu?" tanya Zerico yang mengamuk ketika Al palsu keluar dari pintu.
"Kenapa anda tidak membunuhnya saja?" tanya tangan kanan Zerico.
__ADS_1
"Tidak semudah kita saat bunuh membunuh di negara A. Negara Boyalia terlalu banyak aturan dan pengendali aturan itu adalah Al sendiri. Kau seharusnya bisa memahami situasi. Kita sudah mencari masalah dengan orang yang memiliki banyak masalah, lebih tepatnya orang yang salah." Jawab Zerico.
"Jadi tuan merasa tidak mampu bertarung dengan Al?" tanyanya.
"Bukan tidak berani jika berduel satu sama satu. Tapi lebih berfikir bahwa anggota kita tidak ada di sini, jika kita menyerang kita yang akan kalah. Dan seharusnya kau juga sudah membaca sejarah tentang Aku sendiri. Seseorang yang suka-suka nya menggunakan Altaric atau Alaric atau bahkan dia bisa mengubah dirinya. Tentang ya terlalu menyeramkan untuk di ketahui." Jawab Zerico.
"Lalu apa yang akan kita lakukan?"
"Kita kalah jumlah, kalah kekuasaan jika bertarung di tempat ya dan kalah tentang kekuatan. Tapi bukan berarti tidak bisa mengalahkan dia." Jawab Zerico.
"Anda sudah memiliki rencana?"
"Tentu, setelah kedatangan kita di Boyalia selain untuk menyebarkan paket kita, kita juga harus mencari sekutu dari asal sana. Aku ingin memiliki kekuatan yang lebih kuat dari Al agar bisa melawannya." Jawab Zerico.
"Tuan memang hebat."
"Tentu saja. Saat ini aku ingin istirahat saja." Jawab Zerico yang sudah lelah dan ingin segera memejamkan matanya. Tangan kanan atau pengawal miliknya itu segera menekan tombol kursi dan membuat kursi itu berbentuk seperti sofa.
Sedangkan di sisi lain,
"Tuan apa lagi selanjutnya?" tanya Al palsu.
"Setelah kau sampai, langsung melakukan penerbangan untuk kembali. Joy pesankan tiket yang lebih cepat. Tiket sebelumnya buang saja. Aku tidak ingin ada yang terluka jika tiba di negara A. Aku tidak menyangka bahwa ini sebuah kebetulan. Padahal kemarin kita sama-sama mengacak akan pergi kemana. Tapi tidak sangka bahwa bertemu musuh lama." Jawab Al asli.
"Sepertinya ini tidak begitu baik. Ternyata ada orang yang bisa mengetahui tentang Al sebenarnya. Apakah di tempat kita memiliki mata-mata? Karena tidak sembarangan orang mengetahui tentang kebenaran Al." Jawab Joy kepada mereka.
__ADS_1
"Aku mengikuti perintah saja tuan Al, tuan Joy." Jawab Al palsu.