
"Iya aku melihatnya. Jadi semua kebun yang kami lewati tadi milik keluarga mama?" tanya Al.
"Iya. Sebenarnya yang kaya adalah dia, bukan ayah. Ayah juga banyak berhutang Budi dengan keluarga ya. Jika bukan karena keluarga ya, ayah tidak akan mungkin menjadi dokter." Jawab Bram.
"Benarkah?" tanya Al yang baru saja mengetahui ya.
"Singkat ceritanya keluarga Ayah adalah salah satu pekerjaan kepercayaan keluarga Mama Stella. Dan kami tumbuh bersama. Keluarga ya menyetujui hubungan kami dan sampai-sampai keluarga ya membiayai pendidikan ayah hingga saat ini. Ibarat ayah mendapatkan pewaris tunggal seorang putri kerjaan kebun anggur. " Jawab Bram sambil tertawa.
"Hahaha. Tapi semua itu juga karena usaha ayah bukan hanya sekedar fasilitas yang di berikan." Jawab Al.
"Hahaha begitulah." Jawab Bram.
Mereka bercerita sambil bekerja di dalam gudang hingga sore hari. Setelah itu pulang ke rumah.
"Kita makan malam di luar saja?" tanya Stella kepada Bram saat ia baru saja sampai di rumah.
"Boleh. Aku mandi dulu, kalian bertiga juga bersiaplah." Jawab Bram memberi tahu Queen, Stella dan Al.
Mereka menyetujui hal itu. Beberapa saat kemudian mereka pergi dengan menggunakan mobil Al dan di antarkan oleh kedua pengawal Al. Mereka pergi makan di sebuah restoran keluarga. Menikmati makan malam di hari pertama tinggal di daerah itu.
Al yang permisi untuk pergi ke toilet. Saat berada di dalam toilet ia bertemu dengan seseorang yang berada di sampingnya juga sedang mencuci tangan. Tanpa sengaja Al melihat ada sebuah tato yang tidak asing dilihat olehnya.
"Tato itu?" tanya Al dalam hati sedang melirik tangan pria yang ada di samping ya. Tanpa berfikir panjang Al mengikuti lelaki itu tanpa sepengetahuan lelaki itu. Lelaki itu duduk di meja makan yang tidak jauh dari meja makan mereka.
Al melihat lelaki itu berkumpul dengan beberapa lelaki lainnya. Wajah mereka semua wajah yang seram seperti orang yang sudah berlatih bela diri dan juga sudah banyak bertarung. Terlihat bekas luka lebam, plaster dan juga gaya yang seperti preman.
"Masuk dan temui aku di pintu arah toilet restoran." Jawab Al kepada salah satu pengawalnya.
"Ada apa tuan?" tanya pengawal itu yang sudah sampai di depan Al.
"Kau ikuti kelompok itu dengan baik." Perintah Al kepada pengawalnya dengan tangan kanan Al mengarah ke tempat lelaki yang di temui olehnya di toilet tadi.
"Baik tuan." Jawabnya.
__ADS_1
"Di samping restoran tadi aku melihat ada sewa sepeda motor. Kau sewa saja sepeda motor di tempat itu untuk hari ini dan besok. Uang yang aku berikan kepada kalian masih ada?" tanya Al.
"Masih tuan, uang ya masih sangat cukup bahkan untuk membeli gedung restoran ini." Jawab pengawal itu.
"Jangan sampai lolos." Jawab Al kemudian meninggalkan pengawal ya dan berjalan ke arah meja makan restoran dimana Queen, Stella dan Bram di situ.
Pengawal Al melakukan transaksi peminjaman sepeda motor di gedung sebelah restoran. Lelaki yang bersama dengan teman-teman ya itu juga beranjak pergi dari restoran. Mereka berjumlah 8 orang.
Mereka menggunakan kendaraan sepeda motor pesan antar delivery pizza. Pengawal Al mencatat nomor yang tertera di sepeda motor pada rak pengantaran pizza yang ada di belakang sepeda motor.
Pengawal Al juga mengikuti mereka yang pergi dari restoran hingga berhenti ke sebuah tempat rongsokan mobil bekas yang akan di hancurkan. Terdapat sebuah gudang terbengkalai dengan latar halaman depan puing-puing mobil rongsokan itu.
Mereka berhenti di tempat itu kemudian masuk ke dalam gudang. Pengawal Al tidak bisa untuk masuk ke dalam karena ia takut ketahuan oleh mereka. Pengawal Al hanya mengikuti sampai di depan saja lalu pergi meninggalkan tempat itu.
Al dan keluarga Queen juga sudah dalam perjalanan pulang.
"Dimana pengawal mu yang satunya?" tanya Queen yang berbisik.
"Nanti akan aku jelaskan." Jawab Al.
"Hahahah, bukan seperti itu Mama. Queen memang sedikit manja dan pasti malu-malu jika kalian nanti mendengarkan apa yang dikatakan olehnya. Benarkan Queen?" tanya Al menjelaskan kepada Bram dan Stella.
"Hahaha. Iya iya aku mengerti. Aku juga dulu begitu." Jawab Stella tertawa.
"Oh ya, kalian berapa hari rencana di sini? Jangan cepat-cepat untuk kembali." Jawab Bram yang langsung memberikan pendapat.
"Mungkin seminggu ayah. Lagi pula liburan semester ku dua Minggu. Jadi di sini bisa seminggu atau seminggu lebih." Jawab Queen.
"Aku hanya mengikuti perintah istri ku tersayang."Jawab Al di saat Bram melihat Al yang memberikan kode untuk meminta pendapat ya.
"Hahaha baguslah, semakin lama kalian di sini semakin bagus. Di sini juga banyak tempat bagus untuk kalian melakukan honeymoon. Benarkan sayang?" tanya Bram kepada Stella.
"Iya. Kami tidak keberatan jika kalian malam saja di rumah. Atau kalian mau melakukan perjalanan beberapa hari di luar. Mama akan memberikan referensi tempat bagus untuk honeymoon." Jawab Stella.
__ADS_1
"Benarkah Ma?" tanya Al yang antusias sekali.
"Nanti kami fikirkan ma, yah. Kita sudah sampai juga." Jawab Queen yang mengalikan pembicaraan kemudian membuka pintu mobil dengan segera.
Mereka sampai di rumah bersamaan dengan pengawal yang menggunakan sepeda motor.
"Pantas saja tadi ayah tidak melihat pengawal mu yang satunya. Ternyata dia menggunakan sepeda motor." Jawab Bram.
"Iya ayah. Aku memerintahkan dia untuk menyewa sepeda motor untuk besok. Aku ingin ayah mengajak ku ke pabrik besar." Jawab Al.
"Ide yang bagus." Jawab Bram.
"Kalian cepat sekali cocok ya." Jawab Stella.
"Ma biarkan saja mereka berdua. Kita masuk yok! Queen sudah lelah " Jawab Queen yang memeluk Stella dan mengajaknya masuk ke dalam rumah.
"Istirahatlah. Aku akan menyusul nanti. Ayah juga masuklah untuk istirahat. Aku ingin di luar sebentar." Jawab Al.
"Baiklah. Ayah memang sudah lelah." Jawab Bram kepada Al.
Mereka yang sudah masuk semua meninggalkan Al di luar bersama kedua pengawal.
"Apa yang kau dapatkan?" tanya Al.
"Tuan, mereka berhenti di sebuah gedung terbengkalai yang berada di jalan Utara dari restoran. Tempat itu seperti ya markas mereka. Tapi yang membuatku penasaran adalah mereka menggunakan sepeda motor pengantar pizza." Jawab pengawal Al.
"Tuan, apakah ini sama dengan kejadian tahun-tahun yang lalu bahwa delivery itu hanya sebuah peralihan?" tanya pengawal yang satunya lagi.
"Bisa jadi. Jadi aku tugaskan kepada kalian berdua untuk melakukan penyelidikan kepada mereka." Jawab Al.
"Baik tuan. Kami akan melakukan penyelidikan yang mendalam kepada mereka." Jawab kedua pengawal.
"Oke. Kalian bawa saja mobil ini. Nanti jika aku ingin berpergian akan memberi kabar kembali." Jawab Al.
__ADS_1
"Baik tuan," jawab mereka.