Gadis Monochrome

Gadis Monochrome
Episode 88


__ADS_3

Kelas telah selesai dan para murid telah bubar dari kelas. Fiona dan Queen keluar dari kelas, berjalan menuju pintu gerbang kampus. Fiona ingin ikut pulang ke apartemen Queen, namun saat sampai di gerbang kampus. Mobil yang biasa menjemput Fiona telah menunggunya.


"Nona, saya di perintahkan tuan dan nyoya untuk menjemput anda pulang ke rumah." Jawab supir.


"Queen, sepertinya aku harus memberikan penjelasan kepada ayah dan ibu. apa yang aku lakukan tadi malam." Jawab Fiona kepada Queen.


"Pulanglah, mereka pasti khawatir anak gadisnya bermalam di tempat orang lain dan yang memberi kabar adalah seorang pria." Jawab Queen.


"Seorang pria?" tanya Fiona yang tidak tahu bahwa ayah dan ibunya diberi kabar tentang keberadaannya oleh Sam.


"Hati-hati, dah!" Jawab Queen yang mendorong Fiona untuk segera masuk ke dalam mobil.


Queen membungkukkan badannya sedikit kepada supir yang menjemput Fiona. Dan mobil mereka pergi meninggalkan Queen. Queen yang berjalan sendiri menuju apartemen.


Baru saja tiba di apartemen, Queen mendengar pintu apartemennya berbunyi. Di depan pintu, Al sudah berdiri dengan pakaian yang rapi untuk berkunjung ke apartemen Queen.


"Sedang apa kau di sini?" tanya Queen yang kaget membuka pintu apartemennya telah berdiri seorang pria.


"Tentu saja mengunjungi istri ku." Jawab Al.


"Bukanya pada perjanjian kita akan bertemu seminggu sekali di villa?" tanya Queen.


"Bisakah aku masuk dulu? Aku baru saja turun dari pesawat, langsung menuju kemari hanya untuk melihat istriku tercinta." Jawab Al yang masuk saja ke dalam tanpa mendengarkan jawaban Queen.


"Pria ini?" Ucap Queen yang sedikit emosi melihat Al yang langsung membaringkan tubuhnya ke atas sofa ruang tamu.


"Tidak bisakah aku mendapatkan sedikit air mineral setelah dalam perjalanan?" tanya Al yang meminta air mineral kepada Queen.

__ADS_1


Queen yang tidak ingin memperpanjang masalah mengikuti permintaan dari Al. Queen berjalan menuju ke arah dapur dan membuka kulkas untuk mengambil botol air mineral dingin untuk diberikan kepada Al.


Queen yang berdiri membelakangi sebuah jendela kaca pada ruang tamu yang bisa langsung melihat pemandangan gedung-gedung sekitar. Queen berdiri terus di hadapan Al. Al yang menerima botol air mineral meminumnya.


Dan saat Al, menikmati air minum dari botol itu terlihat sekilas sebuah cahaya yang terpantulkan dari air yang ada di dalam botol air minum itu. Al yang langsung melihat Queen didepannya sedang berdiri. Al fokus pada hal yang berada di belakang Queen.


Tidak berfikir panjang, Al memeluk Queen untuk menghindari jendela kaca hingga mereka berdua terjatuh di lantai bersamaan dengan sebuah peluru yang menembus kaca. Suara kaca yang pecah berserakan di lantai, Al melindungi Queen dengan punggung ya sehingga serpihan kaca tidak melukai mereka.


"Apa kau tidak apa-apa?" tanya Al.


"Iya." Jawab Queen dengan melihat Al.


"Tunggu di sini dan bersembunyilah dari setiap sudut apartemen yang mengarahkan keluar." Jawab Al yang langsung membantuin untuk menyingkir dari tempat yang terbuka. Al membawa Queen di balik dinding.


"Aku pergi mengeceknya." Jawab Al yang setelah membawa Queen di tempat yang aman, Al keluar dari pintu apartemen berjalan ke lift.


"Kalian masih ada di bawah apartemen? Sekarang lihat ke gedung bagian Utara dari gedung apartemen ini. Cegah siapapun yang nampak mencurigakan keluar dari gedung itu." Ucap Al yang memerintah bawahannya.


"Baik tuan." Jawabnya.


Al yang sudah keluar dari apartemen berlari ke arah Utara gedung apartemen. Al berdiri di antara gedung apartemen dan gedung apartemen lainnya. Yah, ternyata itu adalah gedung apartemen juga.


Al memperhatikan tata letak gedung kamar apartemen Queen dan arah tembakan yang mengarah tadi. Al langsung memfoto dan berlari masuk ke apartemen lainnya itu.


Sementara, seseorang penembak jitu yang sedang berada di dalam ruangan apartemen tempat ia memilih kamar apartemen Queen. Penembak itu meninggalkan senjatanya di dalam kamar itu lalu pergi meninggalkan kamar tersebut begitu saja.


Bawahan Al yang sudah mencoba sebisa mungkin tidak dapat menemukan orang yang mencurigakan karena penembak jitu itu sudah bersembunyi menjadi warga biasa yang menaiki lift dengan sangat baik sehingga bawahan Al tidak mengetahuinya.

__ADS_1


"Tuan kami tidak menemukannya."


"Kami juga."


"Saya juga "


Mereka hubungi jadi ponsel dan saat itu kan memakai headset bluetooth di telinga untuk mendengarkan penjelasan para bawahannya.


"Dia pasti sudah menyamar menjadi orang biasa. Dalam waktu 1 menit kirmkan aku desain gedung apartemen ini. Segera mungkin." Jawab Al dengan nada emosi.


Bawahan Al yang berada di bawah pusat informasi apartemen itu langsung melihat semua miniatur apartemen tersebut berada di bawah pusat informasi tersebut sebagai pajangan. Ia langsung memfotonya dan mengirim kepada Al.


Al yang sudah mendapatkan desain apartemen itu dari miniatur langsung berpikir tentang keberadaan kamar yang menjadi titik penembak jitu dalam melakukan serangannya. Al memecahkan masalah itu dengan waktu kurang lebih 5 menit.


Al langsung menggunakan lift menuju ke lantai yang telah ditebak olehnya. Al keluar dari lift menuju ke ruangan yang menjadi titik sasaran dari pengamatan desain apartemen itu.


Saat keluar dari lift ternyata ada 6 pintu ruangan. Al yang diikuti oleh bawahan membantu Al untuk membuka satu persatu pintu itu. Ada yang menekan tombol bel pada pintu. Mereka bersikap profesional untuk menyamar menjadi orang yang salah alamat.


Al hanya berdiri dan melihat para bawahannya untuk bertindak dengan tenang. 5 pintu membuka dengan satu persatu. Ada yang membuka suami istri, lelaki saja, wanita saja. Mereka memahami apa yang di lakukan oleh bawahan Al dengan alasan mereka adalah orang yang mencari pacarnya, ayahnya, atau ibunya.


Mereka memiliki alasan-alasan lain. Dan bersyukur semua berjalan dengan baik tanpa mengacau dan juga tidak membuat keributan. Al yang sudah melihat 5 pintu yang terbuka dengan satu pintu yang tidak terbuka. Pintu yang tidak terbuka itu berada di posisi sebelah kanan pintu pertama dari awal berdiri.


Al langsung membuka pintu itu yang ternyata tidak di kunci. Al langsung masuk ke dalam kamar apartemen itu. Kamar yang begitu bersih dan rapi seperti tidak di sentuh. Al berjalan ke arah belakon. Dan melihat sebuah senjata yang berada di belakon mengarah ke kamar apartemen Queen yang berada di depan gedung apartemen saat Al berdiri saat ini.


"Dia sudah tidak di sini." Jawab Al.


"Kalian cari tahu CCTV dan siapa yang telah memesan kamar ini. Cari seberapa sedikitpun dan peluang petunjuk yang akan kita dapatkan. Lakukanlah dengan baik." Jawab Al yang mengambil senjata itu dan meletakkannya di dalam tempat box hitam khusus senjata itu. Namun terlihat hanya seperti tas gitar.

__ADS_1


__ADS_2