Gadis Monochrome

Gadis Monochrome
Episode 176


__ADS_3

"Iya." Jawab Queen yang menganggukkan kepalanya di samping Al untuk menjawab pernyataan Joy yang membantu Queen dalam membuat pernyataan.


"Kita akan mengetahui hal itu jika kita memerintahkan seseorang untuk menelusuri mereka berdua secara diam-diam." Jawab Al.


"Ide yang bagus." Jawab Queen.


"Oke, aku akan memerintahkan beberapa detektif untuk mencari tahu tentang hal itu kepada mereka berdua." Jawab Joy.


"Sepertinya musuh kita terlalu banyak " Jawab Queen.


"Masih dua yang terlihat itu belum banyak." Jawab Joy dengan tersenyum di samping Queen.


"Hahahahha. Benar, kami sudah sering mengalami hal seperti ini. Jangan terlalu khawatir Queen. Kita nikmati saja hidup ini dengan hati-hati dan bahagia." Jawab Joy.


"Jangan terlalu khawatir, aku pasti akan melindungi mu." Jawab Al kepada Queen.


"Apaan sih." Jawab Queen yang terkejut melihat Al mengatakan hal itu dengan tersenyum kepada ya.


"Sudahi romantis kalian di depan jomblo. Semuanya sudah beres, Queen palsu sudah sadarkan diri, dan orang-orang kita telah meninggalkan tempat itu sepenuhnya. Dan sebentar lagi Al palsu juga akan sampai di tempat tujuan." Jawab Joy.


"Oke. Berarti kami sudah bisa keluar dari komunitas ini?" tanya Al kepada Joy.


"Tentu, aku akan memberitahukan mu hal berikutnya." Jawab Joy.


"Oke baiklah." Jawab Al.


"Tuan Al, kita akan segera tiba di tempat tujuan." Jawab Supir di depan yang membawa mobil Al dan Queen sebagai penumpang ya.


"Tutup semua ya." Ucap Al kepada Queen untuk mematikan laptop dan bersiap untuk bertemu dengan Bram dan Stella. Queen hanya menganggukkan kepalanya.


Mobil hitam itu berhenti di sebuah halaman rumah yang pagarnya terbuka.


Rumah sederhana dengan kayu jati sebagai bangunan depan, dan batu bata sebagai bangunan pelengkapnya pada pondasi rumah.

__ADS_1


Halaman depan yang begitu lebar untuk menuju ke rumah sambil melewatinya sebuah kebun anggur merah. Queen membuka jendela mobil dan melihat mereka berjalan di tengah garden anggur dan di ujung depan terdapat rumah.


"Ayah Bram dan Ibu Stella tinggal di sini?" tanya Queen yang wajahnya keluar sedikit dari kaca mobil.


"Iya. Orang suruhan ku menemukan keberadaan mereka di sini. Mereka tinggal di ladang anggur dan mulai berjualan anggur merah, wine dan minuman lainnya yang dari hasil fermentasi anggur." Jawab Al.


"Menurut informasi yang di dapat, tempat ini sudah ada puluhan tahun yang lalu. Tempat ini menjadi pabrik anggur yang sangat terkenal dan menjadi stok para pengusaha untuk bekerjasama dengan mereka. Namun selama 5 tahun yang lalu mereka menghentikan produksi karena tidak adanya penerus, hingga akhirnya ibu Stella mengambil ahli hal ini dalam setahun ini. Mereka kembali memproduksi dan juga para pengusaha kembali mencari keluarga ibu mu untuk melakukan kerjasama." Jelas Al.


"Bukannya membuat minuman fermentasi anggur itu semakin lama tahun pembuatan ya akan semakin mahal harga ya?" tanya Queen.


"Aku kita untuk hal ini kau bisa bertanya dengan ibu mu nanti." Jawab Al.


"Ibu asuh mu itu juga dari kalangan pengusaha sukses tahun 1800an. Hal ini di buktikan dengan penghasilan botol anggur yang sangat legendaris dari keluarga mu." Jawab Al dalam hati.


Mobil mereka berhenti tepat di depan rumah dengan halaman yang hanya cukup 5 mobil yang sama seperti mereka kendarai. Al dan Queen keluar dari mobil setelah supir membuka pintu untuk mereka berdua.


Saat itu, Bram sedang memetik anggur di kebun. Melihat ada mobil yang datang, Bram menghentikan aktifitas ya dan bergegas menuju rumah. Sedangkan Stella berada di dalam dapur sedang memotong sayuran untuk memasak makan siang mereka.


Queen melihat sekitar dengan jelas, begitu juga dengan Al. Queen melangkah berjalan bersama dengan Al ke depan pintu rumah dan menekan tombol bel rumah.


Ia menghentikan kegiatan ya dan mematikan kompor gas yang sedang memasak SOP daging sapi. Stella yang masih memakai celemek dan memegang pisau dapur berjalan ke pintu rumah untuk membukanya


Saat Stella membuka pintu dan melihat satu sosok yang di rindukan olehnya langsung memanggil nama Queen.


"Queen." Stella yang langsung mendekat Queen dan ingin memeluknya.


"Ibu ingin membunuh ku dengan memeluk ku?" tanya Queen mengingatkan Stella yang membawa pisau.


"Oh iya." Jawab Stella menangis haru dengan senyum tipis terlihat di wajahnya.


"Hahah kemarilah ibu." Ucap Queen dengan memeluk Stella dengan erat dan Stella memeluk ya kembali dengan tetap memegang pisau dapur ya.


"Mama sangat merindukan mu." Jawab Stella kepada Queen.

__ADS_1


"Apakah karena sudah lama tidak bertemu sehingga ia lupa cara memanggil ibu ya?" tanya Stella dalam hati. ( Sella Queen selalu manggil Stella dengan sebutan mama, lihat episode 7).


"Aku juga." Jawab Queen.


Mereka berpelukan begitu lama dan Al hanya diam melihat mereka berdua. Stella melepaskan pelukannya dan memerintahkan Queen untuk masuk.


"Ayah mu pasti akan sangat senang melihat mu kemari. Masuklah! dan ini siapa?" tanya Stella yang baru saja menyadari Al.


"Kita masuk dulu, aku akan memperkenalkan ya kepada Mama dan Ayah." Jawab Queen yang baru sadar bahwa dia harus memanggil Stella dengan sebutan mama.


"Masuklah, masuk." Jawab Stella yang begitu ramah mempersilahkan mereka berdua.


Baru saja 10 detik mereka masuk ke dalam rumah, Bram sampai di depan rumah dengan melihat sebuah mobil mewah yang terparkir di halaman. Bram memperhatikan mobil itu dan berjalan masuk ke dalam rumah.


"Sayang, siapa yang datang?" tanya Bram yang meletakkan gunting kebun di paku dinding dekat pintu rumah yang berjarak sekitar semeter dari tempat itu.


"Kemarilah, lihat siapa yang datang." Jawab Stella yang langsung menjawabnya saat mereka baru saja tiba di ruang tamu.


Bram berjalan ke arah ruang tamu dan melihat Stella, Queen dan Al masih berdiri karena mereka juga baru tiba.


"Queen?" panggil Bram yang melihat sosok Queen di hadapannya.


Queen yang harus bersikap seperti Sella, berlari mendekati Bram dan memeluknya.


"Ayah." panggil Queen dan memeluknya.


"Sayang, syukurlah kau baik-baik saja." Jawab Bram yang menyambut pelukan Queen.


Bram melepaskan pelukannya dan memegang kedua bahu Queen. Bram memperhatikan Queen dari ujung rambut hingga kaki, memeriksa tangan Queen dan melihat ada satu buah memar yang masih belum terlalu hilang pada lengan Queen.


"Ayah kenapa? aku baik-baik saja." tanya Queen.


"Ini kenapa ada luka memar?" tanya Bram yang sebagian dokter sehingga teliti melihat hal itu

__ADS_1


"Sayang tenanglah, Queen baru saja tiba. Jangan terlalu banyak hal yang di pertanyakan." Jawab Stella yang menghentikan kekhawatiran berlebih dari Bram.


"Baiklah, maaf ayah terlalu mengkhawatirkan mu. Ayah sangat ingin sekali untuk menjemput mu saat itu tapi...." Jawab Bram menghentikan ucapannya karena melihat Al yang berdiri di belakang Queen. Bram baru menyadari ada satu sosok lelaki yang bersama dengan Queen.


__ADS_2