Gadis Monochrome

Gadis Monochrome
Episode 99


__ADS_3

Al langsung ke terkesan melihat penampilan Queen dengan warna oufit yang berbeda dari biasanya. Al juga menerima topi itu dan bersama dengan Queen pasangan serasi.


"Anda dan Nona ini sungguh sangat cocok." Jawab pelayan.


"Terima kasih. Oh ya aku sudah melihat dan memilih beberapa alat yang bisa dibawa. Aku sudah memasukkannya ke dalam tas. Jadi bagaimana dengan mobil buggy car yang akan membawa kami berkeliling mencari tempat di lapangan ini?" tanya Al


"Silahkan ikut dengan saya tuan." Jawab Pelayan.


Mobil golf (golf cart) ataupun biasa diucap buggy car adalah kendaraan yang dirancang spesial buat digunakan oleh para pegolf buat berkelana di seputaran lapangan golf. Mobil golf dikala ini ada dengan banyak dimensi, terdapat yang 2, 4, 6 sampai 8 sofa.


Tetapi buat di lapangan golf sendiri, umumnya yang digunakan merupakan mobil golf 2 sofa yang cuma bisa menampung sampai optimal 2 orang lengkap dengan peralatan golfnya, misalnya terdiri dari tas serta stik golf.


Kendaraan mobil golf namanya ialah buggy car ini mempunyai kecepatan cuma dekat 15 MPH ataupun dekat 24 kilometer/ jam, jadi mobil golf ini cuma dapat digunakan buat berkendara jarak dekat saja.



Queen bersama dengan Al yang dulu di belakang buggy car, melihat dengan jelas hamparan lapangan dengan jajaran pepohonan yang terlihat jauh.


"Bagaimana pemandangan ya? Apakah kau menyukainya?" tanya Al.


"Udaranya sejuk dan pemandangan di sini cukup indah." Jawab Queen yang tersenyum.


"Baguslah kalau kau menyukainya." Jawab Al


Saat mereka sampai di tempat, Queen turun dari buggy car di bantu oleh Al yang menawarkan tangannya ke Queen. Queen menerima saja tanpa harus perotes.


Pelayan mulai membantu mempersiapkan bola dan stik yang dibawa oleh mereka tadi. Queen tidak ingin bermain karena ia tidak pernah melakukan olahraga ini.


"Kau tidak ikut?" tanya Al.


"Tidak. Ini pertama kalinya melakukan ini. Jadi kau saja yang bermain. Aku hanya akan menemani mu." Jawab Queen.

__ADS_1


"Tidak seru. Aku akan mengajari mu cara bermainnya." Jawab Al.


"Tidak perlu, aku lagi tidak mood untuk melakukan ya. Lain kali saja, kali ini cukup melihat mu aja." Jawab Queen yang memilih duduk dan melihat Al.


"Baiklah aku tidak akan memaksa." Jawab Al yang bermain sendiri. Queen melihat Al yang begitu ahli dalam memukul bola menggunakan stik golf. Dari cara Al bermain, Queen sedikit mengerti. Bola yang terpukul oleh stik golf melayang terbang jauh ke arah lapangan yang sudah di berikan bendera putih sebagai tempat titik mendarat bola.


Al memukul bola hampir seluruhnya masuk ke dalam lobang finish bola golf. Namun ada beberapa kali juga telah meleset ke arah yang lain. Queen yang melihat hal itu hanya tertawa kecil melihat ekspresi Al yang ketika bola tidak masuk membuat wajah ys masam.


"Kau tertawa?" tanya Al yang mendengar sedikit suara tawa Queen dari balik punggung ya.


"Tidak." Jawab Queen yang langsung mengubah ekspresi wajahnya dan menarik bibir senyumnya.


"Ternyata dia manis juga ketika tertawa." Jawab Al dalam hati.


Al berjalan 5 langkah untuk mendekati Queen yang duduk. Pelayan datang membawa minuman dan sedikit cemilan kepada mereka. Al mengambil air mineral itu dan duduk berbicara dengan Queen.


"Bagaimana bisa mendekati mu?" tanya Al dalam hati saat meminum air mineral sambil melihat Queen yang duduk.


"Baiklah jika itu membuat mu senang. Mari kita coba." Jawab Queen yang mengambil stik golf yang berada di samping tempat duduk mereka di dalam tas.


"Yes berhasil." Jawab Al tersenyum melihat Queen berdiri dan mengambil stik golf.


"Begini memegangnya?" tanya Queen memegang stik golf yang menirukan Al yang sudah di lihat oleh Queen sejak tadi.


" Iya benar, tapi tangan ya sesuaikan dengan posisi enak diri mu sendiri. Dan jari-jari ini harus memegang erat di stik atas golf dengan kuat.


"Lalu begini?" tanya Queen yang mengambil posisi untuk mencoba memukul bola golf yang berada di depan.


"Kakinya di buka selebar bahu. Lihat ke arah target di depan, tubuh sedikit di bungkuk kan dan tangan memegang stik golf seperti tadi." Jawab Al dengan berada di belakang Queen memeluk tubuhnya membantu Queen mendapatkan posisi start dalam melakukan olahraga ini.


"Apakah harus seperti ini?" tanya Queen yang menoleh kebelakang. Wajah mereka berdua bertatapan bersamaan.

__ADS_1


"Maaf aku tidak bermaksud untuk mencari kesempatan memeluk mu." Jawab Al yang langsung melepaskan.


"Queen langsung membalikkan pandangan miliknya dan mulai mengayunkan stik golf untuk memukul bola ke arah lobang sasaran.


Bola yang melayang ke udara mendarat dan perlahan-lahan menggelinding ke arah lobang yang telah di beri tanda bendera putih. Bola itu berhenti di depan lobang.


"Kenapa tidak bisa masuk? padahal sedikit lagi." Jawab Queen yang melihat bola itu hampir saja masuk.


"Tidak apa-apa, susah termasuk bagus hampir mendekati masuk. Coba sekali lagi seperti yang aku ajarkan." Jawab Al yang menyemangati Al.


"Baiklah." Jawab Queen.


"Ayunkan stik dengan irama yang simbang dengan tubuh mu. Pelan-pelan rasakan ayunan itu dan pukul setelah merasa pas kekuatan pukulan itu mampu mencapai titik bendera putih yang sudah kau jadikan target." Jawab Al.


Queen mengikuti yang di katakan Al, perlahan-lahan mengayunkan stik dan memukul bola itu dengan kuat. Bola yang begitu cukup berat di pukul oleh stik besi dengan keras, melayang ke udara dan mendarat di rerumputan. Menggelinding ke arah lobang titik bendera putih dengan perlahan sehingga masuk tepat sasaran.


"Yes berhasil." Jawab Queen yang senang saat bola yang di pukul olehnya mampu masuk ke lobang.


"Gadis pintar." Jawab Al yang mengelus topi Queen.


Queen terdiam dan melihat kelembutan Al yang diberikan kepadanya.


Al yang tidak menyadari Queen sedang tersipu malu karena di puji olehnya. Karena tatapan Al yang singkat saat mengelus kepala Queen yang di tutupi topi, Al kembali fokus melihat ke arah bola yang telah masuk ke titik bendera putih. Mungkin sekitar 15 m dari titik mereka berdiri saat ini.


"Aku ingin mencobanya lagi." Jawab Queen dengan mengambil posisi kembali dan memukul bola golf kembali.


"Baguslah jika dia menyukai ya. Aku tidak sia-sia mengajaknya bersama." Jawab Al dalam hati.


Queen yang sudah melakukan beberapa percobaan dan kebanyakan sudah masuk. Tapi Queen mulai kelelahan sehingga berhenti dan melihat sekitar.


"Bagaimana apakah menyenangkan?" tanya Al yang sudah berdiri di dekat Queen sejak tadi.

__ADS_1


__ADS_2