
Al menghentikan pembicaraan sambil melihat Queen dengan tatapan yang ingin mengetahui semuanya.
"Adalah apa?" tanya Queen.
"Pembunuh nomor satu yang tidak banyak orang mengetahui tentang ya. Apakah kau mengetahui itu?" tanya Al kepada Queen.
"Aku sudah mengetahuinya." Jawab Queen.
"Ku kira tidak makanya sedikit takut untuk berbicara." jawab Al.
"Lalu setelah kau mengetahui hal itu?" tanya Queen.
"Aku fikir selama ini aku mengetahui tentang nya tapi ternyata aku tidak mengetahui tentang sama sekali akhirnya aku memutuskan untuk mencari tahu siapa dia sebenarnya. Dan hanya identitas itulah yang aku ketahui tentang aku mendapatkan kekuasaan di negara ini. Tapi walaupun aku mendapatkan indentitas guru sebagai pembunuh nomor satu yang legendaris tapi aku tidak pernah bertemu dengannya sama sekali. Bahkan aku sudah mencari kemana-mana untuk mendapatkan berita tentang dirimu namun tidak ada."
"Seperti yang aku katakan tadi bahwa aku memang tidak pernah mengetahui apapun tentang guru. Yang aku ketahui dia hanyalah malaikat tanpa sayap yang di kirimkan untuk ku." Jawab Al.
"Terima kasih sudah berkata jujur." Jawab Queen.
"Bagaimana dengan mu? Kenapa bisa dengan guru? Dan apa yang sebenarnya terjadi dengan mu saat ini?" tanya Al.
"Apakah itu penting?" tanya Queen.
"Tentu. Cukup sekali aku tidak mengetahui orang yang penting bagi ku tapi untuk sekarang tidak." Jawab Al.
"Bukan kah kau adalah sang penguasa negara ini. Semua hal bisa kau ketahui dengan mudah bahkan kau hampir mengetahui semua tentang ku. Jadi apa lagi yang harus aku katakan kepada mu?" tanya Queen.
"Karena aku ingin mengetahui semuanya tentang mu dari mendengar mu di bandingkan dengan mencari tahu dari orang lain." Jawab Al.
"Apa yang kau ketahui tentang ku?" tanya Queen.
"Kau anak guru, kecelakaan di pesawat yang bersama dengan kembaran mu, dan posisi Sella Queen saat ini menjadi identitas mu. Hanya itu yang aku ketahui dan aku pastikan bahwa kau bukan Sella Queen karena aku juga mencari informasi bagaimana perilaku dan kebiasaan Sella Queen." Jawab Al.
"Aku terlalu lelah untuk bercerita." Jawab Queen yang berdiri dari sofa.
__ADS_1
"Aku tidak akan memaksa mu untuk memberitahu aku semua. Aku akan menunggu sampai kau mau menceritakan semua itu sendiri." Jawab Al.
Queen mengehentikan langkah ya melihat Al berkata seperti itu dan mendekatinya.
"Aku lapar, bisa kita makan sekarang? Dimana dapurnya aku lupa." Jawab Queen.
"Ini perempuan malah mikir makan di saat sedang berbicara serius. Benar-benar menjengkelkan tapi aku tertarik." Jawab Al dalam hati.
"Ayo." Jawab Al.
Sampai di dapur, beberapa chef yang memasak masih sibuk di dapur dan mengolah makanan.
"Tuan kenapa kemari?" tanya salah satu chef.
"Hidangkan makanan yang sudah siap, aku sudah lapar." Jawab Queen.
"Baik nyoya Al." Jawab mereka.
"Lama-lama juga akan terbiasa." Jawab Al.
Chef langsung menghilangkan beberapa makanan yang sudah siap di atas meja Queen yang duduk bersama Al di meja makan. Queen langsung menyantap makanan yang ada di hadapannya dengan menghiraukan Al yang ada di sampingnya.
"Jangan terburu-buru, perlahan-lahan lah makan." Jawab Al.
"Tidak bisa. Kau sudah menyiksa ku dari siang hingga malam ini. Kau tidak memberikan ku makan sama sekali bahkan minum." Jawab Queen dengan memakan hidangan yang ada di depannya sambil mengutarakan apa yang ada di dalam pikirannya.
"Hahahaha, maaf. Lain kali aku tidak akan mengulanginya. Tapi lain kali, jika lapar atau haus katakan kepada ku seperti ini. Aku akan memenuhinya. Tadi aku terlalu bersemangat sampai tidak berpikir untuk mengingat hal itu." Jawab Al dengan mengakui kesalahannya kepada Queen.
Queen tidak menjawab lagi dan fokus terhadap makanan yang dinikmati olehnya. Al yang melihat Queen makan dengan lahap hanya memandanginya dan melihat ada bekas makanan di atas bibir Queen setelah ia selesai makan.
Al mengambil tisu dan mengelap sisa makanan yang ada di atas bibir Queen. Queen yang terkejut hanya terdiam melihat tangan hal yang sedang membersihkan sisa makanan yang ada di atas bibirnya.
"Lain kali makan jangan seperti anak kecil." Jawab Al lalu duduk kembali dan membuang tidur itu.
__ADS_1
"Aku sudah kenyang dan ingin tidur. Aku duluan." Jawab Queen dengan cepat pergi dari ruang tamu itu.
Pelayanan rumah yang bertugas sebagai chef dan lainnya sedang melihat adegan itu. Mereka benar-benar heran melihat sosok yang begitu lemah lembut terhadap seorang wanita.
"Untuk pertama kalinya melihat tuan Al seperti "
"Teryata selama ini aku kira tuan Al guy karena selalu bergaul dengan Tuan Sam dan tuan Joy."
"Tapi sebenarnya adalah pria sejati yang sangat lemah lembut terhadap seorang wanita."
"Iya. Selama ini tidak ada satupun wanita yang berani mendekati tuan Al karena sikapnya yang seperti anti dengan wanita. Bahkan sangat membenci wanita yang berdekatan dengannya."
"Sepertinya nyoya kita kali ini benar-benar hebat bisa menaklukan manusia kutub Utara ini."
"Iya pangeran kutub utara."
"Apa yang sedang kalian obrolkan? " tanya Al yang melihat pelayan yang dipanggil oleh ya tadi sedang berkumpul di sudut dapur.
"Cepat selesai pekerjaan kalian dan istirahat."Jawab Al.
"Baik tuan. Kami akan segera menyelesaikan pekerjaan ini dan setelah itu kembali ke kamar kami masing-masing." Jawab mereka.
Pelayan dan penjaga yang ada di villa ini sudah memiliki bangunan tempat tinggal sendiri yang berada di samping villa. Karena Al adalah seorang yang tidak pernah tinggal bersama dengan orang lain sebesar apapun rumah yang ditempati olehnya. Karena Al lebih suka kesunyian dan kesendirian.
Selama ini para pelayan akan datang ketika Al sudah tidak ada di ruangan. Al juga selama ini besar di panti asuhan, asrama dan camp pelatihan militer, dan tetap nyaman di rumah kecil yang selalu di jadikan tempat ternyaman miliknya.
Al memang seperti itu, karena ia selalu menganggap orang yang di sekitarnya hanyalah orang yang akan selalu berganti kapan pun pada waktunya. Al juga lebih suka tidur di luar, gudang panti atau tempat lainnya yang bisa menyembunyikan dirinya dari keramaian.
Ia besar tanpa ada kasih sayang sedikitpun, hanya ada kebiasaan-kebiasaan yang melatihnya untuk bertahan hidup menjadi kuat, memiliki kekuasaan dan memiliki kecerdasan. Hal ini untuk mendapatkan sesuatu yang menjadi tujuan hidupnya.
Dan tanpa di sadari hanya ada Sam dan Joy yang menjadi lingkungan sosial seperti keluarga baginya. Lingkungan keluarga yang memiliki nasib yang sama-sama tidak memiliki keluarga yang sebenarnya.
Sam dan Joy adalah anak panti asuhan yang juga bersama dengan Al memiliki tujuan dan ambisi yang sama. Sam di temukan di rumah sakit karena menjadi yatim piatu karena kecelakaan dan menjadi anak jalanan dan bertemu dengan Al.
__ADS_1