
Queen yang baru keluar dari kamar mandi melihat sekeliling kamar yang tidak ada kehadiran Al.
"Di mana laki-laki itu?" tanya Queen dalam hati sambil melihat sekeliling namun tidak menemukan sosok Al.
Queen berjalan untuk duduk di atas kasur ya kembali. Ia melihat sebuah memo kecil yang terdapat di atas meja kecil dekat lampu tidur.
"Jika ingin makan, panaskan saja sup di dapur. Aku pamit ada urusan mendadak. Cepat sembuh calon istri." Tulisan memo itu.
"Ihhhhh, laki-laki ini ." Jawab Queen dalam hati lalu meletakkan memo itu kembali ke tempat asalnya. Queen juga melihat ponselnya yang terletak di meja itu. Queen mengambil ponselnya namun ternyata mati kehabisan baterai. Queen langsung mengambil kabel cas untuk mengisi daya ponselnya.
Setelah itu, Queen kembali berbaring karena efek obatnya masih ada. Queen masih merasakan ngatuk yang berat. Queen memejamkan matanya kembali.
Di tempat lain, Al yang bersama dengan Joy di kantor sedang membahas beberapa hal tentang perusahaan.
"Bos bagaimana dengan tanah yang akan di bangun untuk mall? Apakah anda sudah mempertimbangkannya?" tanya Joy.
"Tempat itu tidak terlalu strategis untuk dijadikan sebagai pusat pembelanjaan. Bukan karena lahan itu tidak sering di datangi orang, hanya saja targetnya tidak sesuai. Dari analisis SWOT kewirausahaan untuk meletakkan pusat pembelanjaan di tempat itu tidak sesuai. Karena yang terlintas hanyalah orang-orang biasa. Dan akses di tempat itu terlalu memakan banyak biayanya jika di jadikan pusat pembelanjaan." Jawab Al.
"Jadi apa yang harus di lakukan dengan lahan itu?" tanya Joy.
"Aku berfikir untuk membuat sebuah hotel dan tempat rekreasi. Selain target pasar bagus, juga bisa mendatangkan para tourism untuk menikmati budaya di daerah tempat ini." Jawab Al.
"Kenapa aku tidak berfikir seperti itu? Jadi sudah di putuskan untuk melakukan hal ini?"
Mereka terus membahas satu persatu dokumen yang tertinggal beberapa hari yang lalu. Dokumen yang belum sempat diperiksa oleh Al karena ada kabar berita yang kemarin. Mereka bedua terus asyik membahas dokumen-dokumen yang ada di map.
"Bos sudah malam." Jawab Joy yang memberi tahu bahwa matahari baru saja terbenam. Joy juga mengingatkan waktu yang sudah diberi tahukan oleh Al agar Al segera berhenti bekerja. Al yang selalu lupa waktu ketika sedang bekerja.
"Sudah jam berapa?" Tanya Al.
"Setengah Tujuh ." Jawab Joy.
"Kenapa tidak bilang sejak tadi. Aku harus pergi." Jawab Al yang langsung berdiri meninggalkan tumpukan dokumen yang ada di mejanya dan mengambil kunci mobil untuk bergegas pergi meninggalkan kantor.
Menuju ke apartemen, Al singgah di warung steak untuk membeli sebagai makan malam. Tiba di depan apartemen Queen, Al langsung masuk tanpa memencet tombol bel. Queen yang baru saja selesai mandi dan masih menggunakan handuk pakaian dan rambut basah dengan lilitan handuk. Kamar yang masih terbuka, Al langsung melihat keadaan Queen.
"Maaf." Al yang tiba-tiba membalikkan badannya melihat Queen yang sedang menggunakan hairdryer untuk mengeringkan rambutnya.
__ADS_1
"Kau!" Ucap Queen yang melihat ke arah suara.
"Aku membawa makanan, aku tunggu di meja makan." Jawab Al yang berjalan melangkah dari depan pintu kamar Queen.
Queen dengan terburu-buru memakai baju tidur dengan rambut yang belum kering menuju ke meja makan.
"Apa yang kau lakukan di sini? Datang tidak di undang pergi juga tidak di perintahkan?" tanya Queen.
"Tenanglah jangan marah-marah. Kau baru saja sembuh, lebih baik sekarang duduk dulu dan nikmati makanan yang aku bawa." Jawab Al
"Aku tidak akan makan, jawab dulu pertanyaan ku." Jawab Queen yang duduk dengan posisi wajah yang meminta penjelasan.
"Satu pertanyaan satu jawaban dan satu pertanyaan balik." Jawab Al
"Kau!" jawab Queen yang sebal.
"Terserah, terima atau tidak?" Al yang memberikan pilihan kepada Queen.
"Baiklah." Jawab Queen menyetujui hal itu.
"Kenapa infusnya sudah di buka?" tanya Al yang sedang melihat ini yang tidak menggunakan infus di tangan lagi.
"Tentu saja memanggil ahli kunci." Jawab Al
"Kau..!"
"Tenang saja, sudah aku ganti dengan tanggal ulang tahun ku." Jawab Al dengan tersenyum tipis.
"Laki-laki ini suka-suka dia." Jawab Queen dalam hati.
"Apa yang kau lakukan dengan pakaian ku?" tanya Queen yang saat itu pakaian sudah berganti.
"Mengganti ya." Jawab Al.
"Kau..."
"Bukannya perjanjian kita satu jawaban satu pertanyaan?" tanya Al.
__ADS_1
"Aku akan membunuh mu Al." Jawab Queen yang berdiri dari tempat duduknya dan berlari kearah dengan memasang kuda-kuda untuk melayangkan satu pukulan ke wajah.
Al langsung menahan pukulan tangan itu dengan tangan Al sambil tersenyum tipis dan memberikan balasan sekaligus saat tangan Queen yang sebelahnya ingin menyerang kembali. Al langsung mengkunci kedua tangan Queen di belakang sehingga Queen tidak dapat bergerak lagi dengan bebas.
Tidak kalah dengan hal itu, Queen ingin menggunakan kakinya untuk memberikan serangan kepada Al namun lagi-lagi kaki Queen di tahan Al. Mereka berdiri di meja makan posisi yang sangat begitu dekat. Queen terus ingin memberontak.
"Lepaskan aku pria gila." Jawab Queen ingin mengigit Al.
"Tenanglah. Aku tidak melakukan itu. Ada orang lain yang aku perintahkan melakukan itu. Aku tidak mungkin mengambil kesempatan dalam kesempitan." Jawab Al yang sudah membuat Queen sedikit tenang.
"Sudah tenang?" tanya Al yang perlahan-lahan melepaskan kunci menahan gerakan Queen. Al melepaskan Queen.
"Benar yang kau katakan?" tanya Queen.
"Iya. percayalah, aku tidak mungkin melakukan itu." Jawab Al kemudian duduk kembali di kursi.
"Awas saja jika kau bohong." Jawab Queen yang mengancam.
"Ya sudah kalau tidak percaya. Seperti kau sudah sembuh, lebih baik aku pergi." Jawab Al yang mengajukan dirinya untuk pergi.
"Tidak aku, tidak akan mengijinkan dia pergi sebelum aku mengetahui keseluruhan cerita ya." Jawab Queen dalam hati.
"Tidak perlu pergi, siapa yang akan menghabiskan makanan ini." Jawab Queen.
"Kau mau kita makan bersama?" tanya Al.
"Bukannya kau yang ingin makan bersama ku?" tanya Queen dengan cepat membalikkan pertanyaan.
"Baiklah, aku yang datang masuk ke rumah orang sembarangan dan membawa makanan untuknya. Jadi bisakah aku makan bersama dengan tuan rumah?" tanya Al
"Cerita dari awal kau bisa berada di sini." Jawab Queen.
"Oke. Tapi bisa kita makan dulu?" tanya Al yang mendengar suara cacing dari perut Queen.
"Baiklah." Jawab Queen.
Al yang tersenyum sambil berkata di dalam hati "perempuan dingin ini benar-benar membuat ku penasaran."
__ADS_1
Mereka menikmati makan malam itu dengan tenang dan dalam kesunyian malam