
"Tentu saja aku mengatakan kebenaran. Apa yang kakek lihat hanyalah sebuah peta konsep segala ide gila ya untuk menyingkirkan ibu. Kakek lihat sendiri ini, dia meminta Zaki untuk membunuh ayah ku agar Zaki bisa mendapatkan Ibu ku. Dan lihat ini, dia telah merencanakan kematian ibu ku berulang kali namun gagal. Hingga akhirnya pada titik ini, yah berita tentang kematian ibu dan ayah pada kecelakaan waktu ini." Jawab Queen.
"Aku akan membantu kakek untuk duduk lebih dulu, dan lihat saja apa yang akan aku tunjukan selanjutnya." Jawab Queen menuntun John yang terpaku diam karena mendengar penjelasan Queen. John duduk di kursi depan komputer.
"Jika kakek bertanya kemarin apa alasan ku untuk datang ingin tinggal bersama kalian. Maka akan aku katakan dengan jelas saat ini, aku ingin mengetahui siapa yang telah melakukan hal keji itu untuk ibu ku. Dan kakek juga salah satu tersangkanya. Namun setelah kemarin aku mendapat bukti ini di sini, aku ingin memberitahukan kakek juga. Ku fikir kakek juga harus mengetahuinya." Jawab Queen.
"Kau mencurigai ku? Dan mendapatkan bukti ini kemarin? Di hari kedua setelah tinggal di rumah ini?" tanya Queen.
"Tentu. Jangan bahas itu dulu, kakek harus menonton ini. Kakek akan mengetahui semuanya setelah melihat beberapa video ini." Jawab Queen.
John melihat beberapa video yang di berikan oleh Queen kepadanya dan beberapa data kepada John. Satu jam lebih, John menonton semua video dan melihat semuanya.
"Aku benar-benar tidak menyangka Biel bisa melakukan ini? Dan Zaki menutupi semua ya selama ini kepada ku?" Jawab John yang langsung lemas melepaskan mouse.
"Kakek tidak apa-apa?" tanya Queen yang melihat John lemas dan memegang kepalanya.
"Antarkan kakek ke dalam rumah saja." Jawab John yang berdiri namun hampir jatuh.
Queen menuntun John untuk naik tangga dan keluar dari ruangan itu. Queen membantu John duduk di atas kursi roda dan mendorongnya menuju ke kamar.
"Apakah aku perlu untuk memanggil dokter?" tanya Queen.
"Tidak usah." Jawab John kepada Queen.
Saat mereka tiba di dalam rumah ternyata terlihat oleh Grace.
"Kakek kenapa? Apa yang sudah di lakukan kau sehingga kakek seperti ini?" tanya Grace yang begitu panik mengkhawatirkan John.
__ADS_1
"Jangan salahkan Queen, Grace. Kakek tidak apa-apa. Ambilkan obat kakek di kamar." Jawab John.
Grace langsung menyingkirkan tangan Queen yang berada di kursi roda John. Mengganti Queen untuk mendorong Jhon menuju ke kamar. Queen menyerahkan begitu saja namun tetap mengikuti mereka.
Queen hanya memperhatikan apa yang di lihat olehnya hingga John tertidur setelah meminum obatnya. Tapi tidak dengan Grace. Grace yang sudah selesai menyelimuti John pergi mendatangi Queen.
"Kau ikut aku, aku ingin berbicara. Jangan di sini." Jawab Grace kepada Queen. Queen mengikuti Grace yang keluar dari kamar John.
"Apa yang sudah kau lakukan kepada kakek hingga seperti itu?" tanya Grace yang tiba-tiba menghentikan langkahnya dan membalikkan badannya.
"Hanya memberitahu kebenaran." Jawab Queen.
"Katakan dengan jelas apa maksud mu?" tanya Grace.
"Urusan kita belum selesai." Ucap Grace saat telepon Grace berdering. Queen di tinggalkan oleh Grace.
Queen tadi sebelum keluar mengambil satu butir obat yang di makan oleh John. Queen yang melihat Grace sibuk dengan telponnya, ia bergegas pergi meninggalkan Grace. Queen memesan taksi online dan menunggu si gerbang pintu rumah.
Disisi lain, Al dan lainnya sedang bergegas menuju ke sebuah bar yang ada di kota. Al menggunakan topeng, begitu juga dengan Sam dan Joy. Sedangkan anak buah yang di bawa mereka sekitar 50 orang menggunakan masker hitam untuk menutupi wajah mereka. Mereka semua sudah siap untuk menyerang.
Mereka sudah merencanakan untuk menyerang 3 titik markas yang sudah di tandai oleh mereka. Untuk yang pertama mereka ke bar. Karena masih pagi hari sekitar pukul 10.00 Wib. Bar sudah sunyi karena banyak orang yang sudah pada berpulangan.
Hanya beberapa pekerja saja yang sedang membereskan tempat. Saat Al dan lainnya tiba, mereka yang berada di bar terkejut. Semua karyawan baik bartender, penjaga bar, pengawal bar, pelayan serta seluruh penghuni bar yang berada di dalam keluar.
"Siapa kalian?" tanya seseorang yang sepertinya adalah pemimpin di bar itu.
"Cukup katakan ya atau tidak. Kalian dari kalangan organisasi gagak hitam atau bukan?" tanya Sam.
__ADS_1
Mereka terdiam sedikit dan melihat ke kanan dan ke kiri satu sama lain.
"Kenapa kami harus menjawab ya?" tanya seseorang itu lagi.
"Seperti negosiasi tidak berhasil." Jawab Al.
"Baik bos." Jawab 50 orang anggota Al yang sudah mengerti apa perintah dari kalimat Al. 30 orang anggota Al langsung menyerang penghuni bar sesuai jumlah perbandingan. Sementara sisanya berpencar mencari bukti.
Al, Sam dan Joy hanya duduk menunggu hasil. 30 orang masih bertarung sementara yang lainnya mencari bukti sudah menemukan barang yang di cari. Langsung melaporkan kepada Al dan menunjukkan bukti yang telah di temukan.
Sebuah ruang bawah tanah dengan password dan juga ruang gudang es batu balok yang isinya adalah berkilo-kilo narkotika yang di bekukan bersama es.
"Biar aku yang menangani ini Al." Jawab Joy dan Sam yang akan membuka pintu ruang bawah tanah di dalam bar itu.
Sementara Al bersama dengan 20 orang anggota yang di bawanya untuk mengumpulkan bukti lainnya selain dari gudang es batu balok yang berisi 1 kg narkotika di dalam es batu balok berukuran 50 cm persegi.
"Kalian sudah tau apa yang harus di lakukan bukan?" tanya Al.
"Siap tuan." Jawab mereka semua. Lalu satu orang dari 20 orang tersebut mendekati Al.
"Terimakasih tuan telah bekerjasama dengan kami untuk menemukan bukti ini, padahal kami sudah melakukan banyak dana untuk mendapatkan bukti dan sudah banyak orang anggota kami yang mati karena misi. Tapi dengan kami menyamar seperti ini sangat mudah." Jawab seseorang itu menjabat tangan kepada Al.
"Sudah menjadi kewajiban ku membantu kalian. Lagi pula atasan mu yang meminta ku untuk membantu kalian." Jawab Al dengan singkat.
"Apa yang di bilang pak kepala memang benar. Orang ini bukan mafia yang aku fikirkan. Ternyata dia dan anggota ya melebihi kami sebagai penjaga negara." Jawabnya dalam hati melihat Al yang berdiri di hadapannya.
"Al, kami sudah membuka ya. Ayo masuk!" Jawab Joy yang memanggil Al.
__ADS_1
"Oke." Jawab Al
Mereka bersama-sama masuk ke dalam ruangan itu yang ternyata ada lift di dalamnya. Mereka harus menggunakan lift untuk ke ruang bawah tanah.