Gadis Monochrome

Gadis Monochrome
Episode 142


__ADS_3

"Aku tidak mau. Aku hanya mau dari sini." Jawab Al kepada Queen dengan tersenyum.


"Berhenti menggoda ku." Jawab Queen.


"Tidak akan." Jawab Al.


"Makan ini. " Jawab Queen memberikan buah pir ke mulut Al. Queen melanjutkan makan sate dan ubi. Al hanya tersenyum melihat Queen yang lahap makan makanan yang telah di bawakan oleh para tentara. Dan Al lagi-lagi mengganggu Queen untuk makan bersama dengan Queen.


Setelah semua makan habis di makam, Queen baru mengingat apa yang harus di lakukan olehnya setelah bangun.


"Kenapa aku sampai lupa?" tanya Queen dalam hati dengan melihat Al dan makanan yang sudah habis di hadapannya kecuali buah-buahan.


"Ada apa?" tanya Al yang melihat Queen dengan terbengong.


"Dimana lelaki yang menculik ku?" tanya Queen.


"Ada di ruang jenazah." Jawab Al.


"Jadi dia akhirnya mati juga karena racun pohon tree itu." Jawab Queen yang berpikir tentang apa yang telah di lakukan olehnya.


"Antarkan aku kesana, aku ingin melihatnya." Jawab Queen yang ingin turun dari tempat tidur.


"Tidak kecuali, aku mendengarkan keseluruhan cerita? Aku akan mengantarkan mu nanti." tanya Al memberikan pilihan.


"Saat itu aku sudah selesai mandi dan akan pergi ke tenda mengantarkan pakaian kotor. Namun, tiba-tiba sebuah jarum di tembakkan ke leher ku. Sama-sama aku tidak sadarkan diri dan bertemu dengan wajah yang aku kenal. Al Eza, pemandu di area camp." Jelas Queen.


"Setelah aku pingsan beberapa saat, aku sudah berada di bawah pohon. Pak Eza pergi entah untuk apa, dan aku membuat rencana dengan mengeluarkan belati yang selalu aku bawa. Dan saat itu melihat ada pohon Namibian Bottle Tree. Pohon yang bisa membunuh manusia jika jantung ya di serang dengan getah pohon Namibian Bottle Tree."


"Aku melumuri belati dengan getah pohon Namibian Bottle Tree untuk dapat melumpuhkan dia. Karena aku mengetahui bagaimana kondisi fisik ku yang lemah karena bius. Dan saat dia kembali, di menggendong ku dan aku menusukkan belati itu ke punggung tepat arah jantung miliknya. Saat itu dia terkejut, dan mata ya aku lumuri juga dengan getah pohon Namibian Bottle Tree sehingga ia sulit untuk melihat ku. Tapi siapa sangka dia juga ahli sehingga sedikit bertarung dengan ku dan aku berakhir terdorong sehingga jatuh di jurang. Setelah itu aku tidak ingat apa-apa." Jawab Queen yang sudah menjelaskan semuanya kepada Al.

__ADS_1


"Maaf tidak menjaga mu dengan baik." Jawab Al memeluk Queen setelah mendengarkan penjelasan Queen.


Queen tersentuh dan kembali normal lagi.


"Sudah bisakah kau lepaskan pelukan ini dan kita pergi melihat mayat pak Eza?" tanya Queen.


"Oh iya. Ya sudah ayo." Jawab Al yang tersenyum karena Queen tidak mengomel seperti biasanya ketika ada kontak fisik.


Al dan Queen pergi bersama menuju ruang jenazah.


"Kenapa ada 4 mayat?" tanya Queen yang terkejut melihatnya.


"Yah, mereka di temukan di tempat yang berbeda. 3 orang ini di kalahkan oleh Sam sehingga Sam saat ini juga sedang berada di rumah sakit." Jawab Al.


"Tunggu? Maksudnya apa?" tanya Queen.


"Maaf karena tanpa sepengetahuan mu aku memerintahkan Sam untuk melindungi mu. Karena kejadian di apartemen aku tidak ingin ada kesalahan lagi. Lagi pula aku sudah berjanji kepada guru Alex untuk menjaga mu." Jawab Al menjelaskannya.


"Iya, karena organisasi pembunuh gagak hitam menjadikan mu sebagai target mereka. Entah sebuah perintah dari permintaan atau memang perintah langsung dari atasan mereka. Aku belum bisa memastikannya." Jawab Al menjelaskannya.


"Bagaimana bisa tahu bahwa mereka adalah organisasi gagak hitam?" tanya Queen.


"Perempuan ini kenapa tidak kaget mendengar nama organisasi pembunuh ini." Jawab Al dalam hati.


"Ada beberapa bukti yang sudah aku dapatkan. Dan juga lihat lah pada tangan, leher dan punggung mereka. Ada tanda yang sama. Tato itu adalah identitas dari mereka sendiri." Jawab Al yang memerintah Queen untuk memeriksa sendiri mayat mereka. Queen melihat apa yang dikatakan oleh Al pada mayat-mayat tersebut.


"Jelaskan semuanya yang kau ketahui di perjalan. Aku baru ingat bagaimana dengan Fiona? Dia pasti khawatir dengan ku." Jawab Queen.


"Oke. Ada hal juga yang ingin aku beritahukan kepada mu. Ayo kita pergi dari tempat ini dan juga aku harus memanggil mereka semua yang telah membantu." Jawab Al.

__ADS_1


"Oke." Jawab Queen.


Al memerintah Singa untuk mengumpulkan 10 tentara yang telah membantunya.


"Aku membutuhkan kalian untuk mengantarkan Queen ke camp. Kalian sudah aku jelaskan apa yang aku katakan kepada kalian. Jadi kalian sudah tahu apa yang harus kalian katakan nantinya." Jawab Al.


"Siap tuan. Kami mengerti bahwa nona Queen kami selamatkan dari 4 orang mafia pemburu binatang langka dan juga penebangan pohon. Kami hanya bisa menghubungi anda sebagai walinya dan juga mengantarkan nona Queen di perkemahan." Jawab Mereka semua dengan kompak.


"Bagus. Ayo kita pergi sekarang." Jawab singa.


Mereka pergi dengan beberapa mobil militer menuju ke perkemahan mahasiswa.


Di sisi lain, di tempat camp. Mereka semua yang sibuk dengan pesta dan memanggang barbeque tidak ada yang memikirkan Queen. Hingga akhirnya Fiona sudah tidak sabar lagi menunggu.


Fiona pergi ke posko pendamping dan pemandu. Fiona sudah sangat khawatir tentang kehilangan Queen. Tapi melihat semua orang sangat tenang dan bahagia saja. Tidak ada memikirkan sedikit pun tentang Queen yang hilang sudah lebih dari 5 jam berjalan.


"Bu Grace! panggil Fiona.


"Pak." Panggil Fiona yang memanggil ketua pemandu.


"Pak Eza." Panggil Fiona yang ketiga.


"Ada apa dengan kalian? Kenapa kalian sangat menikmati pesta malam ini sedangkan kita semua tidak ada yang mengetahui tentang keberadaan Queen?" Bentak Fiona kepada mereka yang membuat mereka sedang menikmati pesta terdiam. Musik juga tiba-tiba terdiam.


Karena posko pendamping dan pemandu dekat dengan tenda dapur dan juga di depan lapangan mereka membuat pesta ini dengan alunan musik juga. Fiona yang datang dengan mematikan musik dan mengambil Mikrofon lalu mengeluarkan pengajuan kalimatnya tentang Queen.


"Apakah kalian tidak lihat ini sudah pukul 22.00 Wib. Dan Queen hilang sejak sore tadi tapi kalian bukan mencarinya namun pesta dengan gembira di sini. Dimana hati nurani kalian? Di mana rasa kemanusiaan kalian?"


"Bagaimana jika itu terjadi pada salah satu dari saudara, pacar atau keluarga kalian? apakah kalian akan tetap diam?" tanya Fiona.

__ADS_1


"Fiona tenanglah." Jawab Grace.


"Bagaimana aku bisa tenang? Kalian tidak ada tindakan apapun. Bagaimana jika Queen terluka atau di makan binatang buas? apakah kalian tidak berfikir apapun?" tanya Fiona.


__ADS_2