
Hy Readers, semoga kalian dalam keadaan sehat dan bahagia selalu setiap waktu. Terima kasih atas dukungannya selama ini. Jangan pernah bosan untuk dukungan selalu dengan cara Like, Vote, Point', Koin dan juga komentarnya. Hal itu sangatlah berarti bagi author untuk semangat nulisnya. Karena hal itu, mulai bulan ini, insyallah author usahakan untuk update 2 episode perhari. Author berharap readers senang dan juga selalu mendukung Author dengan setia.❤️❤️❤️❤️❤️
"Jadi itulah mengapa kau mencurigai bahwa Queen memiliki dua identitas pada saat ingin menaiki pesawat itu. Tapi saat kau mencari tahu identitas itu ternyata mereka adalah orang yang berbeda dan memiliki kehidupan masing-masing?" tanya Al.
"Iya. Tentang Queen Sella, aku mendapatkan banyak informasi tentang dia yang begitu mudah untuk didapatkan dan terlihat biasa saja. Berbeda dengan Queen Aleska, aku tidak dapat menemukan identitas miliknya dengan detail. Hanya ada informasi umum yaitu nama, tanggal lahir, status, tempat tinggal saja." Jawab Sam.
"Dan saat detektif suruhan ku pergi ke tempat tinggal Queen Aleska sesuai informasi yang didapatkan itu, detektif tidak menemukan alamat itu di kota A." Jawab Al.
"Palsu?" tanya Al
"Iya. Palsu, alamat itu ternyata adalah sebuah toko mainan anak-anak. Lalu saat aku berpikir untuk menemukan informasi lebih banyak tentang dirinya melalui daerah kawasan hutan saat pertama kali kau menemukan dia. Detektif mendapatkan informasi dari penduduk desa hutan bahwa mereka adalah anak dan Ayah yang tinggal di dekat hutan. Mereka juga mengatakan bahwa ayah Queen bernama Alex. Dan Queen sering ditinggal oleh Alex untuk bekerja sehingga Queen sering dijaga oleh seorang pembantu yang sudah meninggal 5 tahun yang lalu." Jawab Sam.
"Jadi intinya adalah mereka benar-benar adalah orang yang berbeda namun memiliki wajah yang sama?" tanya Al.
"Iya. Sebagai seorang dokter, aku juga tidak pernah menemukan sebuah praktek operasi wajah yang sama persis. Dugaan ku adalah mereka kembar yang terpisah." Jawab Sam.
"Kembar?" tanya Al.
"Iya. Itu hanya sebuah dugaan paling logis yang saat ini aku punya. Namun yang benar-benar aku ingin tahu adalah siapa sebenarnya Queen Aleska. Dan apakah orang yang hidup sekarang benar-benar Sella Queen?" tanya Sam.
"Kau benar, dari berita yang aku baca bahwa hanya Sella Queen yang hidup saat kecelakaan pesawat terbang itu." Jawab Al.
"Iya. Tapi saat aku pemerintah detektif itu untuk menyelidiki beberapa hari ini rumah dari Queen Aleska, mereka tidak pernah melihat rumah mereka itu terbuka." Jawab Sam.
"Jadi kau mengatakan bahwa Queen Aleska maupun Alex tidak pernah kembali ke rumah yang dekat dengan hutan itu?" Tanya Al.
"Iya. Mereka tidak pernah muncul." Jawab Sam.
"Baiklah, suruh mereka tetap mengamati rumah itu. Dan setelah aku berfikir dengan keras ada sebuah persamaan dan aku lihat dari kedua foto ini dengan ingatan saat aku terluka di hutan." Jawab Al yang mengingat tatapan mata Queen Aleska.
__ADS_1
"Ingatan?" tanya Sam.
"Iya. Jika Sella Queen memiliki tatapan yang lembut namun Queen Aleska memiliki tatapan yang tajam dan penuh dengan rahasia yang ingin kau ketahui. Lebih tepatnya mata sendu yang tajam." Jawab Al
"Jadi menurut mu, yang saat ini hidup adalah Queen Aleska yang sedang berpura-pura menjadi Sella Queen?" tanya Sam.
"Iya. Gadis ini benar-benar sangat unik. Aku ingin lebih mengetahui tentang gadis ini." Jawab Al.
"Jadi menurut mu dia juga sebenarnya tidak lupa ingatan melainkan menjadikan siasat lupa ingatan sebagai langkah pertama untuk nya menjadi seorang Sella Queen?" tanya Sam
"Iya. Begitulah perkiraan ku. Tapi aku tidak peduli dengan hal itu, yang terpenting adalah Aku ingin mengetahui dengan jelas siapa yang telah menolongku pada saat itu dengan benar " Jawab Al
"Apapun itu aku tidak peduli karena itu bukanlah urusanku untuk mengetahui lebih banyak tentang urusan pribadi mu. Aku hanya membantu sahabatku untuk mengetahui identitas seorang wanita." Jawab Sam tertawa untuk mencairkan suasana yang tegang saat sejak tadi karena telah menjelaskan panjang lebar.
"Kita masih memiliki banyak waktu untuk mengetahui hal itu. Dan aku berterima kasih kepadamu karena telah membantu." Jawab Al.
"Tenang saja, kau juga sudah menjadi bagian dari keluarga ku. Jika aku tidak melakukan itu, aku akan di katai sebagai kacang lupa dengan kulitnya." Jawab Sam sambil tertawa.
"Tentu saja aku ingin tidur. Terlalu lelah dengan semuanya." Jawab Al
"Aish, baiklah " Jawab Sam.
Al kembali memakai masker dan topinya selalu berjalan keluar meninggalkan bar.
"Anak itu benar-benar tidak berubah. Selalu melakukan semaunya saja." Jawab Sam dalam hati.
................................. Off Flashback
Saat ini,
__ADS_1
Al yang berada di dalam lift sambil memegang ponsel miliknya. Al membuka ponselnya dan melihat panggilan tidak terjawab dari nomor Queen yang baru saja didapatkan oleh nya. Al langsung menyimpan kontak Queen di ponselnya dengan nama "Gadis Monochrome."
"Sepertinya nama ini cocok untuknya. Putih seperti kertas aku tuliskan dalam cerita ku dan Hitam seperti aku tidak mengetahui siapa dia sebenarnya, seperti kegelapan yang butuh cahaya untuk mengetahui orang seperti apa dia sebenarnya." Jawab Al dalam hati sambil tersenyum setelah memberikan nama kontak Queen.
Al kembali mengingat waktu saat Queen mengobati tangannya yang lebam karena menahan pukulan dari Zerico dan juga karena memukul lawan.
"Saat itu, jantung ini berdetak kencang? Apa aku benar-benar sudah menyukai gadis itu?" tanya Al dalam hati sambil mengangkat tangannya yang telah diobati oleh Queen. Sementara tangan lainnya mengecek detak jantung yang sudah tidak sekencang tadi berdetak.
Al yang tiba di parkiran apartemen Delta.
"Bos kita kemana?" tanya supir.
"Ke rumah sakit Sam." Jawab Al.
"Baik."
"Bagaimana situasi di sana? Apakah mereka sudah menyelesaikan keadaan di tempat arena balap?" tanya Al.
"Sudah bos. Dan tuan Sam juga sudah di rumah sakit sesuai dengan perkiraan bos bahwa kita akan langsung ke rumah sakit."
"Baguslah. Bagaimana dengan laki-laki yang telah meminum minuman kaleng yang sudah di suntik itu?" tanya Al.
"Tuan Sam mengatakan bahwa kondisinya hanya pingsan saja." Jawab supir.
Al yang sudah tiba di rumah sakit langsung menuju ke lantai teratas. Lantai teratas di rumah sakit Sam adalah apartemen Sam sekaligus salah satu markas Al dan Sam bersama.
"Kau sudah tiba?" tanya Sam.
Al yang sudah tiba di rumah sakit langsung menuju ke lantai teratas. Lantai teratas di rumah sakit Sam adalah apartemen Sam sekaligus salah satu markas Al dan Sam bersama.
__ADS_1
"Kau sudah tiba?" tanya Sam