
Queen menatap wajah Al yang begitu sangat khawatir tentang peristiwa yang telah dialami olehnya saat ini.
"Perjanjian kita hanya di saat weekend kita bertemu di villa." Jawab Queen menjawab Al.
"Bukan itu, kau akan memberikan kesempatan kepada ku selama 1 tahun untuk membuat mu jatuh cinta. Tapi jika kau selalu menolak untuk melakukan sesuatu, lalu buat apa melakukan janji itu?" tanya Al kepada Queen.
"Bagaimana kau akan melihatku jika saat aku ingin melindungi mu, kau bisa melindungi diri mu? Saat aku memberikan bantuan. Kau menolak ku." Jawab Al lagi.
"Jadi bisa kau kali ini menerima permintaan ku?" tanya Al kepada Queen.
"Jika aku pergi ke villa maka membutuhkan waktu yang cukup lama untuk sampai ke kampus. Dan juga, bukankah kita akan merahasiakan pernikahan ini?" tanya Queen kembali untuk membalas pernyataan Al.
"Jika itu memang alasan mu yang terbesar. Maka kita tetap di apartemen ini, tapi bukan di kamar apartemen ini." Jawab Al yang tidak ingin Queen menolak ajakan dirinya lagi. Al langsung memegang tangan Queen dan berjalan ke luar apartemen Queen lalu berdiri di depan apartemen Al.
"Masuklah." Jawab Al kepada Queen.
"Tunggu."Jawab Queen yang terlihat bingung karena berada di depan pintu apartemen dosen Azlan.
"Aku akan menjelaskannya." Jawab Al yang menekan tombol angka password untuk membuka pintu apartemen.
"Masuklah! Jangan berdiri saja di depan pintu. Kau akan tinggal di tempat ini untuk sementara waktu." Jawab Al lagi.
Queen berjalan masuk ke dalam dan melihat apartemen yang begitu rapi dan bersih. Dan satu buah koper yang ada di dekat ruang tamu.
"Aku belum sempat membereskan koper karena langsung ingin bertemu dengan mu." Jawab Al menjelaskan kepada Queen saat Queen melihat ada koper di samping ia berdiri.
"Azlan adalah Al. Al adalah Azlan." Jawab Al menjelaskan dengan singkat kepada Queen.
"Jadi itulah kenapa kau selalu di katakan sebagai tuan muda yang bebas?" tanya Queen yang tidak terkejut sama sekali. Queen langsung menyadari bahwa Al memiliki identitas yang terlalu banyak seperti yang dikatakan oleh rumor yang beredar.
"Begitu. Terkadang semua itu hanya untuk memenuhi sebuah tujuan. Dan tujuan kali ini menjadi Azlan adalah untuk mendekati mu." Jawab Al.
"Apakah kau memang seorang lelaki yang jujur mengatakan segala sesuatu yang ada di pikiranmu?" tanya Queen.
"Hemmm mungkin. Jadi bagaimana? Apakah di sini saja sudah bisa membuatmu untuk pindah bersama denganku?" tanya Al.
"Oke. Aku akan tinggal bersama dengan mu untuk sementara waktu sampai kaca jendela itu di perbaiki." Jawab Queen.
__ADS_1
"Itu saja sudah cukup membuat ku tidak terlalu khawatir." Jawab Al.
"Aku akan mengambil beberapa barang yang di perlukan." Jawab Queen.
"Aku bantu," jawab Al yang menawarkan dirinya untuk membantu pun mengangkat beberapa barang-barang yang diperlukan agar dipindahkan dari apartemen Queen ke apartemen Al.
Queen mengambil beberapa keperluan kampus dan juga beberapa pakaian yang dibutuh bukan untuk hari ini saja.
"Hanya ini?" tanya Al jangan yang melihat kardus berisi berapa buku saja.
"Iya. Lagian nanti bisa mengambil lagi jika ada yang lain. Untuk malam ini, hanya ini saja yang di perlukan." Jawab Queen.
"Oke." Jawab Al.
Mereka membawa beberapa barang yang sudah di dipilih oleh Queen untuk dipindahkan ke apartemen Al.
"Aku akan tidur di mana?" tanya Queen yang baru menyadari bahwa di dalam apartemen hanya memiliki 1 kamar saja.
"Kau tidur saja di kamar. Aku bisa tidur di sofa. Atau kita berdua tidur bersama di kamar." Jawab Al dengan sedikit menggoda Queen.
"Kau! Biar aku yang tidur di sofa. Lagi pula kan aku yang tamu dan kau tuan rumahnya." Jawab Queen.
"Baiklah aku di kamar." Jawab Queen dengan berjalan ke arah kamar.
"Yakin mau di kamar?" tanya Al kepada Queen dengan mengikuti dari belakang.
"Al jangan keterlaluan!" Ucap Queen dengan membalikkan badannya namun ternyata menabrak dada Al. Karena tinggi badanku ini sebahu Al. Queen memiliki tinggi badan 165 cm dan Al memiliki tinggi badan 183 cm.
"Auuu." Jawab Queen yang menabrak Al.
"Gadis kecil." Al yang mengelus kepala Queen dengan lembut dengan beberapa kali usapan. Al berjalan meletakkan kardusnya ke atas meja yang berada di dekat tempat tidur.
"Tenanglah, aku juga tidak suka memaksa segala sesuatu tanpa izin mu. Lagi pula, dengan memilih di kamar ini akan memberikan ku penghalang untuk lebih menahan diri tidak melakukan sesuatu." Jawab Al dengan memberikan senyuman tipisnya.
"Aku ingin membersihkan diri, keluarlah dari kamar." Jawab Queen yang tersipu.
"Baiklah." Jawab Al.
__ADS_1
Al keluar dari kamar dan Queen membersihkan dirinya.
Al yang menunggu Queen membersihkan diri, Al membuat sedikit masakan simpel untuk di makan sebagai hidangan makan malam. Al membuat pasta instan untuk mereka berdua.
"Kau sudah selesai mandi? Kemari lah dan makan bersama." Jawab Al yang sedang menghidangkan dua piring pasta.
" Hanya ini yang bisa aku buat karena hanya ada ini." Jawab Al kepada Queen.
Queen duduk kursi yang di tarik oleh Al untuk di persilahkan duduk. Queen di layani Al dengan baik.
"Makanlah." Jawab Al.
"Iya." Jawab Queen dengan memegang sumpit dan mulai mencapit mie pasta yang ada di piring. Lalu memakan hidangan yang di masak oleh Al.
" Bagaimana?" tanya Al kepada Queen yang sudah memakan satu suap mie pasta buatannya.
"Enak." Jawab Queen.
"Syukurlah. Aku kira tidak bisa menyesuaikan seleramu." Jawab Al yang terlihat bahagia karena berhasil memasak sesuai dengan lidah Queen.
Al juga mulai memakan mie pasta yang ada di hadapannya. Mereka berdua menikmati makanan itu hingga habis.
"Setelah aku pikir-pikir ternyata selama ini wajahmu yang sangat familiar." Jawab Queen yang memulai pembicaraan setelah selesai menikmati makanan.
"Ha?" tanya Al yang tidak mengerti apa yang dikatakan oleh Queen.
"Menjadi Azlan hanya menggunakan kacamata dan rambut yang diurai panjang dengan ikal dan juga berpenampilan sedikit culun." Jawab Queen.
"Begitulah. Setidaknya akan memberikan kebebasan dalam menikmati sebuah identitas yang sedang di jalankan." Jawab Al.
"Aku benar-benar tidak mengerti dengan jalan pikiranmu?" tanya Queen.
"Aku lebih tidak mengerti tentang dirimu? Dan bagaimana caranya bisa menjadi bagian dari hidup mu." Jawab Al membalasnya.
"Sudahlah." Jawab Queen yang bawa piring berjalan ke wastafel dapur.
Al yang melihat itu langsung mengikuti Queen dengan membawa piring kotornya.
__ADS_1
"Tidak bisakah kau bercerita tentang apa yang terjadi selama kemarin? Sehingga aku dapat sinopsis tentang apa yang terjadi." Jawab Al.