
Zerico yang sedang melingkarkan tangan kirinya ke pundak Queen seperti orang yang sangat dekat. Queen yang akan menerima uang kemenangannya dari wasit membuatnya menjadi emosi saat Zerico meletakkan tangannya.
Dengan menyingkirkan tangan itu lalu mendekati Zerico dengan membisikkannya.
"Jangan bertindak kurang ajar atau kau akan mengetahui akibatnya." Queen dengan cepat membalikan badannya setelah mengatakan itu dan melanjutkan untuk meminta uang kepada wasit dengan cara mentransfer nya saja lewat kode QR.
"Wanita yang menarik." Ucap Zerico dalam hati
"Bagaimana untuk merayakan kemenangan wanita pertama yang dapat menang dari kami semua di arena balap ini dengan cheers." Ucap Zerico yang mengambil minuman kaleng yang memancing orang-orang mengambilnya dan mengangkat minuman kaleng.
"Nona tidak akan keberatan jika aku memintamu cheers padaku?" tanya Zerico yang membawa dua kaleng minum dan memberikan Queen satu.
"Baiklah." Jawab Queen yang menerima pemberian Zerico.
Queen membuka masker hitam yang digunakan olehnya itu dilihat oleh Al. Al yang terkejut melihat Queen berada di arena ini. Fikir Al, Queen sudah kembali ke apartemen beberapa jam yang lalu setelah pertemuan dia di hotel.
"Queen! Jadi dia pembalap yang menang tadi?"
"Bagaimana? Kau menemukan mereka?" tanya Sam yang menyadarkan Al dari perasaan terkejutnya melihat Queen saat ini ada di tempat ini.
"Belum." Jawab Al
"Jadi mereka kenapa berkumpul di dekat wanita itu?" tanya Sam.
"Kau tidak ingat bahwa dia adalah Queen?" Tanya Al.
"Queen?" tanya Sam yang kembali memperhatikan sosok itu.
Sementara disisi lain, orang-orang sudah bersemangat saat Queen ingin membuka masker untuk memperlihatkan wajahnya dan mereka semua sudah mengangkat minuman kaleng itu ke atas.
"Sebelum Aku mau minum ini, ada dua kalimat yang ingin aku sampaikan kepada kalian semua." Ucap Queen membuat suasana menjadi hening
"Silahkan!" Ucap Zerico.
"Pertama, aku akan meminumnya jika dia, dia, dia, dia, dia dan kau mengambil minuman yang baru yang ada di barisan itu." Ucap Queen.
"Bukannya kami sudah mendapatkan minuman?" tanya salah satu dari anggota Sativa yang telah membunuh kurir pengantar barang tadi.
"Kenapa tidak berani? Aku hanya meminta kalian mau mengambil yang baru dan meminumnya sebelum aku. Dan hal itu sebagai bentuk mewakili yang lainnya untuk memberikan selamat kepada ku yang telah memenangkan balapan malam ini." Jawab Queen.
Mereka yang memberikan kode kepada Zerico. Lalu Zerico mengganggukkan kepalanya untuk menyetujui permintaan Queen. Mereka yang sudah mengambil minuman baru dan ingin meminumnya dengan sangat ragu-ragu.
__ADS_1
"Kenapa kalian terlihat ragu? Apakah kalian mengetahui bahwa ada yang aneh?" tanya Queen yang mendekat ke Zerico.
"Aku melihat dia menyuntikkan sesuatu ke dalam minuman ini dan kau adalah bos mereka. Benar?" tanya Queen dengan membisikan Zerico lalu tersenyum licik.
"Dari mana kau mengetahui ini?" tanya Zerico dengan memberikan tatapan marah.
"Kedua, aku sarankan kalian sekarang pergi dari sini sekarang juga." Ucap Queen dengan melempar minuman kaleng itu.
"Ada apa dengan mu?" tanya orang-orang dengan melihat tingkah laku Queen yang aneh.
Sementara ada satu orang yang sudah meminumnya karena sudah tidak sabar.
"Ambil rencana kedua." Jawab Zerico kepada mereka
"Baik bos." Jawab mereka dengan cepat.
Salah satu dari mereka mengeluarkan pistol dan menembakkannya ke atas, "kalian semua jongkok atau aku akan menembak.
"Aaaaaaaa..,..."
"Apa-apaan ini!"
"Sudah ku duga kalian," ucap Queen dalam hati dengan cepat menyandra salah satu anggota Sativa dengan mengunci tangan ke belakang.
"Kau! Aku benar-benar tidak menyangka bahwa ada orang yang mengetahui rencana kami. Dan siapa kau sebenarnya?" tanya Zerico.
"Aku?" tanya Queen.
"Bukan siapa-siapa, hanya saja tidak suka perbuatan kalian." Jawab Queen dengan tetap menyandra.
"Bos tolong aku!" Ucap sandera.
"Dia?" Al melirik ke arah Zerico. Al dan Sam yang berpura-pura jongkok untuk memantau situasi.
"Sam, sepertinya mereka adalah kelompok Sativa. Aku melihat laki-laki itu memakai kalung yang sama." Jawab Al.
"Iya aku juga melihatnya." Jawab Sam.
"Dalam hitungan ketiga, kau targetkan 3 orang sisi Utara untuk di tembak. Sedangkan aku akan mengurus 3 sisanya serta laki-laki itu " Jawab Al.
"Aku paham." Jawab Al
__ADS_1
"Baik, hitungan ke 3, 2, 1."
"Dor, dor, dor." Suara tembakan yang dengan cepat mengeluarkan peluru dari pistol yang dipegang oleh Sam dan juga Al. Mereka dengan cepat mengalahkan tiga orang penjahat dari masing-masing. Sedangkan Queen yang melihat itu langsung mendorong sandera ke arah Zerico agar Zerico tidak menembaknya. Dan orang lain selain dari mereka segara pergi dari sana.
"Sial," ucap Zerico yang bertabrakan dengan sanderanya itu.
Queen dengan cepat menyingkirkan pistol yang sudah terjatuh dari tangan Zerico dan sandera dia itu. Queen dengan cepat memberikan pandangan kepada Zerico dan juga sandera itu. Karena asyik mengalahkan sandera itu, Queen hampir saja terkena pukulan Zerico. Pukulan Zerico yang di tahan oleh Al tepat waktu membuat Queen tidak terluka.
"Kita bertemu lagi." Jawab Al dengan tersenyum.
"Sepertinya begitu." Jawab Queen
"Jangan bunuh mereka karena aku memiliki pertanyaan yang harus dijawab oleh mereka." Jawab Al.
"Oke." Jawab Queen.
Yang saat ini memang hanya ada 2 orang yang tersisa dari anggota Sativa. Queen dan Al melawan Zerico dan 1 anggota Zerico yang tersisa. Dengan cepat Queen melumpuhkan bawahan itu sehingga membuatnya tidak berkutik.
"Kau memang wanita unik." Jawab Sam yang mengambil ahli lelaki yang sudah di tanah itu.
"Kau?"
"Tenang, aku teman dia bukan musuh." Jawab Sam yang hampir saja di serang Queen.
Sementara di sisi lain, Al yang masih adu serang menyerang dan bertahan kepada Zerico.
"Apa yang di katakan oleh mereka memang benar bahwa kau tidak bisa di remehkan. Tapi sayang, belum waktunya untuk bertarung dengan mu." Ucap Zerico yang tersenyum licik melihat Al.
"Apa alasan kalian menargetkan aku?" tanya Al.
"Kau akan mengetahuinya nanti setelah 3 hari setelah ini. Selamat tinggal Al." Jawab Zerico dengan berlari dan naik ke sepeda motor miliknya lalu pergi meninggalkan mereka.
Queen yang ingin mengejarnya Zerico di tahan oleh Al.
"Tidak perlu di kejar." Jawab Al.
"Kenapa?" tanya Queen.
"Dari pada memikirkan itu, bagaimana keadaan mu? Dan lebih baik membereskan tempat ini." tanya Al dan memberikan alasan lainnya padahal dia sebenarnya khawatir jika Queen terluka.
"Baik." Jawab Queen dengan dingin dan berjalan ke arah dasar jurang.
__ADS_1
"Baguslah. Lagi-lagi aku harus mengucapkan terima kasih. Tapi apa yang sedang kau lihat?" Jawab Al dan bertanya karena Queen berjalan ke arah pinggir jurang di arena balap itu.
"Mereka membunuh seorang delivery yang aku temui di hotel." Jawab Queen dengan singkat sambil menunjuk dasar jurang.