
Pesta malam itu berjalan dengan lancar namun Jhon dan Zaki sudah tidak menemukan Queen berada di dalam pesta tersebut.
"Apakah kalian melihat Queen?" tanya Zaki kepada Samuel.
"Tidak tuan Zaki. Karena sejak tadi kamu berkumpul untuk memberikan selamat kepada tuan John bersama dengan yang lain.
"Sudahlah Zaki, Jangan dicari lagi. Mungkin Queen sudah pergi meninggalkan rumah ini." Jawab John kepada Zaki.
"Baik tuan." Jawab Zaki.
Saat semua orang menikmati pesta malam itu hingga selesai. Suasana rumah menjadi sunyi kembali. Hanya tinggal John dan Zaki beserta dengan beberapa pelayan untuk membereskan pesta tersebut.
Biel yang juga telah pergi dari pesta tersebut. Biel bergegas mengambil mobilnya untuk pergi ke suatu tempat setelah ia mendapatkan sebuah panggilan telepon.
Biel tiba disebuah bar miliknya, namun ia pergi ke dalam sebuah ruangan yang tidak di kunjungi oleh orang lain. Ada sebuah ruangan khusus yang ada di dalam bar tersebut.
"Bagaimana kalian bisa gagal melaksanakan perintahku?" tanya Biel yang baru saja masuk kedalam ruangan langsung mengeluarkan suara yang tinggi dengan nada yang marah.
"Maaf tuan, kami kehilangan jejak Bram beserta dengan istrinya di dalam perjalanan jalan tol. Sepertinya mereka mengetahui ketika kami sedang mengikuti mereka."
"Apa kau bilang? Kau kehilangan jejak mereka tapi kenapa anak itu saat ini ada di negara ini, di kota ini bahkan tadi dia berada di pesta?" tanya Biel dengan memberikan beberapa pukulan kepada beberapa orang yang berada di dalam ruangan itu.
"Bagaimana mungkin?" tanya mereka.
"Kalian bodoh. Kalian bilang sudah menyelesaikan tugas itu." Jawab Biel.
"Kami sudah memastikan bahwa semua orang yang berada di dalam pesawat itu bahkan tidak ada yang selamat."
"Lalu bagaimana dia bisa ada di pesta malam ini? Bagaimana kalian akan menjelaskannya?" tanya Biel dengan nafas yang terengah-engah karena telah menyalurkan emosinya dengan memukul mereka semua.
__ADS_1
Mereka yang telah wajahnya dipukul hingga tubuhnya terjatuh ke lantai, bangkit kembali dan berdiri tegak dengan menundukkan kepalanya kembali.
"Kami kata mencari tahu lebih jelas lagi apa yang telah terjadi sebenarnya."
"Apa lagi yang harus kalian lakukan ketika orang tua itu sudah mengetahui tentang keberadaan perempuan itu " Jawab Biel.
"Kalian telah melakukan kesalahan yang paling fatal. Aku tidak ingin mendengar penjelasan apapun aku kepada kalian." Jawab Biel dengan mengambil sebuah pistol yang tersimpan di dalam laci yang berada di meja ruangan itu.
Biel langsung menembak ke arah dinding satu tembakkan dan langsung duduk di kursi.
"Maaf tuan, kami juga tidak mengetahui apa yang telah terjadi saat ini. Namun, kami berjanji akan memperbaiki nya."
"Memperbaiki apa? kalian akan melakukan apa untuk memperbaiki nya? Kalian hanya perlu mengawasi mereka saja tidak bisa." Jawab Biel dengan wajah berekspresi marah.
"Tuan tenanglah. Aku akan mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi. Apakah dokter itu ada kaitannya dengan wanita yang mirip dengan almarhum nona princess."
"Kalian akan mencarinya kemana? Kalian tau, kalian telah kehilangannya kontak dokter itu." Jawab Biel.
"Berapa waktu yang kalian perlukan untuk mencari mereka di sebuah negara yang begitu cukup besar. Apalagi itu 2 negara." Jawab Biel.
"Aku akan mengutus beberapa anggota kita untuk mencari keberadaan mereka. Dan menggabungkan dengan beberapa anggota yang yang berada di negara itu."
"Baiklah. Kali ini kalian aku maafkan. Aku mau kalian segera mendapatkan informasi itu. Dan juga, sekarang cari tau tentang wanita itu sekarang juga. Aku mau malam ini kalian mendapatkan informasi semua tentang wanita itu."
"Baik bos. Kami akan lakukan."
Mereka berpamitan pergi dari ruangan itu dan segera melaksanakan apa yang diminta oleh Biel.
"Bagaimana wanita itu ada di tempat ini? Bagaimana Ayah bisa bertemu dengannya tanpa sepengetahuan aku. Aku tidak akan pernah iklas jika hanya mendapatkan saham 40%. Aku akan mengambil semua saham itu menjadi milik ku." Jawab Biel dalam hati.
__ADS_1
Queen sudah diantar oleh Sam dan Fiona di depan gedung apartemen miliknya. Queen yang berada di dalam lift keluar karena sudah sampai di lantai apartemennya. Queen menekan tombol angka untuk membuka pintu apartemen nya.
"Tentang apa yang telah terjadi sebenarnya di masa lampau aku tidak mengetahui. Tapi aku akan mencari tahu kebenarannya. Saat ini lebih baik aku istirahat saja." Jawab Queen dalam hati ketika masuk ke dalam pintu apartemen miliknya.
Disisi lain, Elena yang sedang berada di sebuah tempat dengan berbagai banyak komputer yang terdiri dari 5 komputer pada ruangan itu. Elena sedang menyewa kelompok orang untuk membuat sebuah berita tentang Queen dan menyebarkan malam ini juga.
"Bagaimana?" tanya Elena kepada ketua kelompok itu
"Nona tenang saja, kami sudah membuat berita sesuai dengan permintaan anda dan akan segera memposting berita tersebut. Kita hanya perlu menunggu. Saat ini ada tim dari kita sebagai email anonim untuk memberikan komentar agar berita ini naik dalam pencarian." Jawabnya.
"Baguslah, aku tunggu berita dari kalian besok pagi tentang perkembangan." Jawab Elena.
"Baik nona, akan kami lakukan sesuai dengan permintaan anda."
"Oke." Jawab Elena yang pergi meninggalkan tempat itu.
Elena pergi berjalan meninggalkan tempat itu menuju ke rumahnya.
Berita yang beredar tentang Queen telah tersebar di setiap nomor kontak mahasiswa mahasiswi universitas Belta. Mereka mendapatkan sebuah link web berita tentang Queen dengan wallpaper pada link tersebut saat Queen masuk di sebuah mobil mewah.
Sella Queen, Mahasiswi Jurusan Sastra Adalah Wanita Penghibur
Foto di atas diambil dua hari yang lalu pada pukul 13.00 Wib, Sella Queen masuk di sebuah mobil mewah bersama dengan seorang lelaki kaya yang diduga adalah lelaki yang membiayainya sebagai wanita simpanan. Lelaki ini menggunakan jam, sepatu, jas, kaca mata hitam dan mobil mewah. Semua yang digunakannya begitu mewah. Queen di jemput di parkiran depan perpustakaan. Lelaki itu sangat tampan dan sepertinya sangat kaya.
Foto kedua ini juga di ambil di depan gerbang sekolah, terlihat jelas bahwa foto kedua lelaki yang bersama Sella Queen adalah lelaki yang berbeda dari foto pertama. Lelaki pada foto kedua ini adalah lelaki yang tampak jauh lebih tua dari dirinya.
Mahasiswi ini begitu handal dalam merayu para lelaki. Ia mencari target lelaki kaya untuk dapat menghidupi dirinya. Apakah Universitas Belta mengetahui tindakan mahasiswanya yang dapat mencoreng nama baik universitas?
Apakah foto-foto tersebut benar adanya? Bahwa wanita itu memang masih seorang mahasiswi di universitas Belta?
__ADS_1
Seperti itulah berita yang tersebar pada akun sosial media mahasiswa dan mahasiswi kampus berserta dengan dosen dan seluruh penghuni universitas Belta.