
Queen mempertanyakan Al tentang isi lemari pakaian.
"Laki-laki ini?" tanya Queen dalam hati dengan menggerutu.
"Bagaimana dengan dekorasi kamar?" tanya Queen.
"Dekorasi?" tanya Al yang bingung.
"Iya dekorasi mawar dan wewangian yang ada di dalam kamar mandi menggunakan lilin aroma mawar." Jawab Queen.
"Benarkah?" tanya Al sedang berfikir.
"Iya." Jawab Queen.
"Hmmmmmm, mungkin itu kerjaan Joy. Bentar, aku menelpon." Jawab Al.
"Sudah tidak perlu. Tapi aku mohon bisakah menyingkirkan semuanya dan menjadikan kamar yang lebih normal?" tanya Queen.
"Oke sebentar." Jawab Al.
Al mengambil ponselnya dari saku kantong celana kemudian menelpon seseorang dengan mengatakan "Datang sekarang!"
"Siapa?" tanya Queen.
"Nanti juga tahu." Jawab Al.
Baru saja dua menit, 10 orang wanita dan 10 orang pria datang di hadapan mereka berdua.
"Malam tuan Al. Malam nyoya Al." Jawab Mereka dengan menundukkan kepala dan menyapa mereka berdua dengan posisi berdiri di hadapan mereka berdua.
__ADS_1
"Bagi tugas untuk membersihkan kamar utama seperti biasanya, hidangan makan malam dan lakukan penjagaan sesuai dengan rute yang sudah aku katakan." Jawab Al.
"Baik tuan." Jawab mereka dengan serentak dan langsung pergi melaksanakan tugas yang di berikan oleh Al.
"Bukannya sejak kita masuk tadi tidak ada satu orangpun?" tanya Queen yang heran entah datang darimana mereka begitu cepat di hadapan mereka.
"Mereka adalah orang terlatih dan juga sudah bersembunyi. Akan muncul ketika di perlukan. Kenapa? Apakah kau berfikir bahwa akan lebih baik jika kita hanya berdua di villa sebesar ini sehingga bisa melakukan....?" Al kembali menggoda Queen.
"Dasar lelaki narsis." Jawab Queen memukulkan bantal yang ada di sofa itu ke Al.
"Hahahaha," Al yang tertawa.
"Al?" panggil Queen
"Iya." Jawab Al memberhentikan tawanya.
"Bisakah kau ceritakan tentang pertemuan mu dengan Ayah lebih banyak lagi?" tanya Queen.
"Tentu, kau ingin aku bercerita tentang di bagian mana?" tanya Al
"Semua yang kau ketahui." Jawab Queen.
"Baiklah. Aku akan menceritakan sejak awal aku bertemu dengannya. Tapi saat itu aku sudah mengatakan kepada mu bahwa aku bertemu dengannya saat aku menyaksikan Ayah dan Ibu ku di bunuh di hadapan ku." Jawab Al.
"Iya. Lalu?" tanya Queen.
"Aku mengambil keputusan untuk membalaskan dendam kepada mereka yang dengan mudahnya membunuh orang lain. Saat itu, aku datang ke panti asuhan yang di rekomendasikan oleh Guru. Setelah sebulan aku berada di panti asuhan, Guru datang mengunjungi ku dan memberikan ku kesempatan untuk bersekolah."
"Kau tau apa yang dikatakan olehnya saat itu 'Menjadi kuat saja kau tidak akan bisa membalaskan dendam. Tapi kau juga harus cerdas dan memiliki kekuasaan. Jadi pergilah bersekolah setinggi mungkin dan carilah pendukung sebanyak mungkin. Setelah dunia bisa kau genggam, di saat itu kau bisa dengan mudah membalaskan semuanya.' Itulah yang di katakan oleh Guru. Saat itu aku belum mengetahui makna dari kalimat itu. Yang aku tahu setelah ia pergi, ibu panti memberikan ku sebuah kesempatan untuk bersekolah formal."
__ADS_1
"Aku menerimanya untuk bersekolah sambil mengolah emosi yang masih kacau akibat apa yang telah aku lihat. Aku hanya berfikir mungkin semakin aku banyak kegiatan belajar bisa membuatku lupa apa yang sudah aku alami. Setahun sudah aku jalani tapi tidak ada yang berubah, aku masih biasa-biasa saja. Hingga akhirnya aku berkelahi dengan teman sekelas ku dan aku mendapat sebuah pelajaran dari hal itu."
"Pelajaran?" tanya Queen.
"Iya, pelajaran bahwa aku tidak salah tapi aku harus menanggung salah karena anak yang telah berkelahi dengan ku adalah anak pemilik yayasan sekolah aku bersekolah. Saat itu aku di pecat dari sekolah itu." Jawab Al.
" Hanya berkelahi dengan anak itu?" tanya Queen.
"Iya. Dan saat itu aku juga mengetahui bahwa ibu panti sedang menelepon dengan guru. Ternyata guru yang membiayai aku untuk bersekolah. Di saat itu aku sedikit mengerti bahwa aku harus bisa berdiri dengan diriku sendiri. Aku pindah sekolah karena rekomendasi dari ibu panti yang sebenarnya adalah perintah guru."
"Saat itu aku memulai mencari pengalaman menjadi preman kecil jalanan setelah pulang sekolah. Dan saat itu juga aku belajar lebih keras di bandingkan dengan yang lain. Aku berusaha menjadi murid baik yang menahan emosi dan juga bersikap baik ke semua orang."
"Saat itu aku mengetahui bahwa aku mendapat rangking nilai tertinggi di sekolah dan mendapatkan kepercayaan dari semua orang menjadi kekuatan tersendiri sebagai orang yang mampu berdiri di lingkungan sekolah karena usaha ku sendiri. Dan tanpa di sadari aku berlatih di jalanan sebagai preman kecil yang mencari pengalaman untuk berkelahi dengan menggunakan topeng yang pernah kau lihat itu."
"Lalu, guru sering berkunjung ke panti walaupun hanya sebulan sekali. Dan saat itu ia memberikan latihan yang keras kepada ku Dia mengatakan untuk aku bisa menjaga diriku sendiri dari kejamnya dunia yang tidak adil karena kekuasaan dan kekayaan orang lain."
"Terkadang aku tidak mengerti bahkan sulit mengerti apa yang di katakan oleh guru. Tapi dengan berjalannya waktu, aku bisa bersekolah dengan jalur waktu yang sangat cepat hingga di usia 16 tahun sudah menjadi profesor. Mereka mengatakan aku genius. Dan saat itu juga aku masuk ke dunia militer untuk memperkuat pengalaman ku dalam bertarung."
"Bisa masuk Militer di usia muda?" tanya Queen.
"Bukan aku yang melamar tapi pihak militer yang memilih ku sendiri karena telah memenangkan beberapa perlombaan bela diri." Jawab Al.
"Aku menerimanya tapi dengan syarat bahwa aku tidak akan terikat hidup dengan negara atau dunia militer. Aku hanya akan melakukan apa yang aku inginkan." Jawab Al
"Apakah mereka menyetujui hal itu dengan mudah?" tanya Queen.
"Tidak, mereka membutuhkan waktu 3 hari untuk membicarakan hal itu. Mereka memberikan syarat dengan menyelesaikan misi sebanyak 100 x maka aku dapat bebas tanpa harus terikat. Jika aku menolaknya maka aku tidak akan menjadi hidup. Mereka memaksa dengan cara paling sederhana." Jawab Al
"Dan kau menerimanya karena sebenarnya kau juga butuh tempat untuk mengasah kemampuan yang kau miliki." Jawab Queen.
__ADS_1
"Iya begitulah. Dan semenjak itu aku tidak bertemu dengan guru. Tapi aku sudah mengatakan kepadanya bahwa aku sudah mengerti apa yang di maksud dengan kalimat yang dikatakan kepada ya saat pertama kali. Bahwa aku harus memiliki kekuatan, kekuasaan dan kecerdasan jika ingin membalaskan dendam. Dan saat itu guru hanya mengatakan 'Sesakit apapun masa lalu mu yang membuat mu trauma, jangan lupa untuk bahagia di setiap waktu yang kau lewati dengan cara menjaga diri untuk hidup bahagia dan melindungi diri dari hal yang tidak baik.' Itulah kalimat terakhir yang diberikan ia kepada ku saat datang mengunjungi ku."
"Dan sejak itu pula, aku tidak pernah bertemu dengannya lagi. Hingga akhirnya aku mendapat email dari dirinya tentang mu. Dan saat itu aku berfikir mungkin sudah menjadi takdir bahwa aku benar-benar beruntung bertemu dengan mu. Walaupun guru Alex adalah orang yang dingin dan kejam. Tapi dia benar-benar bagaikan malaikat tanpa bersayap untuk kehidupan ku. Dan saat aku mengetahui bahwa ia adalah.."