Gadis Monochrome

Gadis Monochrome
Episode 126


__ADS_3

Queen dan Fiona bicara dengan pemandu di dengarkan oleh Elena dan Grace. Elena dan Grace menghayati apa yang sedang di bicarakan oleh mereka.


Beberapa langkah menyusuri turun anak tangga, mereka satu persatu tiba di lapangan untuk berkemah. Yah, camping mereka. Tenda dan peralatan yang lainnya juga sudah sampai sebelum mereka sampai karena menggunakan katrol tali.


"Semua berbaris sesuai kelompok tugas masing-masing." Ucap pemandu dengan tegas untuk memberikan arahan.


"Queen kita berpisah di sini?" jawab Fiona yang sedang merengek karena tidak satu tim dengan Queen.


"Tenang saja, kita akan bergabung kembali setelah dua jam. Oh ya ingat untuk mendirikan tenda untuk tenda kita berdua saja seperti yang sudah aku ajarkan beberapa hari ini." Jawab Queen.


"Siap. Tenang saja." Jawab Fiona ( Saat setelah pulang ujian, Fiona meminta Queen mengajarkan beberapa hal yang di perlukan untuk persiapan camping. Hal ini untuk membuat Fiona memiliki persiapan ketika mendapatkan tugas apapun di acara hari ini. Dan pembelajaran yang di berikan oleh Queen tidak sia-sia. Fiona sudah berlatih dalam seminggu untuk camping pertama kalinya.)


Semuanya dibariskan kembali dan di beri arahan kembali. Mereka di ingatkan kembali untuk melaksanakan apa yang di perintahkan sesuai dengan kelompok. Ada yang mendirikan tenda, mencari kayu bakar dan lain-lainnya.


Queen yang mendapatkan tugas mencari kayu bakar, dan Fiona bertugas mendirikan tenda. Yosi bertugas membersihkan serta mendirikan toilet sementara di sungai. Elena bertugas menyiapkan makan siang.


Setelah mereka selesai berkumpul dan mendengarkan kembali tugas mereka, mereka sudah di perbolehkan untuk mengerjakan tugasnya.


"Kalian semua sudah mendapatkan tugas masing-masing. Sekarang masih pukul 10.00 Wib. Jadi kalian bisa mulai mengerjakan tugas masing-masing. Kumpul kembali setelah dua jam untuk makan siang bersama. Apakah kalian mengerti?" tanya pemandu.


"Pak apakah kita tidak bisa istirahat terlebih dulu?" tanya seseorang yang mengangkat tangannya.


"Iya pak." Jawab yang lain satu persatu.


"Baiklah anak-anak bukan untuk menyiksa kalian, tapi kita menghemat waktu. Karena setelah makan siang, kita akan mengadakan sebuah permainan untuk meningkatkan kekompakan jurusan masing-masing. Permainan itu terdiri dari banyak hal hingga sore hari kita lakukan." Jawab Grace yang menambah.


"Yah, baiklah." Jawab mereka.


"Kalian tenang saja, setelah acara itu kalian akan memiliki waktu bebas mulai malam hari hingga ke esok hari. Dengan catatan kita akan pesta barbeque malam ini." Jawab Grace.

__ADS_1


"Benarkah Bu?" tanya mereka yang kembali semangat.


"Tentu." Jawab Grace.


"Baiklah, kalian sudah memiliki semangat. Maka silahkan kerjakan tanggung jawab kalian masing-masing." Jawab pemandu.


"Siap." Jawab mereka.


Mereka yang sudah mendapatkan kelompoknya masing-masing, memilih seorang pemimpin yang mampu memandu mereka masing-masing. Agar ada orang yang dapat didengarkan suaranya dalam mengambil sebuah keputusan.


Kelompok Queen terdiri dari 10 orang yang akan bergabung dengan kelompok lainnya. Tidak ada yang mencalonkan dirinya sendiri untuk menjadi seorang pemimpin sehingga pada akhirnya ada 1 orang lelaki yang menawarkan diri menjadi pemimpin. Dan semua setuju. Queen tidak ada sama sekali berbicara. Sifatnya yang cuek dan dingin seperti sedang tidak peduli.


Lelaki itu adalah teman kelas Queen juga, namun dia jarang datang karena salah satu murid berprestasi dalam menulis. Ia sering ikut perlombaan sehingga jarang masuk kelas. Namun ia cukup terkenal dan juga sangat ramah. Sifatnya yang mudah bersosialisasi dengan lingkungan sekitar. Namanya adalah Arya.


"Baiklah, jika tidak ada yang mau menawarkan diri. Bagaimana dengan aku yang akan memimpin kalian?" tanya Arya.


"Kami setuju." Jawab para wanita kecuali Queen. Wanita yang berada di kelompok Queen ada 3 orang termasuk Queen sendiri. Selebihnya adalah laki-laki.


"Baiklah. Kita memiliki 7 lelaki dan 3 perempuan. Jadi kita akan mencari kayu bakar dengan mudah. Untuk wanita, kalian cukup membawa beberapa botol air mineral dan akan mengumpulkan kayu bakar. Jangan jauh-jauh dalam mencarinya. Dan tugas lelaki, kalian harus membawa kayu bakar itu dari tempat pencarian hingga kembali ke sini. Apakah kalian mengerti?" tanya Arya. Semua orang paham dengan apa yang di katakan oleh Arya


"Mengerti." Jawab mereka.


"Baiklah, ayo kita pergi. Yang memimpin aku, 3 orang lelaki di urutan belakang dan selebihnya di belakang ku. Sedangkan para wanita kalian di tengah. Agar kami mudah melindungi." Jawab Arya.


"Oke." Jawab mereka.


"Kita ke arah mana?" tanya seseorang.


Arya langsung melihat sekitar bahwa belum ada yang pergi bergerak untuk mencari kayu bakar. Dan Arya langsung bisa memutuskan untuk mencari kayu bakar ke arah barat.

__ADS_1


"Barat saja, karena kita dekat dengan ke arah sana." Jawab Arya.


"Oke." Jawab mereka.


"Sekarang ambil air mineral kalian dan hal apa yang perlu di bawa untuk menelusuri hutan mencari kayu bakar. Jika ada yang memiliki riwayat sakit asma atau lainnya silahkan bawa obatnya. Pergi! Segera kembali lagi setelah mengambil air mineral dan hal lainnya." Perintah Arya


"Baik." Jawab mereka yang bubar ke arah tas ranselnya dan mulai mengambil beberapa persiapan.


"Ide yang bagus." Jawab Queen dalam hati yang memperhatikan.


Lalu mereka kembali lagi dengan cepat.


"Kalian ingat untuk tidak terlalu jauh dari camp. Jadi aku akan bertugas untuk menghitung langkah. Aku ingin salah satu di antara kita mencatat langkah. Kita hitung dengan 3 langkah kecil sekitar 1 meter. Dan ingat jangan terpisah dari rombongan. Dan aku sudah menyiapkan ini " Jawab Arya.


"Keputusan yang bijak." Jawab Queen dalam hati yang berdiri mendengar apa yang di katakan oleh Arya.


Mereka yang sudah mempersiapkan diri dengan tidak membawa apa-apa kecuali air mineral pribadi dan para wanita membawa air mineral lebih.


Mereka mulai berjalan beriringan dengan satu baris memanjang. Mereka mulai menelusuri ke dalam hutan. Mereka berjalan sambil berbicara karena Arya memulainya.


" Karena kita adalah satu tim, tidak mungkin kita tidak mengenal satu sama lain. Jadi bisa kita berkenalan sedikit tentang diri kita sendiri yang harus di ketahui orang lain? Minimal nama dan kesukaan saja." Jawab Arya.


"Boleh." Jawab mereka satu persatu dari belakang menyambut kalimat Arya kecuali Queen yang diam saja.


"Baiklah. Pertama yang berkenalan mungkin dari aku terlebih dahulu dan selanjutnya yang lainnya." Jawab Arya.


"Arya Wiguna. Anak tunggal yang suka dengan menulis fiksi, itulah kenapa aku mengambil jurusan ini. Singel dan juga belum ada berniat untuk menyukai seseorang. Hahahah." Jawab Arya untuk mencairkan suasana.


"Bagaimana mungkin seorang Arya yang terkenal bisa jomblo?" Ucap wanita yang ada di depan Queen.

__ADS_1


"Mungkin saja, karena aku tidak memiliki waktu memikirkan wanita manapun." Jawab Arya yang tersenyum dengan membalikkan badannya.


__ADS_2