Gadis Monochrome

Gadis Monochrome
Episode 79


__ADS_3

Sam dan Fiona saling menatap satu sama lain ketika Queen keluar dari rumah Abraham.


"Kakak, lebih baik kita mengikutinya." Jawab Fiona.


"Ide bagus." Jawab Sam langsung berjalan ke arah pintu keluar bersama dengan Fiona. Mereka mengikuti Queen yang keluar dari rumah Abraham.


Mereka berdua saling berkontak batin dalam tatapan. Sam pergi mengambil mobilnya sedangkan Fiona mengejar Queen yang berjalan ke arah pintu gerbang.


"Queen tunggu! Aku ikut!" Jawab Fiona yang memanggil Queen untuk menghentikannya.


"Kalian masuklah." Jawab Sam yang membuka kaca mobil dan memerintah Queen bersama Fiona untuk masuk ke dalam mobil miliknya.


Fiona langsung menarik tangan Queen untuk masuk ke dalam mobil Sam.


"Akhirnya aku bisa kabur juga." Jawab Queen yang duduk di dalam mobil dan Sam telah melajukan mobilnya.


"Kenapa harus pergi begitu saja dari pesta?" tanya Fiona.


"Tidak apa-apa. Bisakah kalian mengantarku ke apartemen." Jawab Queen.


"Queen?" tanya Fiona dengan lembut.


"Ada apa?" tanya Queen.


"Apakah kau menganggapku sebagai teman?" tanya Fiona tiba-tiba.


"Kenapa bertanya seperti itu?" tanya Queen.


"Tidak kah kau ingin menjelaskan situasi yang telah terjadi tadi di pesta?" tanya Fiona.


" Apa yang harus aku jelaskan kepadamu? Bukankah kau sudah melihatnya bahwa aku adalah cucu dari John Abraham?" tanya Queen.


"Apakah itu benar?" tanya Fiona.


"Ada sebuah kalimat terdahulu ' semakin sedikit kau mengetahui sesuatu maka akan semakin aman untuk hidupmu.'" Ucap Queen memberikan sebuah kalimat pepatah.

__ADS_1


"Tidak semua harus di ceritakan. Aku memang keturunan dari keluarga Abraham, hal itu tidak bisa dipungkiri. Tapi untuk menjelaskan dengan detail lebih baik cukup kau mengetahui apa yang telah kau ketahui tadi di pesta. Itu jauh lebih baik."Jawab Queen.


"hiks ..... hiks...." Air mata jatuh ke pipi Fiona, tiba-tiba Fiona menangis setelah mendengar pernyataan dari Queen.


"Kau kenapa menangis?" tanya Queen.


"Dek, kenapa menangis?" tanya Sam yang sedang menyetir di kursi depan sendiri sedangkan Queen dan Fiona duduk di belakang.


"Aku hanya menghawatirkan tentangmu, maaf maaf karena telah membohongi mu. Aku hanya takut keluarga Abraham akan mencelakai mu saat Tuan Zaki tiba-tiba datang ke rumah untuk meminta pertolongan keluarga kami membawamu ke pesta malam ini." Jawab Fiona dengan terbata-bata karena sedang menangis sambil menjelaskan tentang sebuah kejujuran yang sebenarnya terjadi.


"Maksud ya, Zaki meminta kepada kalian untuk membawaku di acara pesta?" tanya Queen.


"Iya. Tuan Zaki tidak mengancam kami namun ia benar-benar berharap bahwa aku dapat membawamu ke acara pesta ini sebagai ucapan terima kasih karena telah menandatangani kontrak kerjasama sponsor Abraham dengan entertainment ayah." Jawab Fiona yang menghapus air matanya sambil memandang Queen yang berada di sampingnya.


"Jadi kau sengaja melakukan itu kepada ku?" tanya Queen.


"Iya. Aku takut kau akan marah ketika aku mengatakan yang sebenarnya. Namun, aku sudah merencanakan hal lain untuk melindungi ketika sesuatu terjadi." Jawab Fiona.


"Fiuh..... Lain kali katakanlah yang sebenarnya kepadaku tanpa harus membohongi ku dengan menipu seperti ini. Aku paling tidak menyukai hal yang seperti ini." Jawab Queen.


"Maaf, lain kali aku berjanji tidak akan melakukan kesalahan seperti ini lagi. Tapi aku merasa lega teryata mereka hanya ingin mengumumkan tentang kau adalah cucu kakek John Abraham.


"Aku benar-benar minta maaf, aku mendapatkan pilihan yang sulit. Jika tidak membantu permintaan dari Tuan Zaki, aku khawatir tentang perusahaan Ayah yang akan mengalami kerugian.


"Tidak apa-apa. Semua ini tidak salahmu." Jawab Queen.


"Apa yang sebenarnya terjadi?" tanya Sam.


"Aku melihat bahwa kau tidak terkejut ketika mereka menggumumkan bahwa kau adalah cucu dari John Abraham. Tapi juga tidak melihat ekspresi bahagia bertemu dengan saudara kandung yaitu kakek kandung sendiri. Malahan kau kabur dari pesta itu." Jawab Sam tiba-tiba memotong pembicaraan mereka Karena rasa ingin tahunya.


"Sebelum acara malam ini aku bertemu dengan mereka setelah belajar di perpustakaan. Dan saat itu aku menolak ajakan mereka untuk kembali kepada keluarga Abraham. Karena penolakan yang aku lakukan saat itu membuat John mengalami sesak jantung. Aku kira itu adalah serangan jantung. Tapi ternyata dia baik-baik saja." Jawab Queen.


"Jadi karena itu, kau tidak menunjukkan ekspresi bahagia maupun terkejut ketika mendengar berita itu." Jawab Sam.


"Aku tidak terlalu memperdulikan hal itu. Bagi ku, menjadi diri ku sendiri jauh lebih baik. Tapi aku telah melakukan sebuah kesalahan. Tapi mau tidak mau, aku harus mengakui pada keluarga Abraham. Bahwa aku adalah asli keturunan mereka." Jawab Queen.

__ADS_1


"Jadi kenapa kau pulang dengan cepat?" tanya Sam.


"Acara pesta seperti itu bukanlah ah gaya kehidupanku sehari-hari sehingga membuatku tidak nyaman." Jawab Queen.


"Siapa sebenarnya wanita ini?" tanya Sam dalam hati.


Mereka tidak sadar waktu bahwa perjalanan menuju ke apartemen Queen di jadikan sebagai pembicara ada yang telah terjadi di pesta.


"Jadi apa yang harus aku lakukan? Apakah aku di maafkan?" tanya Fiona.


"Tentu. Tapi tidak dengan masa depan. Jika sesuatu seperti ini telah terjadi, Aku tidak akan memaafkanmu." Jawab Queen.


"Baiklah, aku tidak akan bertanya lagi." Jawab Fiona lagi.


" Iya. Turunkan aku di sini saja." Jawab Queen.


"Tidak, aku akan mengantarkannya tinggal ke depan apartemen yang engkau huni." Jawab Sam.


"Baiklah," Jawab Queen.


Mereka sudah tiba di depan apartemen Queen.


Queen keluar dari mobil yang pergi menggunakan lift menuju ke lantai apartemen miliknya.


"Kakak apakah yang sebenarnya terjadi?" tanya Fiona.


"Ini adalah masalah pribadi dirinya jadi lebih baik kita tidak terlalu mengikuti campur urusan. Jika dia ingin menceritakan semuanya maka akan diceritakan oleh Nya tanpa kita meminta. Namun saat ini, sepertinya dia tidak ingin kita mengetahui tentang apa yang sebenarnya terjadi."


"Kita hanya mengetahui bahwa Queen adalah keluarga Abraham. Jadi lebih baik kita diam tanpa bertanya kepadanya." Jawab Sam kepada Fiona dengan melanjutkan mobilnya dan pergi mengantar Fiona ke rumah.


"Aku akan mencari tahu kebenaran yang terjadi 20 tahun yang lalu. Apakah itu memang sebuah perencanaan atau hal lainnya?" tanya Queen dalam hati.


Queen yang sudah berada di depan pintu apartemennya gunakan beberapa kata sandi untuk membuka pintu. Queen bergegas menutup pintu buka sepatunya lalu memakai sendal rumahan saja.


"Lebih baik aku mandi dulu." Jawab Queen dalam hati untuk segera masuk ke kamar mandi.

__ADS_1


Sementara di tempat lain,


" Di mana dia Zaki?" tanya John yang tidak menemukan sosok Queen berada di dalam pesta tersebut. Zaki sudah memerintahkan beberapa orang untuk mencari Queen namun tidak menemukannya.


__ADS_2