Gadis Monochrome

Gadis Monochrome
Episode 84


__ADS_3

Queen berhenti di sebuah supermarket. Turun dari kereta dan masuk ke sebuah supermarket. Queen membeli botol minum mineral yang berukuran kecil. Queen keluar dari supermarket lalu duduk di depan supermarket yang telah tersedia tempat duduk.


Supermarket itu berada di pinggir jalan besar. Saat Queen yang duduk di depan supermarket terlihat dari kaca mobil Fiona.


"Kakak berhenti, itu Queen." Ucap Fiona yang begitu antusias ketika melihat sosok yang sudah cari olehnya sejak tadi.


"Dimana?" tanya Sam yang mengemudi.


"Di depan supermarket itu." Jawab Fiona dengan mengarahkan tangan kirinya ke supermarket.


Mereka mengarahkan mobilnya ke supermarket dan berhenti. Mobil yang baru saja berhenti membuat Fiona membuka pintu mobil dengan cepat dan berlari kearah Queen sambil memeluknya.


"Queen!" ucap Fiona yang baru saja keluar dari mobil langsung memanggil Queen yang sedang minum. Queen langsung meletakkan botol minum di atas meja dan berdiri melihat Fiona yang berlari ke arahnya.


"Akhirnya aku menemukan mu, dari mana saja kau?" tanya Fiona.


"Aku baik-baik saja. Kalian kenapa bisa bersama?" tanya Queen yang melihat Sam juga keluar dari mobil.


"Dia meminta bantuan ku untuk menemukan mu." Jawab Sam yang baru saja datang dan duduk di kursi.


Pada meja yang di depan supermarket itu terdiri dari 4 kursi. Dan di depan supermarket itu hanya ada dua meja dengan 8 kursi. Queen meminta Fiona melepaskan pelukannya dan duduk. Mereka semua duduk di meja itu.


"Aku sangat khawatir tentang mu? Apa yang telah kau lakukan setelah keluar dari ruang dekan?" tanya Fiona.


"Tidak-tidak itu tidak penting sekarang. Yang sekarang ingin aku katakan, berita itu sudah di hapus dan berita lain muncul untuk membersihkan nama mu. Aku tau kau bukan wanita seperti yang dikatakan dalam berita pertama itu." Jawab Fiona yang menunjukkan berita pada ponselnya.


"Baguslah kalau begitu." Jawab Queen.


"Wanita ini seperti tidak terkejut dan selalu tenang. Sebenarnya apa yang di fikirkan olehnya?" tanya Sam dalam hati memperhatikan mereka berdua.


"Syukurlah semua sudah baik-baik saja. Kau tidak jadi untuk di keluarkan dari kampus dengan adanya berita klarifikasi ini. Tapi siapa yang telah melakukan semua ini untuk membantumu?" tanya Fiona yang heran.


"Itu tidak penting. Yang terpenting nama ku sudah bersih." Jawab Queen.


"Iya kau benar. Syukurlah kau baik-baik saja, aku kira kau akan melakukan sesuatu yang...." Fiona yang tidak melanjutkan kalimatnya karena Queen menarik hidung Fiona dengan jari tangannya.


"Kami kira aku berfikir pendek?" tanya Queen sedikit tersenyum.


"Aku sungguh khawatir dengan mu." Jawab Fiona.

__ADS_1


"Terima kasih telah mengkhawatirkan aku. Tapi aku bisa menyelesaikan masalah ku sendiri. Kau tenang saja." Jawab Queen.


"Sepertinya begitu. Jadi gadis-gadis ini apakah mau makan sesuatu? Aku akan membawa kalian kemana saja untuk merayakan hal ini." Jawab Sam yang memotong pembicaraan mereka berdua.


"Tapi aku..." Jawab Queen.


"Queen jangan menolak, bagaimana jika kita pergi karaokean?" tanya Fiona.


"Boleh juga " Jawab Sam.


"Baiklah aku akan mengikuti kemauan kalian." Jawab Queen.


"Baiklah, mari berangkat." Jawab Sam.


Saat Fiona dan Sam sudah berada di masing-masing sisi pintu mobil untuk masuk melihat Queen yang tidak bersama dengan mereka.


"Kalian duluan untuk menunjukkan arah, aku akan mengikuti dari belakang." Jawab Queen.


"Kau memakai sepeda motor?" tanya Fiona yang terkejut sambil mendekati Queen.


"Iya." Jawab Queen.


"Aku ikut dengan mu," Jawab Fiona mendekati Queen dengan wajah yang tergiur.


"Tidak. Aku sejak dulu sangat ingin naik sepeda motor namun tidak pernah tercapai karena selalu diantar menggunakan mobil oleh sopir. Jadi bolehkah aku dengan mu?" tanya Fiona dengan melibatkan kedua tangannya sambil memohon kepada Queen.


"Baiklah. Pakai ini." Jawab Queen yang memang membawa helm cadangan di belakang sepeda motor yang di gantung peluhnya.


"Jadi kalian meninggalkan aku sendirian di mobil?" tanya Sam dengan tersenyum dan di balas oleh Fiona dengan senyuman.


Queen membantu Fiona untuk menggunakan helm. Lalu Queen memakai helm dan menaiki sepeda motornya. Fiona juga menaiki sepeda motor Queen.


"Wanita pilihan mu memang benar-benar unik Al." Jawab Sam dalam hati sambil masuk ke dalam mobil.


Mereka pergi menuju bar yang tidak jauh dari tempat itu dan menyewa ruangan VIP untuk karoke. Mereka masuk ke dalam ruangan itu dan Sam yang membayar tagihan tempat beserta dengan makanan yang di pesan olehnya.


"Queen ayo kita menyanyi!" Ajak Fiona untuk bernyanyi dengan Queen.


"Sudah aku katakan sebelumnya aku tidak pandai bernyanyi. Jadi silahkan bernyanyi sendirian." Jawab Queen yang tetap duduk.

__ADS_1


"Aih, ya sudahlah. Kakak ayo temani aku bernyanyi." Jawab Fiona kepada Sam


"Oke." Jawab Sam.


Sam dan Fiona bernyanyi beberapa lagu di dalam ruangan itu sambil bersenang-senang menikmati makanan sementara aku hanya melihat mereka yang begitu bahagia berduet dalam bernyanyi.


Beberapa kali Fiona tidak berhenti untuk membuat Queen ikut bersama dengan mereka namun gagal. Sampai Fiona terlihat mabuk karena menikmati beberapa gelas wine.


Suasana menjadi hening karena Fiona yang sudah tertidur di sofa. Hanya ada Sam dan Queen yang masih sadar. Sam yang sejak tadi ingin mengobrol dengan Queen akhirnya bisa dilakukan.


"Bagaimana kau menyelesaikan masalah ini?" tanya Sam.


"Kau bertanya dengan ku?" tanya Queen.


"Iya, bagaimana kau melakukan ya?" tanya Sam.


"Tentang berita itu?" tanya Queen lagi.


"Iya." Jawab Sam.


"Hanya mencari akar masalahnya saja. Tapi itu sekarang tidak penting. Sekarang bagaimana kita akan mengantarkan dia pulang?" jawab Queen dan bertanya tentang Fiona


"Aku akan mengantarnya pulang." Jawab Sam.


"Kau yakin akan mengantarkan Fiona pulang dengan kondisi dia yang sudah mabuk?" tanya Queen.


"Hmmm." Jawab Sam yang berfikir.


"Bawa dia ke apartemen ku saja. Dan kau kabarin keluarganya bahwa ia menginap di tempat ku." Jawab Queen.


"Baik lah." Jawab Sam.


"Bantu aku membawanya." Ucap Queen.


Queen yang berjalan mengikuti Sam yang menggendong Fiona. Mereka keluar dari bar menunju ke parkiran mobil.


"Kau beruntung memiliki teman seperti Fiona. Tadi dia benar-benar mengkhawatirkan mu bahkan sejak tadi malam." Jawab Sam yang berbicara dengan Queen dalam perjalanan menuju mobil.


"Begitulah." Jawab Queen.

__ADS_1


"Walaupun dia sedikit ceroboh dan juga sangat berisik. Tapi dia tetap adalah wanita yang penuh perhatian dan juga polos. Aku harap kalian bisa selamanya berteman baik." Jawab Sam.


"Sama seperti mu, semoga kau dapat melihat Fiona sebagai wanita bukan hanya sekedar adik. Aku tau kau mengerti apa yang aku maksud." Jawab Queen secara spontan saat Sam memasukkan Fiona ke dalam mobil.


__ADS_2