Gadis Monochrome

Gadis Monochrome
Episode 155


__ADS_3

Selamat Pagi Readers tercinta di penjuru dunia. Jangan lupa dukungan like, komentar, vote dan hadiah ya hehehe


Selamat Membaca 🔥🔥🔥


Queen yang di peluk oleh Al untuk sedikit tenang. Al berusaha untuk membuat Queen nyaman dan mengelus pundak Queen dalam pelukan itu.


"Liburan kali ini bagaimana jika pulang ke kampung halaman?" tanya Al kepada Queen.


Queen langsung melepaskan pelukan Al dan wajahnya cerah bahagia atas tawaran dari Al.


"Benarkah?" tanya Queen.


"Iya. Aku ingin lebih mengenal mu lebih jauh. Lagi pula kau juga rindu kan untuk pulang?" tanya Queen.


"Oke aku mau." Jawab Queen yang langsung terduduk di kursi mobilnya dengan tegas.


"Apa yang aku lakukan? Apakah ini sikap lembut? Aku terbawa suasana." jawab Queen dalam hati baru menyadarinya.


"Aku akan mengantarmu tapi sampai kau sembuh. Mungkin dua atau tiga hari lagi. Bagaimana?" tanya Al.


"Kenapa tidak besok saja?" tanya Queen.


"Lebam-lebam pada tubuh mu dan juga luka goresan di tubuh mu belum kering. Tunggu sampai benar-benar sembuh baru kita pergi. Lagi pula aku akan mengurus beberapa hal agar kita bisa liburan dengan lama di sana." Jawab Al.


"Tapi, kita ke negara C dulu menjumpai Ayah Bram dan Ibu Stella. Aku ingin mengetahui keadaan mereka." Jawab Queen.


"Oke." Jawab Al tersenyum.


"Sepakat." Jawab Queen yang mengulurkan tangannya untuk membuat sebuah perjanjian dengan Al.


"Oke." Jawab Al yang menerima tawaran salaman Queen.


Mereka melanjutkan perjalanan ke vila. Saat tiba di vila, Queen sudah tertidur di dalam mobi. Karena tidak tega membangunkan Queen, Al menggendong Queen hingga ke kamar. Samar-samar Queen melihat dirinya yang di gendong Al hanya tersenyum tanpa waspada seperti biasanya. Queen kembali menutup matanya untuk menikmati tidur.

__ADS_1


"Ternyata dia lebih bisa diam seperti patung es jika tertidur seperti ini. Biasanya baru saja di sentuh sudah terbangun." Jawab Al dalam hati meletakkan tubuh Queen di atas kasur.


Al menyelimuti Queen kemudian pergi meninggalkan Queen di kamar. Al pergi ke ruang kerja dan mulai menghidupkan laptop miliknya.


"Joy kau sudah sampai ke kantor?" tanya Al dengan menelpon Joy.


"Sudah. Aku sedang memilih beberapa berkas dan jadwal yang memang kau harus menghadirinya." Jawab Joy.


"Lakukan itu dengan cepat dalam dua hari ini. Aku ingin berlibur dengan Queen." Jawab Al.


"Ingin honeymoon?" tanya Joy dengan menggodanya.


"Tentu saja tidak. Ini hanya untuk memberikannya sedikit ketenangan. Mengunjungi ayah dan ibu asuh Sella Queen. Setelah itu kami akan pergi ke kampung halaman guru. Tanpa dia berkata aku juga mengetahui bahwa dia sangat merindukan Guru." Jawab Al.


"Oh. Aku mengerti. Aku baru ingat juga bahwa orang-orang kita sudah mencari keberadaan tentang Tuan Alex. Kami tidak menemukan apapun petunjuk. Di seluruh transportasi di kota itu tidak ada menemukan sedikit pun tentang nama tuan Alex. Dan setiap jalan tol tidak ada juga." Jawab Joy.


"Aku hampir lupa mengatakan kepada kalian bahwa guru tidak semudah itu untuk di ketahui keberadaannya. Untuk soal menghilang tanpa jejak, dia adalah ahlinya." Jawab Al.


"Begini, kumpulkan beberapa orang kepercayaan kita untuk membuat sebuah tim setiap kota berisi 2 atau 3 orang. Cari tempat yang tidak banyak penduduknya dan juga tempat-tempat terpencil yang memungkinkan Guru ada di salah satu tempat itu. Karena dia memiliki kebiasaan untuk tinggal di tempat yang sejuk dan damai tanpa ada bisingnya suara penduduk kota dan juga kendaraan." Jawab Al.


"Oke aku mengerti." Jawab Joy.


"Oke terima kasih. Kirimkan saja beberapa berkas yang dapat di cek oleh ku di sini melalui email. Besok aku akan ke kantor untuk menandatangani beberapa berkas yang penting untuk beberapa hari ke depan selam liburan ." Jawab Al.


"Oke. Akan aku lakukan. " Jawab Joy.


Setelah mematikan telepon, Joy mulai mengirimkan berkas kepada Al. Al yang menerima beberapa berkas, sibuk memeriksa dan mencatat hal-hal penting. Al bekerja dari siang hingga matahari hampir terbenam. Al tetap di dalam ruang kerja tanpa ingat waktu.


Queen yang terbangun melihat keadaan begitu sunyi, melihat keluar kamar namun tidak ada Al. Saat berjalan untuk mengambil air putih melewati ruang kerja Al yang terbuka. Queen menghentikan langkahnya dan melihat ke arah pintu yang terbuka.


Queen melihat Al yang begitu serius di depan laptop. Tidak pernah Queen melihat ekspresi Al yang begitu serius dalam melakukan suatu pekerjaan. Karena selama ini Al selalu berwajah cerita di hadapannya. Queen yang melangkah masuk untuk menyapa Al.


"Apa yang sedang kau lakukan?" tanya Queen.

__ADS_1


"Queen?" tanya Al yang terhenti mendengar suara Queen.


"Mengerjakan beberapa hal yang harus di lakukan untuk persiapan kita berlibur. Agar ketika liburan tidak memikirkan pekerjaan." Jawab Al.


"Oh. Sebenarnya apa sih pekerjaan mu?" tanya Queen yang melihat dari belakang Al agar dapat melihat dengan jelas layar laptop yang hidup itu.


"Apa ini? Kontrak kerjasama?" tanya Queen.


"Begitulah. Aku hanya mengurusi hal-hal penting saja. Sedangkan untuk eksekusi dilakukan oleh Joy." Jawab Al.


"Apakah itu tandanya Joy lebih di bawah mu kedudukannya?" tanya Queen.


"Apakah kau lupa dengan nama belakang ku dan juga perusahaan Joy bekerja sebagai CEO." Jawab Al.


"Aku ingat bahwa kau adalah Altezza Altaric pemilik saham Altaric dan juga yang telah menguasai bisnis pasar maupun dunia gelap di negara Boyalia. Hanya saja aku fikir kau hanya menikmati kehidupan dengan santai tanpa harus bekerja seperti ini?" tanya Queen.


"Tidak ada yang muda dalam mendapatkan sesuatu. Aku yang sering kau lihat adalah aku yang sudah menuai hasil. Tapi aku yang dulu dalam proses bahkan hingga sekarang, tidak terlihat oleh mu. Karena memang seperti itulah adanya, orang lain hanya melihat hasil mu tapi tidak proses mu." Jawab Al.


"Masuk akal kata-kata mutiara yang di lontarkan itu. Tapi aku benar-benar tidak mengerti apa yang kau lakukan." Jawab Queen.


"Anggap saja aku yang memutuskan sesuatu pada sebuah ide, sedangkan Joy yang melaksanakan ide itu di lapangan." Jawab Al.


"Oh. Baiklah, aku tidak akan mengganggu." Jawab Queen yang melangkah pergi.


"Oh ya," langkah kaki Queen terhenti.


"Mau aku buatkan kopi? Hitung-hitung balasan karena kau telah membuatkan lemon tea madu tadi siang." Jawab Queen.


"Boleh. Americano gula merah dan juga jangan terlalu manis." Jawab Al.


"Oke." Jawab Queen yang mengiyakan Al setelah menawarkan minuman kepadanya.


Queen pergi ke dapur untuk mengambil minum mineral untuknya. Menekan teko listrik untuk memanaskan air. Queen berjalan mengambil biji kopi dan menggiling ya di mesin kopi otomatis sambil menunggu air mendidih.

__ADS_1


__ADS_2