
Elena berusaha untuk menanamkan pemikiran kepada seluruh teman-teman di dalam kelas agar ikut kegiatan camping pada minggu depan. Elena membuat pernyataan tentang keuntungan mengikuti kegiatan ini.
"Kau benar, jadi kita harus memanfaatkan kan kesempatan ini untuk membangun relasi kepada senior dan alumni bahkan teman sekelas. Kegiatan ini untuk mengenal satu sama lain."
"Iya. Kita harus ikut acara ini "
"Kau benar, acara ini memang sangat penting karena hanya ada di pertengahan semester."
"Mereka semua akhirnya terprovokasi ucapan ku." Jawab Elena melihat semua orang yang ada di dalam kelas sedang berpikir bahwa kegiatan camping ini penting untuk mereka.
"Lihat Queen, kegiatan ini penting untuk menunjang tugas kuliah di masa depan. Jadi kau harus ikut." Jawab Fiona.
"Dengar lah, semua orang tidak akan melewati kesempatan ini. Jadi kita juga harus melakukan hal yang sama untuk mengikuti acara ini demi masa depan perkuliahan kita." Jawab Fiona yang terus-menerus membujuk Queen untuk ikut.
"Hmmm baiklah. Aku akan usahakan." Jawab Queen.
"Yes, akhirnya kau mau juga." Jawab Fiona dengan sangat bahagia sambil memeluk Queen dan terdengar oleh Elena bahwa sudah menyetujui ikut bersama dengan Fiona.
"Bagus, akhirnya dia menyetujui." Jawab Elena dalam hati ketika melihat ekspresi Fiona dan Queen.
"Aku bersama dengan mu ya Elena." Jawab Yosi.
"Oke." Jawab Elena yang tersenyum kepada Yosi. Elena merasa dirinya bahwa telah berhasil membuat Queen untuk ikut dalam acara camping keakraban mahasiswa-mahasiswi baru.
Fiona yang sangat senang mendengar pertanyaan Queen tanpa di sadari ia langsung memeluk Queen.
"Sudah jangan terlalu dekat." Jawab Queen dengan menyingkirkan tubuh Fiona yang memeluk dirinya.
"Maaf, Aku sangat senang ketika kau mau." Jawab Fiona dengan melepaskan pelukannya dari Queen.
"Lebih baik sekarang kita memikirkan untuk belajar menghadapi ujian tengah semester minggu ini." Jawab Queen.
"Iya juga. Kalau begitu mari kita ke perpustakaan untuk belajar." Jawab Fiona.
__ADS_1
"Dasar." Jawab Queen pelan melihat Fiona sangat bersemangat menarik tangannya untuk berjalan menuju ke perpustakaan.
Mereka berdua pergi meninggalkan kelas menuju ke perpustakaan untuk mencari beberapa bahan yang akan dirangkum sebagai materi persiapan ujian.
Queen melakukan pencarian di komputer lalu mendapatkan penemuan informasi buku-buku yang membantu mereka. Setelah mendapat hal itu mencatat masing-masing. Queen berpisah dengan Fiona karena mereka berdua membagi tugas untuk mengambil beberapa buku yang diperlukan mereka dalam mendapatkan referensi persiapan ujian. Mereka berdua bekerja sama satu sama lain dalam menyiapkan rangkuman.
Queen yang membaca beberapa buku dan dirangkum olehnya dengan membacakan hal-hal penting yang akan diketik oleh Fiona di dalam Microsoft word pada laptop yang mereka bawa. Queen yang membaca kan rangkumannya lalu diketik oleh Fiona. Mereka belajar bekerjasama dengan baik hingga selesai.
Mereka berduaan menghabiskan waktu untuk melakukan observasi pengumpulan data sebagai referensi. Dari mulai selesai kelas hingga saat ini pukul 15.00 Wib.
"Queen aku lupa, Ibu dan Ayah memerintahkanku untuk pulang lebih awal karena nanti malam akan ada pesta. Jadi aku harus ikut bersama dengan mereka. Apalah tidak apa-apa aku meninggalkanmu sekarang?" tanya Fiona.
"Tentu. Pergilah. Aku akan di sini sebentar lagi. Lagian rangkuman kita sudah selesai.
" Kirimkan langsung rangkuman ini ke emailku." Jawab Queen yang menggeserkan laptop dari hadapan Fiona ke hadapannya. Queen mengirimkan rangkuman itu langsung ke emailnya sedangkan Fiona sedang membereskan barang-barang miliknya ke dalam tas.
"Kau tidak ingin bersamaku untuk kembali ke apartemen? "tanya Fiona.
"Tidak perlu, Aku Masih ingin sedikit lama di sini. Ada beberapa buku yang ingin aku baca lagi." Jawab Queen.
" Oke." Jawab Queen.
Di sisi lain, Fiona yang masuk ke dalam mobil jemputan miliknya di lihat oleh John dan Zaki yang baru saja tiba di kampus.
"Tuan sepertinya itu nona Fiona." Jawab Zaki.
"Iya. Mungkin Queen juga sedang bersama dengannya." Jawab John.
"Bos benar, bagaimana jika kita memeriksa nya di dalam perpustakaan?" tanya Zaki.
"Lakukanlah. Aku akan menunggu di mobil saja." Jawab John ingin merepotkan Zaki untuk mendorong dirinya menuju ke perpustakaan. John memilih untuk tetap di dalam mobil sambil menunggu kedatangan Queen.
"Baiklah, aku akan memarkirkan dengan baik terlebih dahulu." Jawab Zaki.
__ADS_1
"Okeh."
John yang memilih untuk di dalam mobil sedangkan Zaki setelah selesai memarkirkan mobil mereka dengan baik. Zaki keluar dari mobil lalu memasuki perpustakaan untuk mencari keberadaan Queen.
Saat Zaki mengisi daftar hadir melalui komputer yang telah disediakan oleh perpustakaan sebagai pelayanan daftar hari setiap pemustaka yang datang. Zaki melihat sosok yang tidak asing baginya walaupun dari samping. Zaki langsung menandai Queen yang sedang membaca beberapa buku yang ada di depan mejanya.
Zaki tersenyum, ia berjalan mendekati Queen setelah melakukan absensi daftar hadir. Zaki yang melihat berantakan meja dengan beberapa buku yang seluruhnya terbuka di hadapan Queen.
"Kenapa wanita ini melakukan hal itu?" tanya Zaki yang baru saja melihat kebiasaan seseorang belajar dengan membuka seluruh hukum di hadapannya. Dan saat ini, Queen sangat serius sehingga membuat Zaki untuk memberanikan diri menyapa Queen setelah melihat Queen menutup semua buku.
"Baguslah tidak terlalu lama aku menunggu.", Jawab Zaki yang melihat Queen terlihat seperti tidak memikirkan sesuatu dengan serius karena saat ini Queen sudah menutup semua buku yang ada di mejanya lalu menumpukkan menjadi satu.
"Ah lelah juga. Akhirnya aku mendapat sesuatu jika semuanya buku ini seperti ini." Jawab Queen sambil menyusun buku yang dibaca olehnya menjadi 1 tingkatan dan meletakkannya di pinggir meja.
"Maaf jika menganggu anda Queen." Ucap Zaki.
"Siapa?" tanya Queen langsung membalikkan badannya untuk melihat siapa yang sedang berbicara kepadanya.
"Apakah anda sudah lupa tentang wajahku ini yang warna bertemu dengan Anda di perusahaan ayah Fiona?" tanya Zaki.
"Oh iya, aku baru ingat. paman Zaki?" tanya Queen.
"Iya. Benar itu nama saya. Saya tidak menyangka bahwa Queen sudah dapat mengangkat sama saya walaupun baru satu kali bertemu." Jawab Zaki.
"Ada apa paman Zaki?" tanya Queen.
"Bisakah saya meminta izin anda untuk ikut bersama dengan saya. tuan Saya ingin berbicara dengan mu." Jawab Zaki langsung.
"Aku? Ada apa? Kenapa harus aku?" tanya Queen.
"Ini adalah hal penting, tuan sangat ingin bertemu dengan mu." Ucap Zaki.
"Maksud mu adalah John Abraham?" tanya Queen.
__ADS_1
"Iya. Tuan John ingin bertemu dengan mu." Jawab Zaki.
"Baiklah. Antar aku ke sana." Jawab Queen dengan membereskan beberapa barang miliknya ke dalam tas lalu mengikuti Zaki yang memberikan petunjuk arah menuju ke mobil John.