Gadis Monochrome

Gadis Monochrome
Episode 209


__ADS_3

"Sam kau dimana?" tanya Joy dalam sambungan telepon. Joy yang saat ini sangat terburu-buru membawa mobil dengan banyak luka yang ada pada dirinya.


"Dengar baik-baik, aku gak punya waktu untuk menjelaskan. Sekarang, Zerico menuju ke rumah Biel. Dia ingin membantu Biel dalam perselisihan keluarganya. Mereka sepakat untuk menjadi rekan. Biel mendapatkan kekuasaan penuh pada harta Abraham dan Zerico dapat mendistribusikan dagangannya di negara ini. Aku kehilangan banyak darah, saat ini aku akan kerumah sakit. Kau tau apa yang harus kau lakukan bukan?" tanya Joy.


"Aku mengerti." Jawab Sam.


"Zerico? Lelaki itu?" tanya Sam dalam hati.


Sam langsung menghubungi anggota Black Wolf untuk segera ke tempat ini. Sam menjaga-jaga jika ada sesuatu yang terjadi nantinya. Dalam waktu 10 menit anggota mereka datang dengan menggunakan sepeda motor yang berjumlah 50.


"Tuan kami siap menerima perintah." Jawab mereka yang turun dari sepeda motor dan membuka helm serta menundukkan kepala kepada Sam.


"Baguslah kalian sampai tepat waktu." Jawab Sam.


"Baru saja mereka tiba, tiba-tiba datang mobil yang jumlahnya juga tidak sedikit. Musuh datang dengan jumlah yang sama. Sementara ada helikopter juga yang datang dan mendarat di atas atas gedung rumah Abraham.


"Helikopter itu? Mungkinkah dia di sana bukan di bagian mereka?" tanya Sam dalam hati melihat ke atas langit.


"Aku serahkan mereka di sini kepada kalian." Jawab Sam kepada anggotanya.


"Siap tuan." Jawab mereka mengambil posisi dan memegang senjata.


Kali ini pertengkaran antara mafia tidak bisa di hindari. Sam pergi meninggalkan anggotanya dan bergegas menuju ke tempat helikopter itu mendarat. Namun, Sam bingung harus menggunakan jalur apa. Sam berlari dengan sekuat tenaga.


Sedangkan Zerico sudah turun dari helikopter dan berjalan masuk ke rumah Abraham. Dan Biel melanjutkan ucapannya.


"Ayah? hahahhaha, sejak aku kecil aku sudah kehilangan sosok ayah. Ayah yang ada di depan ku ini hanya ayah di atas kertas. Hahaha." Jawab Biel yang langsung menodongkan senjatanya dan menarik pelatuk.


Queen yang mengetahui niat Biel itu langsung menyingkirkan John dari gagang belakang kursi dorong John. Peluru yang di tembakan oleh Biel meleset mengenai John namun mengenai lengan tangan Queen. Peluru itu hanya menggores lengan Queen. Tapi tetap merobek baju pada bahu Queen dan lengan Queen mengeluarkan darah.


"Brengsek!" Jawab Al dengan cepat berlari menuju ke arah Biel. Al langsung melayangkan tinjunya untuk menyingkirkan pistol Biel dan melayangkan tinju ke dua ke arah Biel.

__ADS_1


"Ayah!" panggil Grace yang melihat Al melayangkan tinjunya.


"Al!" panggil Queen yang langsung melihat Al melayangkan tinju kedua.


Biel langsung terjatuh dan ujung bibirnya mengeluarkan darah akibat dari tinju yang di terima olehnya. Al langsung mengeluarkan pistolnya dan menarik pelatuk ke arah lengan Biel. Peluru itu mengenai bahu kanan Biel, bukan lengan Biel.


"Au!!!!!!!" Ucap Biel yang kesakitan.


"Tidak ada siapapun yang aku izinkan untuk menyakiti Queen walaupun hanya seekor semut. Kau dengan beraninya melayangkan pistol mu ke arah wanita ku!" jawab Al dengan wajah seram. Al menghapus bercak darah Biel yang mengenai wajahnya.


John juga sangat terkejut sehingga napasnya tidak bisa teratur. John hanya diam saja melihat semua kejadian yang begitu cepat di hadapannya. Begitu juga dengan Queen, Zaki dan Grace. Mereka tercengang melihat apa yang baru saja terjadi.


"Hahahah, berani-beraninya kau menembak ku!" Jawab Biel dengan langsung berdiri dan mengambil sebuah pisau untuk langsung menyerang Al.


Al dengan cepat menghindari, gerakan demi gerakan untuk menghindari serangan Biel.


"Kau hebat juga, aku tidak menyangka bertemu orang yang tak dikenal tapi bisa menghindari serangan pisau ku. Apakah aku terlalu lambat?" tanya Biel dalam serangan pisaunya ke 5 kali.


"Hentikan!" Jawab Zerico yang tiba-tiba datang lalu melayangkan tembakan pistol ke atas untuk mengehentikan apa yang ada di depan mata.


"Kau akhirnya datang." Jawab Biel yang berhenti melayangkan pisaunya ke arah Al.


"Aku melihat seorang Biel bisa tersudut seperti ini." Jawab Zerico.


"Dan aku tidak menyangka bertemu dengan mu Al." Jawab menambak Al dengan asal. Al tidak dapat menghindari sehingga perut sebelah kiri terkena goresan peluru. Namun tetap saja luka sedikitpun akan mengeluarkan darah.


"Ah meleset. Aku kurang tepat mengenai sasaran." Ucap Zerico lalu ingin melayangkan tembakan lagi namun pelurunya habis. Begitu juga dengan Al yang ingin membalas namun peluru pada pistolnya tidak ada.


"Hahahah, ternyata bukan hanya aku yang kehilangan pistol." Jawab Zerico yang tertawa.


"Kenapa kau bisa di sini?" tanya Al.

__ADS_1


Dua anak buah Zerico mengangkat pistol mereka ke arah Al untuk melindungi Zerico.


"Tahan dulu, aku ingin berbicara sebentar." Jawab Zerico kepada anak buahnya. Mereka mengangguk namun tetap pada posisi kuda-kuda untuk siap menembak ke arah Al.


"Ah tentu saja ingin membantu rekan ku. Tapi tidak menyangka bahwa kau juga ada disini." Jawab Zerico.


"Kau mengenal dia?" tanya Biel.


"Tentu saja. Kau terpojok begitu juga tidak heran, karena kau sedang menghadapi ketua kelompok Black Wolf. Tapi apa hubungannya kau dengan ya Biel?" Jawab Zerico namun bertanya juga.


"Dia datang bersama dengan wanita itu." Jawa Biel menunjukkan ke arah Queen.


"Wah, wanita malam itu? apakah ini reunian?" tanya Zerico.


"Apa yang bisa aku lakukan? Jika aku menyerang mereka bersama-sama tidak mungkin karena jaraknya jauh. Mereka akan mencelakai Al." Jawab Queen dalam hati melihat situasi untuk menyelamatkan Al dari situasi.


Queen mulai memutar otak dan melihat sekeliling untuk merencanakan sesuatu. Al juga berfikir untuk melakukan sesuatu. Ia melihat Queen yang berusaha melindungi John karena John dalam keadaan lemas. Zaki hanya bisa terdiam dengan bergemetaran. Untuk kedua kalinya Zaki melihat hal yang seperti ini. Yang pertama ia melihat saat di perintahkan Biel membunuh orangtua Queen namun gagal. Kegagalan itu juga karena Zaki tidak memiliki keberanian dalam melakukan rencana yang sudah di perintahkan oleh Biel.


Mata Al dan Queen saling bertatapan. Mereka mencoba melakukan komunikasi telepati.


"Aku akan mengambil pistol yang terjatuh itu dan membereskan satu yang memegang senjata. Sedangkan kau orang yang memegang senjata di arah kanan mu." Jawab Queen sambil melirik ke sana kesini melakukan telepati kepada Al.


Al menganggukkan kepalanya mengerti apa yang dikatakan oleh Queen.


"Aku tau. Tapi tunggu aba-aba dari ku." Jawab Al dalam hati dengan tersenyum.


"Baik." Jawab Queen dengan menganggukkan pelan.


"Hy kau tidak dengar apa yang aku katakan?" tanya Zerico.


"Kau ada dendam apa dengan mereka?" tanya Biel juga mendekati Zerico.

__ADS_1


__ADS_2